Suara.com - Rumah, kamar tidur, atau meja kerja yang berantakan memang tidak enak dilihat. Namun, tahukah Anda, selain masalah kenyamanan mata, ternyata lingkungan sekitar yang berantakan juga bisa memengaruhi tingkat kecemasan, tidur, dan kemampuan kita untuk fokus. Intinya, rumah berantakan berefek buruk untuk kesehatan.
Hal inilah yang diungkap oleh para peneliti neuroscience yang melakukan studinya menggunakan fMRI (fungsional magnetic resonance imaging) di 2011 silam.
Menurut mereka, setelah melakukan pengukuran fisiologis, terdapat hubungan antara ruangan yang berantakan dengan kurangnya kemampuan seseorang untuk fokus dan memproses informasi, serta penurunan produktivitas. Kekacauan bisa membuat kita merasa stres, cemas, dan tertekan.
Dilansir dari Men's Health, meski penuhnya lemari atau tumpukan kertas di sekitar rumah mungkin tampak tidak berbahaya, tetapi penelitian ini menunjukkan disorganisasi dan kekacauan memiliki efek kumulatif pada otak kita.
Otak kita menyukai keteraturan, dan otak akan terus mengingat tentang ketidakteraturan yang pada akhirnya menguras sumber daya kognitif, mengurangi kemampuan kita untuk fokus. Gangguan visual tentang lingkungan yang berantakan ini pada akhirnya dapat mengurangi memori kerja kita.
Selain itu, penelitian dari Amerika Serikat (AS) pada 2009 juga menemukan bahwa kadar hormon stres kortisol lebih tinggi pada ibu yang rumahnya berantakan.
Ruangan yang berantakan secara kronis dapat membebani seseorang untuk bertahan hidup. Respons ini dapat memicu perubahan fisik dan psikologis yang memengaruhi cara kita memerangi serangga dan mencerna makanan, serta membuat kita berisiko lebih besar terkena diabetes tipe 2 dan penyakit jantung. Ruangan yang berantakan mungkin juga memiliki implikasi pada hubungan kita dengan orang-orang di sekitar kita.
Bahkan, sebuah studi di AS pada 2016, juga menemukan ruangan yang berantakan mengakibatkan partisipan kurang mampu menafsirkan dengan benar ekspresi emosi pada wajah karakter dalam sebuah film.
Dan yang mengejutkan, efek tersebut tidak hilang ketika kita akhirnya tidur. Orang-orang yang tidur di kamar yang berantakan lebih cenderung memiliki masalah tidur, termasuk kesulitan tidur dan terganggu pada malam hari.
Baca Juga: Israel Larang Perempuan Palestina Masuk Al-Aqsha, Alasannya Bikin Miris
Berbagai penelitian juga menemukan hubungan antara ruangan yang berantakan dengan pilihan makanan yang buruk. Ruangan yang berantakan dan kacau membuat peserta dalam satu penelitian makan lebih banyak makanan ringan, makan dua kali lebih banyak kue daripada peserta yang memiliki dapur yang rapi.
Penelitian lain menunjukkan bahwa berada di ruangan yang berantakan akan membuat Anda dua kali lebih mungkin makan cokelat daripada apel. Akhirnya, orang-orang dengan rumah yang berantakan 77 persen lebih cenderung mengalami kelebihan berat badan.
Rumah rapi telah diketahui sebagai prediktor kesehatan fisik. Peserta yang rumahnya lebih rapi dan bersih, menurut penelitian lain, memiliki kesehatan fisik yang lebih baik.
Tapi sepertinya berantakan tidak selalu buruk. Satu penelitian menunjukkan meja yang berantakan bisa membuat kita lebih kreatif. Temuan ini juga mengatakan lingkungan yang rapi dan tertata membuat kita lebih mungkin untuk menyesuaikan diri dengan harapan dan bermain aman, sementara lingkungan yang berantakan menggerakkan kita untuk melepaskan diri dari norma dan melihat berbagai hal dengan cara yang baru. Jadi, Anda pilih rumah yang rapi atau berantakan?
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP RAM 8 GB Harga di Bawah Rp1,5 Juta: Kamera Bagus, Performa Juara
- 4 Mobil Bekas Rp50 Jutaan yang Ideal untuk Harian: Irit, Gesit Pas di Gang Sempit
- 5 Cat Rambut untuk Menutupi Uban: Hasil Natural, Penampilan Lebih Muda
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
Pilihan
-
Nama Orang Meninggal Dicatut, Warga Bongkar Kejanggalan Izin Tanah Uruk di Sambeng Magelang
-
Di Reshuffle Prabowo, Orang Terkaya Dunia Ini Justru Pinang Sri Mulyani untuk Jabatan Strategis
-
Akun RHB Sekuritas Milik Wadirut Dijebol, Ada Transaksi Janggal 3,6 Juta Saham BOBA
-
Danantara Janji Bangkitkan Saham Blue Chip BUMN Tahun Ini
-
Gurita Bisnis Adik Prabowo, Kini Kuasai Blok Gas di Natuna
Terkini
-
Hati-hati saat Banjir! Jangan Biarkan 6 Penyakit Ini Menyerang Keluarga Anda
-
Pankreas, Organ yang Jarang Disapa Tapi Selalu Bekerja Diam-Diam
-
Perawatan Kulit Personal Berbasis Medis, Solusi Praktis di Tengah Rutinitas
-
Implan Gigi Jadi Solusi Modern Atasi Masalah Gigi Hilang, Ini Penjelasan Ahli
-
Apa Beda Super Flu dengan Flu Biasa? Penyakitnya Sudah Ada di Indonesia
-
5 Obat Sakit Lutut Terbaik untuk Usia di Atas 50 Tahun, Harga Mulai Rp 13 Ribu
-
Kalimantan Utara Mulai Vaksinasi Dengue Massal, Kenapa Anak Jadi Sasaran Utama?
-
Kesehatan Anak Dimulai Sejak Dini: Gizi, Anemia, dan Masalah Pencernaan Tak Boleh Diabaikan
-
Krisis Senyap Pascabencana: Ribuan Pasien Diabetes di Aceh dan Sumut Terancam Kehilangan Insulin
-
Fakta Super Flu Ditemukan di Indonesia, Apa Bedanya dengan Flu Biasa?