Suara.com - Tak ada yang bisa menebak kapan kecelakaan bisa terjadi, nahas bagi Achmad Daniyal Alfatih, cucu Wiranto yang meninggal dalam usia 15 bulan akibat tenggelam di kolam ikan rumahnya. Tenggelam memang bisa dialami siapa saja. Anda juga tak bisa mengira ketika sedang berlibur dipantai atau kolam renang, tiba-tiba seseorang berteriak minta tolong, dan Anda ingin menolong orang tenggelam.
Entah karena tak bisa berenang, atau memang kaki korban keram dan tak bisa mengayuhkan kakinya. Saat tenggelam, air memasuki tenggorokan yang menyebabkan kejang otot saluran pernapasan sehingga jalan pernapasan tertutup, batuk-batuk, merasa tercekik sehingga korban tidak sadarkan diri, dan menyebabkan kematian.
Lalu bagaimana cara kita menolong? Berikut langkah untuk menolong orang tenggelam yang perlu diketahui oleh semua orang seperti dilansir Webmd yang mengutip dari Subbarao, I. AMA Handbook of First Aid and Emergency Care, Random House Reference, 2009.
Mendapatkan bantuan
Penting bagi Anda untuk mendapatkan bantuan, beritahu penjaga pantai, atau seseorang yang lebih berpengalaman. JIka tak ada yang pernah menolong orang tenggelam, orang lain bisa membantu Anda seperti untuk menghubungi Ambulan, atau petugas medis terdekat.
Jika benar-benar sendirian, ikuti langkah-langkah di bawah ini.
Pindahkan korban, bawa orang keluar dari air. Jika Anda tak bisa meraih korban, penting gunakan tali atau alat pengaman untuk menolong.
Periksa Pernafasan
Letakkan telinga Anda di dekat mulut dan hidung seseorang. Apakah kamu merasakan udara di pipimu? Lihatlah untuk melihat apakah dada seseorang bergerak.
Baca Juga: Viral Kartu Nikah Poligami, Kemenag : Hoax!
Jika orang tidak bernafas, periksa denyut jantung
Periksa denyut nadi seseorang selama 10 detik.
Jika tak ada denyut, mulai CPR
Resusitasi jantung paru-paru atau CPR (Cardiopulmonary resuscitation) adalah tindakan pertolongan pertama pada orang yang mengalami henti napas karena sebab-sebab tertentu. CPR bertujuan untuk membuka kembali jalan napas yang menyempit atau tertutup sama sekali.
Perlahan angkat leher korban, karena ada kemungkinan cedera di leher korban. Penting Anda perhatikan waktu kritis bagi korban tenggelam cukup singkat yakni hanya 5 menit saja.
Teknik ini memang harus dilakukan oleh orang terlatih, walau bukan petugas medis namun orang awam yang tersertifikasi teknik CPR juga bisa, karena jika asal. berisiko mematahkan tulang iga atau rusuk korban.
Berita Terkait
Terpopuler
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 18 Maret 2026: Raih Pulsa, Skin Trogon Rose, dan Diamond
- 7 HP Baru 2026 Paling Murah Jelang Lebaran, Spek Gahar Mulai Rp1 Jutaan
- Lebaran 2026 Tanggal Berapa? Cek Jadwal Idulfitri Pemerintah, NU, Muhammadiyah, dan Negara Lain
- Ratusan Warga Cianjur Gagal Rayakan Lebaran Gara-gara Kena Tipu Paket Sembako Bodong
- Update Posisi Hilal Jelang Idulfitri, Ini Prediksi Lebaran 2026 Pemerintah dan NU
Pilihan
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
-
Pak Menteri Siap Potong Gaji? Siasat Prabowo Hadapi Krisis Global Contek Pakistan
-
Kabar Duka! Pemilik Como 1907 Sekaligus Bos Djarum Meninggal Dunia
-
Resmi! Hasil Sidang Isbat Pemerintah Tetapkan Idulfitri 1447 H Jatuh pada Sabtu 21 Maret 2026
-
Hilal Tak Terlihat, Arab Saudi Tetapkan Idul Fitri 2026 Jatuh pada 20 Maret
Terkini
-
Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini
-
Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi
-
Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!
-
Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?
-
Tips Mudik Aman untuk Pasien Gangguan Irama Jantung
-
Jangan Abaikan Kesehatan Saat Mudik, Ini Tips Agar Perjalanan Tetap Nyaman
-
Pelangi di Mars Tayang Jelang Lebaran, Film Anak yang Ajarkan Berani Bermimpi
-
Cedera Lutut hingga Bahu Paling Banyak Dialami Atlet dan Penggemar Olahraga
-
Jelang Lebaran, Korban Banjir Aceh Tamiang Dibayangi ISPA hingga Diare: Imunitas Harus Diperhatikan
-
Deteksi Dini dan Kebijakan Ramah Lingkungan: Solusi Terpadu untuk Menangani Penyakit Ginjal