Health / Konsultasi
Selasa, 01 Januari 2019 | 21:23 WIB
Defisiensi nutrisi berkelanjutan bisa berbahaya. (Shutterstock)

Suara.com - Defisiensi nutrisi bukan sekadar kekurangan gizi. Pakar menyebut defisiensi nutrisi bisa berbahaya dan menyerang siapa saja, baik anak-anak maupun dewasa.

Defisiensi nutrisi atau malnutrisi adalah kondisi di mana tubuh tidak mendapatkan vitamin atau mineral yang dibutuhkan secar cukup.

Defisiensi nutrisi mengubah fungsi dan proses tubuh pada tingkat sel yang paling dasar. Menurut Tricia L. Psota, ahli gizi diet terdaftar di George Washington University, defisiensi nutrisi yang berlangsung lama bisa sangat berbahaya.

Untuk itu, Anda wajib mengenali gejala defisiensi nutrisi. Berikut lima defisiensi nutrisi yang pada umumnya kerap terjadi, dikutip dari Medical Daily.

1. Kalsium

Sebuah studi pada 2013 menjelaskan orang dewasa yang lebih tua dan remaja yang mengalami kelebihan berat badan cenderung mengalami defisiensi kalsium.

Ahli diet mengatakan untuk menghindarinya, Anda harus memenuhi tiga porsi makanan kaya kalsium setiap hari. Produk susu, brokoli, tofu, biji-bijian, ikan salmon bisa menjadi pilihan.

2. Vitamin B12

Vitamin B12 banyak terkandung dalam makanan hewani, yang berarti mereka yang menjalani program diet vegetarian memiliki risiko kekurangan yang lebih tinggi.

Baca Juga: Ada Kejadian Aneh di Makam Andi Seventeen, Diungkap Erix Soekamti

Daging sapi, telur, ayam dan makanan laut adalah beberapa sumber vitamin yang umum.

3. Zat besi

Kelelahan, sistem kekebalan tubuh yang jelek, dan rambut rontok, menjadi indikator ketika tubuh kekurangan zat besi.

Daging merupakan sumber zat besi, namun bagi vegetarian kamu bisa mengonsumsi asupan kacang, biji-bijian, sayuran berdaun hijau, sereal, dan tahu.

4. Magnesium

Natalie Brady, ahli gizi terdaftar yang berbasis di Selandia Baru, menyatakan ada banyak kebiasaan yang membuat suplai magnesium kita menipis.

Load More