Suara.com - Dipaksa Belajar untuk Masuk TK, Anak 2 Tahun Stres Hingga Botak
Kebotakan biasanya terjadi pada lelaki yang sudah berusia paruh baya. Namun, seorang bocah berusia 2 tahun mengalami kebotakan, akibat stres yang dialaminya.
Dikutip Himedik dari World Of Buzz, balita berusia 2 tahun bernama Tong Tong asal Shanghai, China, tiba-tiba mengalami penipisan rambut. Sang ibu pun kerap menemukan helai rambut di bantal sang anak.
Pemeriksaan dokter menyebut Tong Tong mengalami alopecia areata, penyakit autoimun umum yang menyebabkan kerontokan rambut di kulit kepala dan wajah.
Kondisi ini umum di kalangan orang dewasa dan remaja, tetapi tentu saja bukan balita. Dokter mengatakan Tong Tong adalah pasien termuda yang pernah mereka periksa dengan penyakit ini.
"Apakah anak itu mengalami perubahan besar dalam hidupnya?" tanya sang dokter kepada ibunya.
Setelah Dokter Goh terus mendesak, sang ibu akhirnya mengungkapkan betapa kompetitif dirinya hanya untuk membuat anaknya terdaftar di taman kanak-kanak yang lebih terkemuka.
Rupanya, semua anak harus melalui ujian masuk dan hanya yang terbaik dan paling cerdas yang akan dipilih.
Untuk mendapatkan tempat bagi Tong Tong di sebuah taman kanak-kanak lokal yang terkenal, ia mendaftarkannya ke dalam lima kelas. Kelas ini adalah kelas bahasa inggris, matematika, piano, seni dan hosting.
Baca Juga: Nur Wahid, Pedagang Cakwe Jadi Caleg Pemilu 2019 di Bekasi
Dia mengaku bahwa semua pelajaran ini memang perlu karena dia takut Tong Tong akan kalah saing dengan anak-anak lain jika dia tidak mendaftarkannya di kelas itu.
Tidak hanya itu, setiap kali balita itu menolak untuk duduk dan belajar, dia akan mendorongnya dengan mengatakan, "Kamu harus belajar keras agar bisa masuk di Taman Kanak-Kanak."
Namun, bukan hanya Tong Tong, ibunya pun mengalami stres setiap malam dan tidak bisa tidur khawatir tentang pendidikan anaknya.
Setelah mengetahui kebenarannya, dokter menyarankannya untuk mengurangi kelas-kelas itu karena kerontokan rambut Tong Tong kemungkinan besar dipicu oleh banyaknya tekanan dari kelas-kelas tersebut.
Duh, kasihan ya umur 2 tahun sudah dipaksa belajar demi masuk TK hingga stres dan botak. (Himedik/Yuliana Sere)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- 4 Bohlam Lampu Emergency LED Terbaik Otomatis Nyala saat Mati Listrik, Lebih Aman Tanpa Lilin
Pilihan
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
Terkini
-
Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif
-
El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?
-
Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis
-
WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global
-
Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!
-
Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens
-
Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?
-
Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak
-
Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh