Suara.com - Video kopi putih instan dengan merek Luwak White Koffie terbakar saat ditaburkan ke korek api mengagetkan media sosial. Yang menarik, video tak hanya memperlihatkan uji coba secara amatir kopi Luwak White Koffie, tapi juga kopi instan merek lainnya yang tidak terbakar.
Sontak saja kabar ini cepat viral. Banyak masyarakat mempertanyakan keamanan kopi kemasan tersebut. Tak lama BPOM pun menyampaikan keterangan resminya di mana, Kopi Luwak menyemburkan api karena produk tersebut berbentuk serbuk, ringan dan berpartikel halus serta mengandung minyak dan memiliki kadar air yang rendah sehingga mudah terbakar dan menyala.
"Produk pangan yang memiliki rantai karbon (ikatan antar atom karbon), kadar air rendah, terutama yang berbentuk tipis dan berpori dapat terbakar/menyala jika disulut dengan api," ujar BPOM dalam laman resminya.
Masih menurut keterangan resmi tersebut ada banyak bahan pangan yang mudah terbakar, seperti terigu, kopi bubuk, kopi-krimer, merica bubuk, cabe bubuk, kopi instant, putih telur, susu bubuk, pati jagung, biji-bijian, hingga kentang. Namun bukan berarti bahan pangan tersebut berbahaya atau tidak aman untuk dikonsumsi.
Suara.com pun menelusuri bahan dalam kopi yang memiliki sifat mudah terbakar. Dilansir dari laman Livestrong, krimer yang terbuat dari sodium aluminium silikat memang bersifat anti air karena kandungan 'anticaking agent' di dalamnya.
Hal ini membuat krimer tidak mudah menggumpal dan tetap kering. Tentu saja pada kopi kemasan manfaat ini dibutuhkan sehingga tetap aman dan berbentuk bubuk ketika sampai di tangan konsumen.
Sodium aluminium silikat sendiri kerap ditambahkan dalam produk pangan dengan kode E554. Kode ini menunjukkan bahwa bahan ini diakui aman menurut Food and Drug Administration (FDA) Amerika Serikat.
Selain pada kopi, penggunaan sodium aluminium silikat ini juga ditemukan pada gula bubuk, keju parut, tepung, pengembang kue, bubuk sup instant dan bubuk minuman cokelat.
Meskipun dianggap bermanfaat dan aman dikonsumsi dalam jumlah kecil, bahan tambahan pangan ini dapat menyebabkan reaksi merugikan pada beberapa orang.
Baca Juga: Ini Penjelasan BPOM Soal Kopi Putih Instan yang Bisa Terbakar
Masih menurut Livestrong, dalam jumlah berlebihan menghirup sodium aluminium silikat dapat menyebabkan iritasi parah pada membran mukosa dan saluran pernapasan bagian atas.
Konsentrasi besar dari sodium aluminium silikat juga dapat menyebabkan kerusakan paru-paru permanen. Gejala yang dapat terjadi termasuk kesulitan bernapas, sensasi terbakar di tenggorokan dan dada, serta sakit kepala.
Jika tertelan dalam jumlah yang terlalu banyak, senyawa basa kuat ini juga dapat menyebabkan luka bakar ke seluruh bagian sistem pencernaan dari bibir, mulut hingga ke lambung. Iritasi ini akan menyebabkan mual, muntah dan diare.
Dalam beberapa kasus, menelan sodium aluminium silikat tanpa dosis yang jelas dapat menyebabkan luka bakar pada saluran pernapasan bagian atas.
Namun Anda tak perlu khawatir karena senyawa sodium aluminium silikat yang ditambahkan dalam produk pangan termasuk kopi putih Luwak White Koffie yang belakangan viral sudah terbukti aman oleh BPOM.
"Apabila produk pangan sudah memiliki nomor izin edar BPOM RI, berarti produk tersebut aman untuk dikonsumsi masyarakat," tulis BPOM.
Berita Terkait
Terpopuler
- Jokowi Sembuh dan Siap Keliling Indonesia, Pengamat: Misi Utamanya Loloskan PSI ke Senayan!
- Promo Long Weekend Alfamart, Diskon Camilan untuk Liburan sampai 60 Persen
- 6 Warna Pakaian yang Dipercaya Bawa Keberuntungan untuk Shio di Tahun Kuda Api 2026
- 5 HP Xiaomi RAM Besar Termurah, Baterai Awet untuk Multitasking Harian
- Siapa Ayu Aulia? Bongkar Ciri-ciri Bupati R yang Membuatnya Kehilangan Rahim
Pilihan
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
Terkini
-
Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus
-
Waspada Hantavirus, Ketahui Cara Membersihkan Kotoran Tikus yang Benar
-
Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?
-
Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan
-
Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis
-
Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat
-
Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi
-
Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang
-
Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia
-
Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?