Suara.com - Sama-sama Menular, Ini Bedanya Kusta Basah dan Kusta Kering
Kusta terbagi menjadi dua, yakni kusta basah dan kusta kering. Disampaikan dr. Sri Linuwih Menaldi, Sp.KK dari Divisi Dermatologi Infeksi Tropik Fakultas Kedokeran Universitas Indonesia- RS Cipto Mangunkusumo, masing-masing jenis kusta memiliki gejala dan pengobatan yang berbeda.
Untuk kasus kusta kering atau pausibasiler, bakteri menyerang saraf sehingga tidak bisa bekerja sempurna. Gejalanya ditandai dengan kelenjar keringat yang tidak berfungsi dengan baik sehingga kulit menjadi bersisik.
Meski demikian kusta kering tergolong infeksi ringan karena jumlah bakterinya lebih sedikit.
Sedangkan kusta basah, kata dr Sri ditandai dengan permukaan kulit yang basah dan mengkilap. Kerusakan saraf yang ditimbulkan cenderung lambat.
Namun jenis kusta inilah yang lebih mudah menular dibandingkan kusta kering.
"Bentuknya bercaknya merah mengkilap basah. Ini yang menular karena jumlah bakterinya sangat banyak. Utamanya ditularkan lewat udara. Bercak dari batuk," ujar dr Sri dalam peringatan Hari Kusta di Kementerian Kesehatan, Kamis (7/2/2019).
Sri menambahkan meski menular, kuman penyebab kusta mudah mati jika tidak mendapat media makhluk hidup lainnya. Orang dengan daya tahan tubuh lemah cenderung rentan tertular kusta.
Itu sebabnya pencegahan terbaik adalah menjalani pola hidup sehat sehingga daya tahan tubuh meningkat.
Baca Juga: Presiden Jokowi Resmi Dilaporkan ke Bareskrim Polri
"Utamanya ditularkan lewat udara, seperti batuk. Tapi proses penularan betul-betul butuh waktu 2-5 tahun. Kontak erat minimal berada di dalam ruangan yang sama, tiga bulan berturut-turut atau minimal 20 jam per minggu. Jadi kalau baru sekali ketemu, kontak dengan penderita belum tentu akan tertular," ujar dia.
Selain itu penularan juga bisa terjadi lewat sentuhan kulit langsung dengan penderita yang mengalami lecet atau luka.
"Kalau pasien kusta basah bisa menularkan di atas permukaan kulit kalau ada luka. Kontak antar kulit langsung mungkin tapi harusnya kulit yang ditulari tidak lecet. Kunci penularan lama dan erat serta sentuhan pada kulit terbuka," tandas dia.
Berita Terkait
-
Mengenal Kusta, Penyakit Menular yang Sering Dianggap Hasil Guna-Guna
-
Ada Bercak Putih di Badan? Waspada Penyakit Kusta
-
Hari Kusta Internasional 2019, Kenali Lebih Jauh tentang Penyakit Ini
-
Ternyata Bad Mood Itu Menular Lho, Ini Cara Mengatasinya
-
Bercak Putih di Badan, Ini Cara Bedakan Panu dengan Kusta
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 5 Rekomendasi Parfum Lokal yang Wanginya Segar seperti Malaikat Subuh
- 67 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 April 2026: Sikat Item Undersea, Evo Draco, dan AK47
Pilihan
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
Terkini
-
Bukan Sekadar Sekolah, Anak Neurodivergent Butuh Dukungan Menyeluruh untuk Tumbuh
-
Awas Logam Berat! Ini 7 Deretan Risiko Kesehatan Jika Mengonsumsi Ikan Sapu-Sapu
-
Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa
-
Saat Screen Time Tak Bisa Dihindari, Ini Rekomendasi Tontonan Anak yang Aman dan Edukatif
-
Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak
-
Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat
-
Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan
-
Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan
-
96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan
-
Aktivitas Bermain Menunjang Perkembangan Holistik dan Kreativitas Anak