Suara.com - Bahaya tuberkulosis (TBC) bagi kesehatan sudah diketahui secara global. Berdasarkan data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), TBC merenggut lebih dari 4.384 jiwa setiap harinya.
TBC juga merupakan pembunuh ketiga tertinggi orang Indonesia sejak tahun 2005. Setiap harinya, 300 penduduk Indonesia meninggal karena TBC. Data yang sama juga menyebut Indonesia merupakan negara dengan beban TBC tertinggi setelah India dan Cina.
Investasi dalam program TBC merupakan urgensi yang tidak dapat dihidarukan, karena penyakit ini juga berdampak pada ekonomi. Tanpa investasi, kerugian ekonomi global akibat TBC bisa mencapai 1 triliun dolar pada tahun 2030.
Karena itulah untuk pertama kalinya, pertemuan tingkat tinggi untuk TBC akan diselenggarakan pada Sidang Umum PBB ke-73 di New York, 26 September 2018.
Dalam siaran pers yang diterima Suara.com, perwakilan Indonesia yang terdiri dari Forum Stop TB Partnership Indonesia (FSTPI), dan didukung oleh Kementerian Kesehatan dan Kementerian Luar Negeri, akan mengadakan 2 acara selama minggu penyelenggaraan forum PBB. Kedua acara ini akan diisi oleh pakar TBC dalam bidang kesehatan masyarakat dan pembangunan.
Acara pertama adalah dialog makan malam yang akan menyediakan ruang diskusi bagi pemangku kebijakan dalam tingkat internasional untuk mendiskusikan peran kemitraan dalam mendorong mobilisasi sumber daya yang efektif dan berdampak transformatif bagi Indonesia.
Diah Saminarsih, penasihat gender dan kepemudaan di WHO akan menjadi moderator dialog ini. Tiga panelis dari Indonesia adalah Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani, Menteri Kesehatan Prof. Nila Moeloek, dan Arifin Panigoro sebagai Ketua FSTPI. Untuk memicu diskusi, hadir Dr. Tereza Kasaeva Direktur Program TBC WHO global, Dr. Lucica Ditiu Direktur Eksekutif Stop TB Partnership global, dan Dr. Adrian Thomas Wakil Presiden Global Market Access Johnson & Johnson.
Untuk acara kedua, bersama dengan Pemerintah Indonesia, Pemerintah Sosialis Demokratik Sri Lanka, Pemerintah Maladewa, WHO South-East Asia Regional Office (SEARO) dan Stop TB Partnership global, FSTPI akan menjadi co-host acara yang berfokus pada upaya regional untuk mencapai target program TB dalam SDG 2030. Beberapa pembicara dalam acara ini adalah: Dr. Mohamed Nasim, Menteri Luar Negeri Maldives; Jagat Prakash Nadda, Menteri Kesehatan dan Kesejahteraan Keluarga India; Dr. Poonam Khetrapal Singh, Direktur Regional WHO SEARO; Dr. Marijke Wijnroks, Global Fund; Vanessa Candeias, Kepala Kesehatan Global dan Inisiatif Sistem Pelayanan Kesehatan WEF; dan, Jaak Peteers, Kepala Kesehatan Global Johnson & Johnson.
Kedua acara yang dimotori oleh FSTPI ini diharapkan dapat membantu Pemerintah Indonesiauntuk merealisasikan komitmen politis yang telah dibangun di Moscow sejak tahun 2017 dan Civil Society Hearing di New Delhi pada Maret 2018.
Baca Juga: Waspada, TBC Juga Bisa Menyerang Alat Kelamin! Ini Gejalanya
"Forum Stop TB Partnership Indonesia siap mendorong komunikasi dan kolaborasi dengan pihak Internasional untuk mengakselerasi kualitas pencegahan dan penanggulangan TBC secara transformatif di Indonesia," ujar Arifin Panigoro.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP realme dengan Chipset Snapdragon dan RAM 8 GB Termurah Juni 2026
- HP Rp1,5 Jutaan yang Bagus Merek Apa? Ini 5 Rekomendasi Terbaik David GadgetIn
- Tok! Panja DPR Sepakati RUU Polri: Usia Pensiun Bintara 59 Tahun, Perwira 60 Tahun
- 5 Kulkas 1 Pintu Anti Bunga Es dan Hemat Listrik, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Timnas Indonesia Lolos Semifinal Piala AFF U-19 2026 Usai Kalahkan Vietnam
Pilihan
-
Susunan Pemain Timnas Indonesia vs Mozambik di FIFA Matchday Malam Ini
-
Menkes Budi Gunadi Sadikin Susul Chatib Basri dan Luhut ke Istana
-
Bupati Muara Enim Resmi Pakai Rompi Oranye KPK
-
Luhut Bawa Chatib Basri ke Istana, Ini Tujuannya
-
Di Mana Menkeu Purbaya saat Chatib Basri Dipanggil Prabowo ke Istana
Terkini
-
Quinn Salman Selalu Sempatkan Waktu Bermain Bersama Keluarga, Ternyata Manfaatnya Bagus Banget?
-
Mobilitas Tinggi Bikin Kulit Lebih Rentan Terpapar Kuman, Kapan Perlu Antiseptik?
-
Ancaman Tak Terlihat bagi Lingkungan Perairan: Residu Antidepresan Meningkat di Sungai
-
Layanan Ortopedi Dalam Negeri Kian Dekat dengan Standar Internasional
-
Pengembangan Vaksin Dalam Negeri Kian Maju, Perlindungan terhadap HPV Jadi Fokus
-
Mikroplastik Ada di Makanan, Minuman, hingga Udara: Seberapa Besar Risikonya bagi Kesehatan?
-
Memilih Susu Anak Tak Cukup Lihat Kandungan DHA, Orang Tua Perlu Cermati Komposisi Utamanya
-
Pencernaan Sehat Jadi Kunci Anak Aktif, Lahap Makan, dan Tidur Nyenyak
-
Stop Anggap Lemak Itu Jahat! Ini Alasan Mengapa Anak Justru Wajib Mengonsumsinya
-
Etawanesia dan Etawalin: Rekomendasi Susu Kambing Etawa Unggulan, Paling Diminati 2 Tahun Terakhir