Suara.com - Tahun 2018 hampir usai. Menjelang akhir tahun, Suara.com menghadirkan beberapa berita kilas balik kaleidoskop 2018 yang terjadi di sektor kesehatan.
1. KLB Gizi Buruk dan Campak di Asmat
Kejadian Luar Biasa (KLB) Campak dan masalah gizi buruk dilaporkan terjadi di Kabupaten Asmat, Papua. Sekitar 67 anak meninggal akibat gizi buruk dan campak yang mewabah sejak akhir Desember 2017.
Pemerintah bergerak cepat, dengan Kementerian Kesehatan bekerja sama dengan TNI mengirimkan bantuan kesehatan, termasuk di antaranya tim dokter spesialis untuk memberikan pelayanan kesehatan.
Pada April 2018, status KLB gizi buruk dan campak di Kabupaten Asmat dicabut, setelah terjadinya penurunan angka penderita secara signifikan.
2. Kandungan Mikroplastik Air Minum Kemasan
Sebuah penelitian yang dilakukan State University of New York, Amerika Serikat, menemukan adanya kandungan mikroplastik pada air-air kemasan bermerek terkemuka, termasuk Aqua, Nestle dan Club yang sangat populer di Indonesia.
Dalam studi itu para peneliti memperingatkan bahwa mikroplastik memiliki hubungan dengan tingginya risiko sejumlah tipe penyakit kanker, turunnya kualitas sperma, dan meningkatnya risiko memiliki anak autis.
Corporate Communication Director Danone Indonesia Arif Mujahidin mengatakan bahwa sebenarnya isu mikroplastik pada air minum dalam kemasan (AMDK) sudah terdengar sejak tiga tahun lalu. Namun pihaknya mengatakan bahwa hasil penelitian tersebut tidak sahih karena metode penelitian yang digunakan belum baku.
Baca Juga: Ringgo Agus Rahman Ingin Banyak Anak Seperti Keluarga Cemara
BPOM RI dalam keterangannya mengatakan Belum ada studi ilmiah yang membuktikan bahaya mikroplastik bagi tubuh manusia. Oleh karena itu, belum ditetapkan batas aman untuk mikroplastik. BPOM pun akan terus memantau isu mikroplastik dan berkoordinasi dengan lintas keahlian, akademisi, kementerian dan lembaga terkait serta asosiasi baik ditingkat nasional maupun internasional.
3. BPJS Kesehatan Hentikan Penjaminan Obat Kanker Payudara Trastuzumab
BPJS Kesehatan menghentikan penjaminan obat kanker payudara HER2 positif dengan nama Trastuzumab. Keputusan ini mendapat reaksi keras dari masyarakat dan komunitas pasien dan penyintas kanker payudara.
Ppengidap kanker payudara HER2 positif bernama Juniarti Tanjung, menuntut BPJS Kesehatan dan Presiden Joko Widodo sebagai penanggung jawab ke pengadilan.
Muncul isu bahwa penghentian jaminan ini dikarenakan mahalnya harga obat, dengan neraca BPJS Kesehatan yang terus defisit. Namun BPJS Kesehatan membantah hal tersebut, dan berkilah penghentian jaminan sudah mendapat persetujuan dari pakar karena alasan keampuhan.
Di sisi lain, Kemenkes menyebut hingga saat ini Trastuzumab masih menjadi tanggungan BPJS Kesehatan berdasarkan Kepmenkes 856/2017 tentang Formularium Obat Nasional dan Permenkes 22/2018.
4. Heboh Cacing dalam Ikan Makarel Kalengan
BPOM RI menemukan adanya parasit cacing dalam produk ikan makarel kalengan. Temuan ini membuat heboh, dan menghasilkan pro-kontra.
Menkes Nila Moeloek menyebut menjaga sterilitas makanan kalengan sangat penting. Namun menurutnya, cacing dalam ikan makarel kalengan akan mati jika dimasak sehingga tidak berbahaya.
Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Pencernaan, Ari Fahrial Syam mengatakan cacing yang ditemukan pada ikan makarel kalengan adalah cacing dengan nama Anisakis sp. Jika masuk dalam tubuh, manusia bisa terinfeksi penyakit Anisakiasis.
Namun pakar standarisasi mutu produk perikanan, Sunarya, mengatakan cacing dalam produk ikan makarel kalengan tidak berbahaya karena sudah mati karena produk sudah melalui pembekuan minus 20 derajat dan pemanasan lebih dari 65 derajat.
Tag
Berita Terkait
-
WHO: Wabah Campak Mengancam Dunia karena Masyarakat Ogah Imunisasi
-
Dokter Terawan Cuci Otak 1.000 Warga Vietnam, Tarifnya Rp 25 Juta
-
Remaja Mabuk Air Pembalut, Orangtua Kini Harus Melek soal NAPZA
-
Belum Penuhi Target, Imunisasi MR Diperpanjang sampai 31 Desember
-
Ketua MUI Jelaskan Latar Belakang Fatwa Mubah Vaksin MR
Terpopuler
- 4 HP RAM 8 GB Harga di Bawah Rp1,5 Juta: Kamera Bagus, Performa Juara
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
- Link Gratis Baca Buku Broken Strings, Memoar Pilu Aurelie Moeremans yang Viral
- 4 Mobil Bekas Rp50 Jutaan yang Ideal untuk Harian: Irit, Gesit Pas di Gang Sempit
- 5 Cat Rambut untuk Menutupi Uban: Hasil Natural, Penampilan Lebih Muda
Pilihan
-
Gurita Bisnis Adik Prabowo, Kini Kuasai Blok Gas di Natuna
-
Klaim "Anti Banjir" PIK2 Jebol, Saham PANI Milik Aguan Langsung Anjlok Hampir 6 Persen
-
Profil Beckham Putra, King Etam Perobek Gawang Persija di Stadion GBLA
-
4 HP Snapdragon RAM 8 GB Paling Murah untuk Gaming, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terancam Tembus Rp17.000
Terkini
-
Implan Gigi Jadi Solusi Modern Atasi Masalah Gigi Hilang, Ini Penjelasan Ahli
-
Apa Beda Super Flu dengan Flu Biasa? Penyakitnya Sudah Ada di Indonesia
-
5 Obat Sakit Lutut Terbaik untuk Usia di Atas 50 Tahun, Harga Mulai Rp 13 Ribu
-
Kalimantan Utara Mulai Vaksinasi Dengue Massal, Kenapa Anak Jadi Sasaran Utama?
-
Kesehatan Anak Dimulai Sejak Dini: Gizi, Anemia, dan Masalah Pencernaan Tak Boleh Diabaikan
-
Krisis Senyap Pascabencana: Ribuan Pasien Diabetes di Aceh dan Sumut Terancam Kehilangan Insulin
-
Fakta Super Flu Ditemukan di Indonesia, Apa Bedanya dengan Flu Biasa?
-
Soroti Isu Perempuan hingga Diskriminasi, IHDC buat Kajian Soroti Partisipasi Kesehatan Indonesia
-
Mengapa Layanan Wellness dan Preventif Jadi Kunci Hidup Sehat di 2026
-
Ancaman Kuman dari Botol Susu dan Peralatan Makan Bayi yang Sering Diabaikan