Suara.com - Artis Ussy Sulistiawaty marah di Instagram gara-gara anaknya di-bully netizen. Bahkan, Ussy terlibat 'perang' dengan warganet yang nyinyir ke anak-anaknya.
Berawal dari foto unggahan Ussy bersama suami, aktor sekaligus presenter Andhika Pratama, serta ketiga anaknya di akun Instagram. Di situ, Ussy terlihat memakai kaus vergambar mickey mouse.
"Support kakak Elea di sekolah. Minus si bontot," tulis Ussy Sulistiawaty.
Dalam sekejap, unggahan Ussy diserbu komentar nyinyir netizen. Banyak yang menyindir soal gaya busana Ussy yang lebih muda ketimbang anak-anaknya.
"Terbalik. Emaknya pakai kaos miky, anaknya pakai kemeja emak-emak," nyinyir @adeliatm.
Dikomentari begitu, Ussy kesal dan membalasnya dengan komentar keras.
Menjadi korban bullying merupakan hal yang benar-benar mengerikan, berapapun usia Anda. Efek di-bully terkadang dapat meninggalkan traumatis bertahun-tahun kemudian.
Bahkan, setelah bullying telah berhenti, mengatasi efek dari tindakan itu merupakan salah satu hal tersulit bagi seseorang. Banyak orang dewasa mengatakan, mereka terus terpengaruh tindakan intimidasi yang dialami di masa kecil mereka, dan bullying di tempat kerja seringkali menjadi hal yang menakutkan dan berat bagi orang-orang untuk diatasi.
Namun, sesulit apapun, bullying bisa dihentikan. Inilah yang harus Anda lakukan jika Anda atau seseorang yang Anda kenal sedang diintimidasi, atau di-bully seperti dilansir Metro.
Jangan disimpan sendiri
Baca Juga: Perwira Mabes Polri Diduga Terlibat Penembakan Rusa di Ujung Kulon
Jika Anda di-bully atau menganggap seseorang yang Anda kenal sedang diintimidasi, jangan menyimpannya untuk diri sendiri, dan berharap tindakan itu akan 'hilang' dengan sendirinya.
Sayangnya, aksi bullying sangat jarang hilang dengan sendirinya. Anda mungkin merasa malu, terisolasi dan takut, tapi Anda perlu memberi tahu seseorang yang dipercaya.
Menyimpannya untuk diri sendiri akan membuat Anda merasa lebih stres
"Jika Anda di-bully, penting bagi Anda untuk menghubungi seseorang untuk mendapatkan dukungan. Bisa jadi ke teman terpercaya, anggota keluarga, rekan kerja atau guru, jangan mencoba dan menghadapinya sendiri. Jika Anda merasa tidak bisa berbicara dengan seseorang yang Anda kenal, maka Anda perlu menghubungi layanan dukungan profesional rahasia seperti Cybersmile atau Samaritan," kata seorang juru bicara Yayasan Cybersmile, yang menangani bullying online.
Tak cukup memberitahu satu orang
Jika Anda telah memberi tahu seseorang bahwa Anda di-bully dan mereka tidak melakukan apa-apa, Anda perlu memberi tahu orang lain.
Misalnya, jika Anda bersekolah dan memberi tahu seorang guru atau konselor sekolah tentang apa yang terjadi. Jangan takut untuk bertanya kepada mereka apa yang akan mereka lakukan untuk membantu Anda. Adalah tugas mereka untuk membuat Anda tetap aman.
Terus memberi tahu orang tentang bullying sampai seseorang membantu Anda.
Meski ada kesempatan untuk melawan balik yang dapat membuat pelaku penggelapan menolak, setidaknya dalam jangka pendek, ada kemungkinan lebih besar melawan balik dapat menyebabkan luka serius dan membuat situasi menjadi jauh lebih buruk.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Mobil Toyota Bekas yang Mesinnya Bandel untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Pajak Rp500 Ribuan, Tinggal Segini Harga Wuling Binguo Bekas
- 9 Sepatu Adidas yang Diskon di Foot Locker, Harga Turun Hingga 60 Persen
- 10 Promo Sepatu Nike, Adidas, New Balance, Puma, dan Asics di Foot Locker: Diskon hingga 65 Persen
- 5 Rekomendasi Sepatu Lari Kanky Murah tapi Berkualitas untuk Easy Run dan Aktivitas Harian
Pilihan
-
Petani Tembakau dan Rokok Lintingan: Siasat Bertahan di Tengah Macetnya Serapan Pabrik
-
Bos Bursa Mau Diganti, Purbaya: Tangkap Pelaku Goreng Saham, Nanti Saya Kasih Insentif!
-
Omon-omon Purbaya di BEI: IHSG Sentuh 10.000 Tahun Ini Bukan Mustahil!
-
Wajah Suram Kripto Awal 2026: Bitcoin Terjebak di Bawah $100.000 Akibat Aksi Jual Masif
-
Tahun Baru, Tarif Baru: Tol Bandara Soekarno-Hatta Naik Mulai 5 Januari 2026
Terkini
-
Ancaman Kuman dari Botol Susu dan Peralatan Makan Bayi yang Sering Diabaikan
-
Terlalu Sibuk Kerja Hingga Lupa Kesehatan? Ini Isu 'Tak Terlihat' Pria Produktif yang Berbahaya
-
Lebih dari Separuh Anak Terdampak Gempa Poso Alami Kecemasan, Ini Pentingnya Dukungan Psikososial
-
Pakar Ungkap Cara Memilih Popok Bayi yang Sesuai dengan Fase Pertumbuhannya
-
Waspada Super Flu Subclade K, Siapa Kelompok Paling Rentan? Ini Kata Ahli
-
Asam Urat Bisa Datang Diam-Diam, Ini Manfaat Susu Kambing Etawa untuk Pencegahan
-
Kesehatan Gigi Keluarga, Investasi Kecil dengan Dampak Besar
-
Fakta Super Flu, Dipicu Virus Influenza A H3N2 'Meledak' Jangkit Jutaan Orang
-
Gigi Goyang Saat Dewasa? Waspada! Ini Bukan Sekadar Tanda Biasa, Tapi Peringatan Serius dari Tubuh
-
Bali Menguat sebagai Pusat Wellness Asia, Standar Global Kesehatan Kian Jadi Kebutuhan