Suara.com - Bukan hanya peralatan makan, benda yang digunakan untuk mencuci peralatan dapur pun perlu diperhatikan. Salah satunya adalah spons cuci piring yang kerap diabaikan dan baru diganti kalau sudah rusak. Padahal benda tersebut justru menyimpan banyak bakteri dan kuman yang bisa menggangu kesehatan tubuh manusia.
Biasanya orang akan membuang atau mengganti spons cuci piring jika sudah rusak atau berbau. Beberapa juga pasti berpikir bahwa spons cuci piring selalu bersih karena selalu terkena sabun dan air.
Faktanya, spons cuci piring harus diganti sesering mungkin karena barang tersebut menyimpan banyak kotoran, bakteri dan kuman karena digunakan untuk mencuci peralatan dapur yang kotor terus menerus.
Dilansir HiMedik.com dari wellandgood.com, Leanne Stapf ari The Cleaning Authority mengatakan bahwa spons cuci piring justru menyimpan semua jenis bakteri, salah satunya e. coli yang berbahaya bagi seseorang dengan kekebalan tubuh lemah. Barang itu pula yang menjadi tempat terbaik berkembangnya bakteri jahat jika tak pernah dibersihkan dengan baik atau diganti.
Bagi orang yang ingin menghemat membeli spons baru karena spons lama masih bagus dan layak dipakai, Stapf menyarankan untuk mencucinya sesering mungkin dan kita bisa menggantinya saat spons sudah terlihat jelek atau tak layak pakai.
Cara membersihkan spons cuci piring pun tak sekadar menggunakan sabun dan air saja. Kita harus merendamnya dengan air bersih lalu diperas dan masukkan ke dalam microwave untuk membunuh kuman yang bersarang di sela-selanya.
Membersihkan spons cuci piring ini dianjurkan sesering mungkin menyesuaikan seberapa sering kita menggunakannya untuk cuci piring.
Sementara itu, sebuah penelitian juga menyatakan sebaiknya kita mengganti spons cuci piring setiap satu minggu sekali. Langkah tersebut guna mencegah bakteri yang terdapat di spons berkembang biak dan menyebar ke peralatan masak saat digunakan untuk mencuci.
Melansir dari huffingtonpost, jika seseorang membiarkan spons cuci piringnya tak diganti dan tidak dibersihkan dengan benar bisa saja bakteri di dalamnya berkembang biak dan tersebar lalu menyebabkan keracunan makanan atau sakit. Karena, membilas spons setiap kali cuci piring tidak cukup membuat semua bakteri dan kuman yang bersarang di spons larut begitu saja.
Baca Juga: Awas, Menggendong Landak Bisa Terjangkit Bakteri Salmonella
Studi yang dilakukan para peneliti menemukan, spons cuci piring adalah tempat banyak bakteri bersarang dan mudah tersebar lalu berisko menyebabkan patogenik. Banyaknya bakteri yang bersarang di spons cuci piring ini juga berkaitan dengan kondisi dapur yang menampung banyak mikroba.
Peneliti menyatakan dapur justru menjadi tempat dengan banyak mikroba dan bakteri aktif terbesar di rumah dibandingkan toilet. Studi juga menunjukkan kuman paling banyak di seluruh rumah terletak di saluran pembuangan wastafel dapur. Karena itu, spons dapur juga termasuk barang yang menyimpan banyak bakteri jahat.
Apalagi spons cuci piring ini juga tidak hanya bertindak sebagai mikroorganisme, tetapi juga penyebar bakteri di dapur sekaligus menyebabkan kontaminasi silang tangan dan makanan yang bisa membuat seseorang sakit.
Membersihkan spons cuci piring dengan air mendidih atau microwave memang bisa berhasil membunuh bakteri. Tetapi, itu tidak bisa dilakukan secara terus menerus karena spons cuci piring tetap harus diganti jika sudah berbau dan tidak layak pakai. (HiMedik.com/Shevinna Putti Anggraeni)
Tag
Berita Terkait
-
Makan Dua Buah Pisang Setiap Hari, Ini Deretan Manfaat yang Didapat
-
Dijual Mahal di Luar Negeri, Simak 7 Manfaat Buah Ceplukan bagi Kesehatan
-
Kaya Protein, Ikan Teri Bisa Bantu Turunkan Berat Badan
-
Hiii, Ini yang Akan Terjadi Jika Kamu Jarang Membersihkan Pusar
-
Bahaya Seks Oral, Bisa Sebabkan Stres hingga Kanker
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Sepeda Murah Kelas Premium, Fleksibel dan Awet Buat Goweser
- 5 City Car Bekas yang Kuat Nanjak, Ada Toyota hingga Hyundai
- 5 HP Murah RAM Besar di Bawah Rp1 Juta, Cocok untuk Multitasking
- Link Epstein File PDF, Dokumen hingga Foto Kasus Kejahatan Seksual Anak Rilis, Indonesia Terseret
Pilihan
-
CV Joint Lepas L8 Patah saat Pengujian: 'Definisi Nama Adalah Doa'
-
Ustaz JM Diduga Cabuli 4 Santriwati, Modus Setor Hafalan
-
Profil PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA), Saham Milik Suami Puan Maharani
-
Misi Juara Piala AFF: Boyongan Pemain Keturunan di Super League Kunci Kekuatan Timnas Indonesia?
-
Bukan Ragnar Oratmangoen! Persib Rekrut Striker Asal Spanyol, Siapa Dia?
Terkini
-
Atasi Batuk Ringan hingga Napas Tidak Nyaman, Pendekatan Nutrisi Alami Kian Dipilih
-
Jangan Abaikan Kelainan Refraksi, Deteksi Dini Menentukan Masa Depan Generasi
-
Toko Sociolla Pertama di Sorong, Lengkapi Kebutuhan Kecantikan di Indonesia Timur
-
Awali 2026, Lilla Perkuat Peran sebagai Trusted Mom's Companion
-
Era Baru Kesehatan Mata: Solusi Tepat Mulai dari Ruang Dokter Hingga Mendapatkan Kacamata Baru
-
Dokter Ungkap: Kreativitas MPASI Ternyata Kunci Atasi GTM, Perkenalkan Rasa Indonesia Sejak Dini
-
Solusi Bijak Agar Ibu Bekerja Bisa Tenang, Tanpa Harus Mengorbankan Kualitas Pengasuhan Anak
-
Dokter Saraf Ungkap Bahaya Penyalahgunaan Gas Tawa N2O pada Whip Pink: Ganggu Fungsi Otak!
-
Tidak Semua Orang Cocok di Gym Umum, Ini Tips untuk Olahraga Bagi 'Introvert'
-
Dehidrasi Ringan Bisa Berakibat Serius, Kenali Tanda dan Solusinya