Suara.com - Mendengar anggota keluarga, teman atau pasien terkena kanker tentu akan mengejutkan sebagian besar orang, hal yang baik adalah tetap mengajaknya bicara namun tidak mengucapkan hal yang membuatnya sedih.
Di satu sisi merasa sedih karena turut merasakan penderitaan mereka namun di satu sisi bingung bagaimana cara berkomunikasi agar tidak membuat mereka semakin 'jatuh'.
Nah disampaikan Penanggungjawab Program Paliatif Yayasan Kanker Indonesia Pusat dr. Siti Anissa Nuhonni, SpKFR(K), kesulitan atau takut memulai komunikasi dengan pasien kanker memang hal wajar.
Ada beberapa alasan yang memicunya, antara lain khawatir pasien cemas dengan penyakitnya, takut salah bicara, ragu memulai, bingung berkata apa, tak ingin mengorek luka hingga takut dianggap ikut campur.
"Tapi komunikasi dalam perawatan paliatif itu sangat penting. Pasien yang sedih mungkin akan sulit menceritakan langsung. Ada baiknya kita, anggota keluarga, teman atau perawat pasien membuka diri dengan memulai sebuah pertanyaan," ujar dr Nuhonni dalam temu media yang dihelat Perhompedin dan PT Ferron Par Pharmaceutical di Jakarta, Jumat (24/8/2018).
Beberapa pertanyaan yang bisa dilontarkan antara lain, "Ada yang mau diceritakan?", "Mari berbincang-bincang, atau mau jalan-jalan?", "Wah sudah lama tidak terlihat apa kabar?". Nah dr Nuhonni berpesan agar Anda tetap memberikan kesempatan bagi para pasien untuk menjawab.
Jika pasien tak menjawab jangan berkecil hati, mungkin saja dia belum siap untuk berbagi kisahnya pada yang lain.
Selain itu Ia juga mengingatkan agar masyarakat tidak melontarkan kata-kata yang justru bisa membuat pasien kanker semakin depresi atau bahkan cemas.
Beberapa diantaranya, "Kanker tidak seberat itu kok", "Masih banyak yang lebih menderita", "Ya sudahlah, terima saja kondisimu", "Coba dulu kamu tidak banyak makan ini", "Jangan berlebihan seperti itu ah" dan kata-kata ini yang membuat pasien kanker justru akan menangisi ujian hidupnya ini.
Baca Juga: Ingin Melahirkan Normal, Viviane sampai Rela 2 Kali Diinduksi
"Lebih baik ucapkan kata-kata yang menujukkan kita itu menghargai kesedihan pasien, mengapresiasi kemajuan pasien, dan ingatkan kalau kecemasannya itu bukan sesuatu yang aneh atau gila. Justru kalau bisa alihkan Ia dari kecemasannnya," tambah dr Nuhonni.
Dalam kesempatan yang sama, Prof. Dr. dr. Aru Sudoyo, SpPD, KHOM, FACP selaku Ketua Umum YKI menjelaskan, pengenalan perawatan paliatif pasien kanker penting untuk terus dilakukan tak hanya bagi tenaga medis tapi juga masyarakat.
Perawatan paliatif sendiri kata dia tak hanya dapat meningkatkan kualitas hidup pasien.
Namun juga bagi keluarganya yang berhadapan langsung dengan penyakit tersebut, baik secara fisik, psikososial ataupun spiritual.
"Upaya paliatif itu diambil untuk meringankan atau mengurangi penderitaan pasien. Dengan paliatif care penderita kanker bisa hidup lebih nyaman sehingga memiliki kualitas hidup yang lebih baik terutama ketika penyakitnya sulit disembuhkan atau sudah berada pada stadium lanjut," tandas dia.
Kini Anda sudah tahu bagaimana dan apa yang harus diucapkan kepada pasien kanker agar tidak membuatkan sedih, mulai ajak ia bicara dengan memulai percakapan yang baik.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- Film Pesta Babi Bercerita tentang Apa? Ini Sinopsis dan Maknanya
- Bantah Kepung Rumah dan Sandera Anak Ahmad Bahar, GRIB Jaya: Kami Datang Persuasif Mau Tabayun!
- Koperasi Merah Putih Viral, Terekam Ambil Stok dari Gudang Indomaret
- Bagaimana Cara Menonton Film Pesta Babi? Ini Syarat dan Prosedurnya
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
Terkini
-
Tak Cuma Gizi, Anak Juga Butuh Stimulasi Belajar agar Tumbuh Cerdas dan Tangguh
-
Viral Obat Keras Dijual Bebas di Minimarket Tanpa Konsultasi Apoteker Layaknya Apotek
-
Anak Sering Main Gadget? Periksa Mata Rutin Jadi Kunci Cegah Gangguan Penglihatan sejak Dini
-
Tuba Falopi Istri Diangkat, Program IVF Wujudkan Mimpi Aktor Rifky Alhabsyi Punya Anak
-
Waspada Penyakit Virus Ebola: Kenali Gejala Awal dan Langkah Pencegahannya
-
Studi Baru Temukan Mikroplastik di Udara Kota, Dua Pertiganya Berasal dari Sumber Tak Terduga
-
Ibu Hamil Rentan Cemas, Meditasi Disebut Bisa Bantu Jaga Kesehatan Mental
-
Apa Itu Patah Tulang Selangka? Cedera Ngeri Alex Marquez di MotoGP Catalunya 2026
-
Obat Diabetes dan Obesitas Bentuk Pil Makin Diminati, Pasien Dinilai Lebih Mau Berobat
-
Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus