Suara.com - Angin puting beliung yang melanda kawasan Bogor, Jawa Barat, beberapa hari lalu menyisakan trauma pada sebagian warga yang terdampak. Untuk itu, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor pun memberikan pendampingan dan konseling.
Pendampingan dan konseling dilakukan untuk memulihkan trauma dan mengembalikan harapan hidup agar warga bisa kembali beraktivitas normal pasca bencana angin puting beliung.
"Tim kesehatan sudah turun sesaat setelah bencana terjadi, kami mendirikan posko di tiap-tiap kelurahan," kata Kepala Seksi PTM pada Dinas Kesehatan Kota Bogor, Firry Trianti, dilansir Antara.
Firry menjelaskan, setelah bencana terjadi tim tanggap darurat Dinkes turun melakukan survei lapangan menyasar delapan kelurahan yang terdampak bencana. Survei lapangan ini dilakukan untuk mengidentifikasi masalah, mengetahui jenis kerugian, kerusakan rumah, total kerugian, dan yang utama adalah mencari korban jiwa.
"Korban jiwa hanya ada satu yang tewas tertimpa pohon, kami memberikan pendampingan di rumah sakit hingga jenazah disemayamkan," kata Firry lagi.
Sedangkan untuk warga yang terdampak bencana diberikan layanan pemeriksaan kesehatan. Hari pertama posko kesehatan melayani 18 orang warga yang datang memeriksakan diri. Berbagai gejala gangguan kesehatan dikeluhkan warga di antaranya, sakit kepala, mual-mual, demam, influenza dan nyeri otot. Ada pula beberapa warga yang memeriksakan penyakit tidak menular yang dialaminya seperti diabetes dan jantung.
"Tapi semuanya penyakit umum yang bisa dialami oleh orang yang baru mengalami trauma, bisa ditangani dengan pengobatan biasa," katanya.
Selain layanan pengobatan, tim Dinkes dibantu oleh mahasiswa pascasarjana Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Indonesia melakukan terapi stress kepada warga. Menurut Firry, peristiwa angin kencang yang dialami warga pasti menimbulkan trauma, kejadian tersebut bukanlah kejadian biasa sehingga menimbulkan efek trauma.
Upaya yang dilakukan adalah memberikan bimbingan kepada warga di tiap-tiap posko kesehatan, dengan cara berkonsultasi secara verbal, serta pendampingan individual bagi warga yang punya potensi depresi.
Hal-hal yang disampaikan kepada warga adalah kalimat-kalimat yang membangun semangat, dan rasa bersyukur bahwa bencana tersebut tidak menimbulkan kerugian yang besar bagi warga.
"Kami sampaikan bahwa mereka tidak kehilangan seluruhnya, masih ada barang-barang, kita hibur, diarahkan bahwa mereka masih bersyukur masih memiliki harta dan relasi, ada keluarga," katanya.
Baca Juga: Di Cina, Kecoa Jadi Bisnis yang Menguntungkan
Selain itu, warga juga mendapatkan bantuan yang relatif cepat diberikan oleh Pemerintah Kota Bogor, sehingga segala keperluannya tertangani dengan baik. Dalam pendampingan ini, warga juga didorong untuk menyampaikan keluhan-keluhannya kepada petugas sehingga bisa dikonsultasikan dan diatasi beban pikirannya. Petugas juga melakukan penilaian warga yang membutuhkan konseling secara individual.
"Biasanya orang depresi, apatis dengan sekitar tidak mau bergabung dengan kelompoknya, ciri-ciri ini yang membutuhkan pendampingan individual," katanya.
Firry menyebutkan, trauma yang ditimbulkan akibat bencana tidak bisa hilang seketika, sehingga perlu dihidupkan kembali logikannya, dengan melakukan pertemuan beberapa kali.
"Tujuan trauma healing ini adalah meringankan beban psikologis yang dialami warga, berharap kembali semangat hidupnya, dan menjadi sehat jiwa dan jasmaninya, sehingga bisa produktif kembali, merasa bahagia," tutup Firry. [ANTARA]
Berita Terkait
-
Rogoh Kantong Sendiri, Jokowi Bantu Korban Puting Beliung Bogor Rp 30 Juta
-
Brimob Bersenjata Lengkap Ikut Amankan Rekonstruksi Kasus Dufi
-
Dikawal Ketat Polisi, Tiga Tersangka Pembunuh Dufi Jalani Rekonstruksi
-
Polisi Gelar Rekonstruksi Pembunuhan Eks Wartawan Dufi
-
Wali Kota Minta Rp 15 Miliar untuk Pemulihan Bencana Puting Beliung Bogor
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia
-
Hasil Investigasi KKI: 92% Konsumen Keluhkan Galon Tua, Ternyata Ini Dampak Buruknya bagi Tubuh
-
Tips Memilih Susu Berkualitas, Nutrisionis: Perhatikan Sumber dan Kandungannya
-
Pemulihan Optimal Setelah Operasi Dimulai dari Asupan Nutrisi yang Tepat
-
Diet Vegan Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca Hingga 55 Persen, Apa Buktinya?
-
Lebih dari Sekadar Nutrisi, Protein Jadi Kunci Hidup Aktif dan Sehat
-
Kisah Dera Bantu Suami Melawan Penyakit GERD Melalui Pendekatan Holistik
-
Dari Antre Panjang ke Serba Cepat, Smart Hospital Ubah Cara Rumah Sakit Layani Pasien
-
Berat Badan Tak Kunjung Naik? Susu Flyon Jadi Salah Satu Solusi yang Dilirik
-
Lebih Banyak Belum Tentu Lebih Baik: Fakta Mengejutkan di Balik Kebiasaan Konsumsi Suplemen Anda