Suara.com - Ruam Kemerahan di Bokong dan Ketiak, Ternyata Gejala Kanker Anus.
Ruam kemerahan bisa muncul karena berbagai sebab, mulai dari infeksi kulit, gangguan autoimun, hingga reaksi alergi. Namun siapa sangka, ruam kemerahan yang muncul di bokong dan ketiak perempuan ini ternyata bisa gejala kanker anus.
Seorang perempuan asal Kansas, Amerika Serikat, didiagnosis dengan penyakit langka. Setelah mengalami ruam kemerahan di bagian paha, bokong, dan ketiak selama 11 bulan, barulah si perempuan memeriksakan diri ke dokter.
Dilansir Himedik dari Newsweek, ruam kemerahan tersebut berubah menjadi lesi berbentuk cincin dan terasa sangat gatal. Kondisinya tidak membaik, meskipun sudah diberikan obat anti-inflamasi dan alergi.
Empat bulan kemudian, ruam kemerahan tersebut terus berkembang menjadi bercak merah yang melingkar. Dia juga mulai mengalami sakit perut, diare, dan muntah.
Pemeriksaam kolonoskopi menunjukkan perempuan tersebut ternyata mengalami kanker anus tipe IIA. Sebelum memulai radiasi dan kemoterapi, wanita itu menemui dokter kulit sehingga ruamnya dapat diobati.
"Dia menerima diagnosis klinis eritema gyratum repens, ruam paraneoplastik yang jarang terjadi, biasanya berhubungan dengan kanker payudara, paru-paru, atau kanker kerongkongan," demikian keterangan dalam laporan kasus itu.
Dia dirawat dengan steroid dan obat yang biasanya digunakan untuk nyeri saraf. Tiga bulan kemudian, ruam mereda dan dia pun menjalani kemoterapi dan radiasi.
Pada kunjungan lanjutan di bulan kedelapan, kanker tetap dalam remisi dan ruam belum sembuh.
Baca Juga: Cegah Satwa Obesitas, Kebun Binatang Ini Bikin Gym untuk Reptil
Erythema gyratum repens adalah kondisi yang langka. Menurut MedScape, kurang dari 100 kasus ditemukan dalam literatur medis.
Bagaimana dan mengapa kondisi ini terjadi tidak diketahui walaupun diduga itu bisa menjadi respon imun di mana antigen dari tumor bereaksi dengan antigen kulit. (Himedik/Yuliana Sere)
Berita Terkait
Terpopuler
- Janji Ringankan Kasus, Oknum Jaksa di Banten Ancam Korban Bayar Rp2 Miliar atau Dihukum Berat
- 5 HP Murah Terbaru Lolos Sertifikasi di Indonesia, Usung Baterai Jumbo hingga 7.800 mAh
- 6 Bedak Tabur Tahan Air, Makeup Tetap Mulus Meski Keringatan Seharian
- 69 Kode Redeem FF Max Terbaru 14 April 2026: Ada Skin Chromasonic dan Paket Bawah Laut
- 5 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Kulit Wajah di Indomaret dan Harganya
Pilihan
-
Timnas Indonesia U-17 Diganyang Malaysia, Kurniawan Ungkap Borok Kekalahan
-
Beban Ganda Wanita Saat WFH: Terjebak Laptop dan Pekerjaan Rumah Tangga
-
Hore! Jogja Berlakukan Perpanjangan STNK Tanpa KTP Asli, Calo PajakMakin Terhimpit
-
Daftar Starting XI Timnas Indonesia U-17 vs Malaysia: Dava Yunna Masih Jadi Tumpuan!
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
Terkini
-
Perempuan Berlari 2026: Integrasi Olahraga, Kesehatan Mental, dan Literasi Keuangan
-
Bukan Sekadar Sekolah, Anak Neurodivergent Butuh Dukungan Menyeluruh untuk Tumbuh
-
Awas Logam Berat! Ini 7 Deretan Risiko Kesehatan Jika Mengonsumsi Ikan Sapu-Sapu
-
Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa
-
Saat Screen Time Tak Bisa Dihindari, Ini Rekomendasi Tontonan Anak yang Aman dan Edukatif
-
Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak
-
Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat
-
Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan
-
Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan
-
96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan