Suara.com - Mengenal Kusta, Penyakit Menular yang Sering Dianggap Hasil Guna-Guna.
Kusta merupakan salah satu penyakit menular yang masih ada di Indonesia. Penyebabnya adalah kuman Mycobacterium leprae.
Pengidap kusta biasanya memiliki gejala bercak putih di beberapa bagian tubuh yang sering dikira hanya panu, kurap, atau infeksi jamur saja.
Disampaikan Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Kemenkes, dr. Wiendra Waworuntu, M.Kes, meski tergolong menular, penyakit kusta ini tidak mematikan. Bahkan penderitanya bisa dinyatakan sembuh jika menjalani pengobatan yang tepat.
"Pengobatan sedini mungkin dengan multidrugs therapy sangat efektif dalam mencegah kecacatan. Bahkan kusta dapat disembuhkan tanpa cacat jika diobati secara dini dan tepat," ujar dr. Wiendra dalam temu media Peringatan Hari Kusta di Kementerian Kesehatan, Kamis (7/2/2019).
Dr. Wiendra menambahkan bahwa seringkali kusta diasosiasikan dengan penyakit kutukan atau hasil guna-guna. Stigma negatif yang disematkan pada penderita kusta inilah, kata dia, yang menjadi kendala dalam mencapai eliminasi kusta di Indonesia.
Di Indonesia sendiri, kata Wiendra, masih ada 10 provinsi yang belum bebas kusta. Sebagian besar, kata dia, berada di wilayah Indonesia Timur seperti Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Barat, Gorontalo, Sulawesi Utara, Maluku, Papua, Maluku Utara, dan Papua Barat.
"Kenapa wilayah Indonesia Timur, karena di sana aksesnya sulit. Di Papua Barat, misalnya, di sana petugas kesehatan terbatas sehingga mereka tidak tahu kalau ada penduduknya yang kusta. Belum lagi penyakit kusta ini mirip dengan penyakit lain sehingga sering salah diagnosis dan pengobatan menjadi tertunda," imbuh dia.
Dalam kesempatan yang sama, dr. Sri Linuwih Menaldi, SpKK dari Divisi Dermatologi Infeksi Tropik FKUI RSCM mengatakan bahwa meski menular sebenarnya kusta tidak mudah menular. Maksudnya, untuk penularan, harus ada kontak erat antara penderita dan orang lain dalam waktu yang cukup lama.
Baca Juga: Vanessa Angel Ngamuk Sendalnya Terinjak Wartawan
"Utamanya ditularkan lewat udara, seperti batuk. Tapi proses penularan betul-betul butuh waktu 2-5 tahun. Kontak erat minimal berada di dalam ruangan yang sama tiga bulan berturut-turut atau minimal 20 jam per minggu. Jadi kalau baru sekali ketemu, kontak dengan penderita belum tentu akan tertular," tandas dia.
Berita Terkait
-
Sama-sama Menular, Ini Bedanya Kusta Basah dan Kusta Kering
-
Ada Bercak Putih di Badan? Waspada Penyakit Kusta
-
Hari Kusta Internasional 2019, Kenali Lebih Jauh tentang Penyakit Ini
-
Penyakit Menular Jadi Masalah Kesehatan Utama di Negara Islam
-
Awas Terjangkit Penyakit Menular Seksual, Ini Mitos dan Faktanya
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Update Kuota PINTAR BI Wilayah Jawa dan Luar Jawa untuk Penukaran Uang
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
Terkini
-
Lonjakan Kasus Kanker Global, Pencegahan dengan Bahan Alami Kian Dilirik
-
Cara Memilih dan Memakaikan Popok Dewasa untuk Cegah Iritasi pada Lansia
-
5 Fakta Keracunan MBG Cimahi: Pengelola Minta Maaf, Menu Ini Diduga Jadi Penyebab
-
4 Penjelasan Sains Puasa Membantu Tubuh Lebih Sehat: Autofagi, Insulin dan Kecerdasan
-
Mendampingi Anak Gamer: Antara Batasan, Keamanan, dan Literasi Digital
-
Selamat Tinggal Ruam! Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Mengeksplorasi Tanpa Batasan Kenyamanan
-
Tantangan Penanganan Kanker di Indonesia: Edukasi, Akses, dan Deteksi Dini
-
Virus Nipah Mengintai: Mengapa Kita Harus Waspada Meski Belum Ada Kasus di Indonesia?
-
Transformasi Layanan Kesehatan Bawa Semarang jadi Kota Paling Berkelanjutan Ketiga se-Indonesia
-
Membangun Kebiasaan Sehat: Pentingnya Periksa Gigi Rutin bagi Seluruh Anggota Keluarga