Namun, dalam diet keto, tubuh kita diperintahkan untuk tak lagi memecah glukosa, karena jumlah asupannya yang sangat dibatasi, dan mendorong tubuh untuk membakar lemak.
Sayangnya, banyak orang yang menjalani diet keto ini memiliki pemahaman yang kurang tepat. Kebanyakan dari mereka lupa untuk menggantikan karbohidrat yang hilang dengan lemak.
Salah satu alasannya adalah kekhawatiran dalam mengonsumsi lemak. Padahal, konsumsi lemak dari bahan-bahan alami, seperti dari susu, yogurt, ikan, daging, kacang, dan lemak nabati seperti alpukat dan minyak zaitun adalah jenis lemak sehat yang tak akan berpengaruh buruk pada kesehatan.
3. Mengabaikan waktu tidur
Tak hanya bagi mereka yang menjalani diet, hal ini sebenarnya dilakukan oleh hampir setiap orang, terutama mereka yang tinggal di kota-kota besar dengan segudang tuntutan pekerjaan dan kemacetan yang memakan waktu.
Banyak yang menganggap sepele masalah tidur karena efeknya yang tak langsung dirasakan. Padahal, hal ini akan sangat memengaruhi keberhasilan program diet yang Anda jalani.
Beberapa orang yang menjalani program diet keto berkeinginan untuk dapat menjaga kadar gula darah dalam tubuh dan penurunan berat badan sebagai bonus.
Padahal, kekurangan waktu tidur akan memengaruhi kadar gula dalam diri Anda.
Jika Anda mengabaikan kebiasaan tidur, hal itu sama saja seperti Anda berlatih berenang untuk mengelola asma yang Anda miliki namun merokok ketika keluar dari kolam renang. Anda mengambil langkah kesehatan, tapi “mengimbanginya” (bahkan memperburuknya) dengan kebiasaan buruk Anda yang memengaruhi kesehatan.
Baca Juga: Real Madrid Ditahan Imbang di Markas Athletic Bilbao
4. Membatasi asupan garam terlalu ketat
Konsumsi jumlah garam secara berlebihan akan berpengaruh pada tekanan darah Anda. Namun, kekurangan sodium yang didapat dari garam juga akan membawa dampak buruk bagi tubuh, seperti penyakit kardiovaskuler.
Artinya, konsumsi garam yang masuk ke dalam tubuh haruslah tepat.
Pada masa awal menjalani diet keto, tubuh akan kehilangan sodium dalam jumlah yang cukup besar melalui cairan yang dikeluarkan oleh tubuh. Itu sebabnya, tubuh memerlukan sodium pengganti untuk menjaga agar kadar elektrolit tetap seimbang.
Phinney dan Volek, salah satu peneliti yang giat pada diet rendah kalori merekomendasikan 3-5 gram jumlah sodium yang harus dikonsumsi setiap harinya.
Untuk tetap menjaga asupan garam ke dalam tubuh, Anda dapat mengonsumsi makanan yang mengandung garam, seperti sup atau kaldu dan sayuran fermentasi
5. Memakan lemak terlalu banyak
Prinsip dari diet keto adalah mengurangi karbohidrat dan menggantinya dengan lemak serta protein. Hal ini kadang membuat orang salah kaprah dengan kemudian mengonsumsi lemak sebanyak-banyaknya.
Meski lemak berperan sebagai pengganti karbohidrat, perlu diingat bahwa tidak semua lemak bersifat baik. Bahkan sekalipun lemak baik, bukan berarti mengonsumsinya secara berlebihan akan membawa kesehatan yang lebih baik juga bagi Anda.
Diet ketogenik memang mampu menurunkan berat badan orang yang melakukannya dengan mengikuti pola makan yang dianjurkan, tapi jangan lagi lakukan kesalahan umum di atas ya.
Berita ini sudah tayang di Hello Sehat denngan judul 5 Kesalahan Umum Menjalani Diet Keto
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- Keunggulan Pompa Air Shimizu PL-138 BIT, Solusi Air Jernih Anti Karat
Pilihan
-
Sejarah! Timnas Voli Indonesia Kalahkan Korsel dan Juara AVC Mens Volleyball Cup 2026
-
Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India
-
Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh
-
Pelatih Timnas Iran Desak Infantino Tegas Terhadap AS: Perlakuan Mereka Buruk!
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
Terkini
-
Dari Kecelakaan Kerja hingga Cedera Kepala, MRI 1.5 Tesla Jadi Senjata Baru Penanganan Trauma
-
Bikin Anak Berani Berekspresi, Isi Libur Sekolah dengan Aktivitas Ini
-
Kenalan dengan HYROX, Fitness Race yang Sedang Digandrungi Komunitas Olahraga
-
Mudah Lelah dan Sesak Napas Bisa Jadi Tanda Kebocoran Katup Jantung
-
World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak
-
Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern
-
Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua
-
Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan
-
Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif
-
El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?