Suara.com - Presenter Ananda Omesh mengungkapkan pengalamannya kehilangan suaranya. Hal tersebut diutarakannya kepada komedian Andre Taulany.
Ia menyebut penyebabnya sebagai vocal abuse, atau secara harfiah diterjemahkan sebagai penyiksaan suara.
"Yang kejadian sama saya itu adalah pita suaranya rusak," ujar Omesh dalam video yang ditayangkan di kanal YouTube TAULANY TV, Selasa (12/3/2019).
Omesh menceritakan, suaranya mendadak hilang ketika ia membawakan sebuah acara di depan kamera. Setelah minum dan diam untuk beberapa saat, suaranya tetap tak kembali, sehingga dirinya merasa hancur dan terpuruk.
Selama dua bulan belakangan, seperti dikatakan Omesh, dirinya memang tak pernah tampil di layar kaca. Hal itu lantaran suami Dian Ayu Lestari ini harus bolak-balik Indonesia-Singapura demi menjalani pengobatan dan terapi untuk mengembalikan kemampuan bicaranya dan teknik mengeluarkan suara.
Menurut para pakar dari Harvard Medical School, terdapat 5 penyebab umum suara orang dewasa terganggu karena laringitis kronik, suatu kondisi yang merusak pita suara:
1. Bicara terlalu banyak atau keras
Bagi orang-orang yang pekerjaannya bergantung pada suara mereka, seperti penyanyi, aktor, operator telepon, guru, pembawa acara, pelatih, dan sebagainya, berteriak kerap dilakukan agar suaranya keras dan lebih terdengar.
Anak-anak pun bisa menderita laringitis kronis karena terlalu banyak menggunakan atau menyalahgunakan suara, terutama jika sering berteriak.
Baca Juga: Sand Bath, Wisata Unik Berendam di Pasir yang Punya Manfaat Kesehatan
2. Merokok
Asap rokok mengiritasi laring, sehingga menyebabkan pembengkakan dan peradangan yang menebalkan pita suara. Penebalan ini dapat menurunkan nada suara atau membuatnya terdengar serak dan keras.
3. Ketergantungan pada alkohol
Minum terlalu banyak alkohol menyebabkan iritasi kimia pada laring. Akibatnya, akan terjadi perubahan yang mirip dengan yang terlihat pada perokok.
4. Penyakit asam lambung
Gastroesophageal reflux disease (GERD) adalah kelainan di mana cairan asam lambung mengalir mundur ke kerongkongan dan tenggorokan, hingga bisa mengiritasi laring.
5. Paparan bahan kimia atau debu
Orang yang kerap terpapar bahan kimia atau debu ketika bekerja sangat berisiko menderita laringitis kronis dan masalah pernapasan. Maka dari itu, Departemen Tenaga Kerja AS memantau banyak produk industri dan memberikan panduan keselamatan untuk penanganan dan paparan melalui Administrasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (OSHA).
Berita Terkait
Terpopuler
- 30 Wakil Menteri Rangkap Jabatan Jadi Komisaris BUMN, Ini Daftar Namanya
- Petinggi FPI Novel Bamukmin Ditunjuk Jadi Komisaris Hotel Indonesia Natour
- 'Daripada Liburan Mending Melawan', Ibu-ibu di Jogja Geruduk Bundaran UGM Gugat Kebijakan Korup
- Kacamata Cat Eye Cocok untuk Bentuk Wajah Apa? Ini 3 Pilihan dengan Harga Ramah di Kantong
- 5 Sepatu Running Asics Diskon di Sports Station, Potongan Harga hingga 64 Persen
Pilihan
-
Cristiano Ronaldo Umumkan Perpisahan! Piala Dunia 2026 Jadi Panggung Terakhir
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
Terkini
-
Bukan Sekadar Ambil Rapor, Kehadiran Ayah Ternyata Jadi Bekal Penting Anak Menyambut Sekolah
-
Panas Ekstrem Kian Meluas, 22 Persen Penduduk Dunia Kini Alami Heat Stress
-
Indonesia Catat Sejarah Baru dengan Operasi Saluran Cerna Robotik Pertama
-
Ruang Ekspresi dan Bonding Keluarga Jadi Kunci Anak Tumbuh Percaya Diri dan Bahagia
-
Tak Cukup IQ, Psikolog Ingatkan Pentingnya Kecerdasan Emosi dan Sosial untuk Masa Depan Anak
-
Pertama di Indonesia, Transplantasi Ginjal dengan Teknologi Robotik Berhasil Dilakukan di RS Ini
-
Dokter Ungkap Bahaya 'Lelaki Tidak Bercerita', Bisa Picu Obesitas hingga Diabetes
-
Masih Dianggap Sepele, 9 Penyakit Tropis Ini Diam-Diam Bisa Bikin Kantong Jebol
-
Jawab Tantangan Diagnosis Kanker, RS Atma Jaya Luncurkan Layanan Hematologi dan Onkologi Terpadu
-
Jadi Oma Baru, Maia Estianty Cerita Pentingnya Menjaga Kesehatan Tulang dan Sendi agar Kuat