Suara.com - Depresi adalah gangguan jiwa yang bisa menyerang siapa saja, termasuk anak-anak. Sayangnya, depresi pada anak-anak sulit dikenali karena gejalanya berbeda dengan depresi pada orang dewasa.
Situs WebMD menyebut sekilas, anak-anak yang depresi mungkin hanya terlihat sedih. Ketika kesedihan yang dialami anak-anak berlanjut hingga mengganggu aktivitas harian, sekolah, dan kehidupan keluarga, patut dicurigai ia mengalami depresi.
Lalu, apa saja ciri-ciri depresi pada anak yang bisa dikenali orang tua? Berikut daftarnya:
1. Kesedihan berlarut
Kesedihan berlarut hingga mengganggu aktivitas harian bisa menandakan anak depresi. Hal ini bisa terjadi ketika anak mengalami kehilangan, misalnya kematian orang tua ataupun binatang peliharaan.
Kesedihan berlarut ditandai dengan keengganan melakukan aktivitas. Anak juga bisa menangis tiba-tiba, dan menolak interaksi sosial dari orang lain.
2. Putus asa
Rasa putus asa ditandai dengan anak yang tak lagi tertarik melakukan hobi dan aktivitas favoritnya. Anak yang depresi akan lebih sering diam, mengurung diri di kamar, dan mengaku sakit dan lelah.
Rasa putus asa juga bisa membuat anak mengalami penurunan nafsu makan secara drastis. Anak juga rentan mengalami gangguan tidur seperti insomnia dan ngompol ketika depresi.
Baca Juga: Ibu Alami Depresi, Pengaruhi Kesehatan Mental Anak
3. Sering sakit
Anak-anak yang depresi karena bullying akan sering mengaku sakit perut atau sakit kepala. Perasaan ini muncul karena ia ingin menghindari bullying yang terjadi di sekolah maupun tempat bermain.
Kondisi sakit fisik yang diakibatkan oleh masalah kejiwaan dikenal sebagai psikosomatik. Jika anak mengalami hal ini, orang tua sebaiknya tidak menunda membawa anak berobat ke psikolog ataupun psikiater. (Muhamad Reza Sulaiman)
Berita Terkait
-
Fenomena Sadfishing di Media Sosial, Bagaimana Cara Mengatasinya?
-
Indonesia Darurat Kesehatan Mental, Kasus Terbanyak: Depresi, Anxiety, dan Skizofrenia
-
Melihat Aktivitas ODGJ di Posyandu Jiwa Kota Kediri
-
Bukan Penipuan! Ternyata Ini Motif Pria Tabrakan Diri ke Mobil di Tanah Abang
-
Terkunci dalam Kamar Saat Kebakaran, Pria ODGJ Tewas di Tambora
Terpopuler
- Ratusan Warga Cianjur Gagal Rayakan Lebaran Gara-gara Kena Tipu Paket Sembako Bodong
- 61 Kode Redeem FF Max Terbaru 20 Maret 2026: Raih THR Idul Fitri, AK47 Lava, dan Joker
- Lebaran 2026 Tanggal Berapa? Cek Jadwal Idulfitri Pemerintah, NU, Muhammadiyah, dan Negara Lain
- 7 HP Samsung Terbaik untuk Orang Tua: Layar Besar, Baterai Awet
- 30 Link Twibbon Idul Fitri 2026 Simpel Elegan, Cocok Dibagikan ke Grup Kantor dan Rekan Kerja
Pilihan
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
-
Pak Menteri Siap Potong Gaji? Siasat Prabowo Hadapi Krisis Global Contek Pakistan
-
Kabar Duka! Pemilik Como 1907 Sekaligus Bos Djarum Meninggal Dunia
Terkini
-
Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini
-
Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi
-
Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!
-
Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?
-
Tips Mudik Aman untuk Pasien Gangguan Irama Jantung
-
Jangan Abaikan Kesehatan Saat Mudik, Ini Tips Agar Perjalanan Tetap Nyaman
-
Pelangi di Mars Tayang Jelang Lebaran, Film Anak yang Ajarkan Berani Bermimpi
-
Cedera Lutut hingga Bahu Paling Banyak Dialami Atlet dan Penggemar Olahraga
-
Jelang Lebaran, Korban Banjir Aceh Tamiang Dibayangi ISPA hingga Diare: Imunitas Harus Diperhatikan
-
Deteksi Dini dan Kebijakan Ramah Lingkungan: Solusi Terpadu untuk Menangani Penyakit Ginjal