Suara.com - Infeksi Mata Karena Pakai Softlens? Hindari Dengan 4 Cara Ini.
Penggunaan softlens alias lensa kontak lebih praktis dan trendy di zaman modern seperti sekarang.
Pilihan lensa yang berwarna-warni akan membuat mata Anda jadi lebih indah. Namun, tetap saja ada orang yang tidak mau pakai softlens karena takut mengalami infeksi mata.
Sebenarnya, efek pakai softlens ini sangat mungkin dicegah, kok. Yuk, intip cara pakai softlens yang benar supaya mata bebas infeksi dilansir Hello Sehat.
1. Pastikan tangan bersih
Pertama-tama, cuci tangan Anda dengan air bersih dan sabun. Lalu, keringkan dengan handuk bersih. Gunakan ujung jari telunjuk dan jari tengah Anda untuk mengambil lensa kontak dari wadahnya. Menggunakan tangan yang satunya, lebarkan bagian atas dan bawah kelopak mata Anda.
Letakkan lensa kontak pada bagian putih mata Anda dengan lembut. Pejamkan mata Anda perlahan, lalu gerakkan bola mata Anda dan berkediplah beberapa kali hingga terpasang sempurna.
Untuk melepasnya, pastikan Anda telah mencuci tangan dengan bersih, lalu arahkan mata Anda ke atas, geser lensa ke bagian putih mata secara perlahan. Cubit lensa kontak menggunakan telunjuk dan ibu jari dengan lembut, lalu lepaskan dari mata Anda. Jika cara memasang dan melepasnya sudah benar, Anda bisa terhindar dari risiko infeksi mata.
2. Jangan lupa bersihkan softlens
Baca Juga: Begini Trik Pakai Makeup Glass Skin Untuk Pemilik Kulit Berjerawat
Ada jenis lensa kontak yang langsung dapat dibuang setelah digunakan, dan ada pula lensa berjangka waktu yang perlu dibersihkan secara rutin. Nah, efek pakai softlens ini terjadi jika lensa jarang dibersihkan. Saat membersihkan lensa kontak, pakailah cairan pembersih maupun obat tetes mata yang sesuai dengan jenis dan merk yang Anda gunakan.
Untuk membersihkannya, letakkan lensa kontak pada telapak tangan Anda. Kemudian, gosoklah secara lembut menggunakan jari telunjuk. Ulangi hal ini setiap kali lensa kontak selesai digunakan.
3. Simpan lensa kontak di tempatnya
Lensa kontak sangat rentan terpapar debu dan kotoran. Maka dari itu, Anda perlu cermat dalam menjauhkannya dari benda sehari-hari yang menjadi sumber keduanya.
Cegah permukaan lensa bersentuhan langsung dengan air keran, air botolan, ataupun air penyulingan. Rutinlah mengganti cairan di dalam tempat lensa kontak, dan jangan lupa mengganti tempatnya setiap tiga bulan sekali. Sebisa mungkin, jangan pula membiarkan ujung botol bersentuhan dengan jari, mata, maupun benda lainnya.
4. Hindari kebiasaan buruk yang sebabkan infeksi mata
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Adu Tajam! Persija Punya Mauro Zijlstra, Persib Ada Sergio Castel, Siapa Bomber Haus Gol?
Pilihan
-
Menuju Juara Piala Asia Futsal 2026: Perjalanan Timnas Futsal Indonesia Cetak Sejarah
-
PTBA Perkuat Hilirisasi Bauksit, Energi Berkelanjutan Jadi Kunci
-
Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
-
Kisah Petani Gurem, Dihantui Pangan Murah Rendah Gizi
-
Ketika Hujan Tak Selalu Berkah, Dilema Petani Sukoharjo Menjaga Dapur Tetap Ngebul
Terkini
-
Mengenal Ultra Low Contrast PCI, Pendekatan Tindakan Jantung yang Lebih Ramah Ginjal
-
Bukan Sekadar Timbangan: Mengapa Obesitas Resmi Jadi Penyakit Kronis di 2026?
-
Bayi Sering Gumoh? Umumnya Normal, Tapi Wajib Kenali Tanda Bahaya GERD
-
Melawan Angka Kematian Kanker yang Tinggi: Solusi Lokal untuk Akses Terapi yang Merata
-
Atasi Batuk Ringan hingga Napas Tidak Nyaman, Pendekatan Nutrisi Alami Kian Dipilih
-
Jangan Abaikan Kelainan Refraksi, Deteksi Dini Menentukan Masa Depan Generasi
-
Toko Sociolla Pertama di Sorong, Lengkapi Kebutuhan Kecantikan di Indonesia Timur
-
Awali 2026, Lilla Perkuat Peran sebagai Trusted Mom's Companion
-
Era Baru Kesehatan Mata: Solusi Tepat Mulai dari Ruang Dokter Hingga Mendapatkan Kacamata Baru
-
Dokter Ungkap: Kreativitas MPASI Ternyata Kunci Atasi GTM, Perkenalkan Rasa Indonesia Sejak Dini