Suara.com - Ada banyak sekali penelitian yang membuktikan bahwa aktivitas fisik dan olahraga memiliki manfaat kesehatan, baik secara fisik maupun mental. Terbaru, sebuah studi menyoroti bagaimana olahraga tim dapat mengurangi depresi pada anak-anak.
Studi yang dilakukan di Washington University ini mengungkapkan bahwa terlibat dalam olahraga tim menurunkan tingkat depresi anak laki-laki berusia antara 9 dan 11 tahun.
Penulis penelitian mengungkap bahwa keterlibatan dalam olahraga tim dapat meningkatkan volume hippocampal pada anak laki-laki maupun perempuan, dibandingkan kegiatan non-olahraga seperti musik atau seni.
Hippocampus adalah organ kecil yang terletak di lobus temporal medial otak yang berhubungan dengan emosi manusia dan memori jangka panjang. Inilah yang membuat anak laki-laki pada akhirnya terhindar dari depresi.
Dilansir dari The Health Site, peneliti mengimbau pada orangtua untuk bisa mendorong anak-anak mereka menjalani gaya hidup aktif sejak dini, di tengah gempuran dunia internet saat ini.
Apalagi, kita sudah mengetahui dampak buruk kesehatan dari gaya hidup yang tidak aktif. Ini dapat menyebabkan obesitas, penyakit kardiovaskular, osteoporosis, diabetes, dan depresi.
Hal pertama yang perlu Anda lakukan untuk memastikan membatasi waktu layar mereka adalah dengan mengikuti panduan terbaru dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk secreen time atau waktu layar.
Menurut pedoman WHO, Anda harus menjauhkan anak Anda dari layar gadget jika ia berusia kurang dari 12 bulan, dan membatasi waktu layarnya menjadi kurang dari satu jam jika ia berusia antara 1 hingga 5 tahun.
Anak-anak saat ini lebih suka bermain video game, menonton TV, atau berselancar di dunia maya melalui media sosial daripada keluar untuk bermain, bahkan olahraga. Ini tidak hanya meningkatkan risiko kelebihan berat badan, tetapi juga menghambat pembelajaran kognitif mereka.
Baca Juga: Sering Stres di Usia Dini, Bisa Picu Risiko Depresi
Keterampilan hidup mereka juga terganggu karena gaya hidup yang tidak menentu ini. Jadi, dorong anak-anak Anda untuk bermain di luar ruangan. Akan lebih baik jika Anda melibatkan mereka dalam olahraga tim.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 HP Xiaomi dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5, Terkencang di 2026!
- 7 Sepatu Lari Tahan Air Selevel Nike Vomero 18 GTX, Kualitas Top
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
- Foto Pangakalan Militer AS di Arab Saudi Hancur Beredar, Balas Dendam Usai Trump Hina MBS
Pilihan
-
Mulai Besok! BPH Migas Resmi Batasi Pembelian Pertalite dan Solar, Cek Aturan Mainnya
-
Masyarakat Diminta Tak Resah, Mensesneg Prasetyo Hadi Tegaskan Harga BBM Belum Ada Kenaikan
-
Clara Shinta Minta Tolong, Nyawanya Terancam karena Suami Bawa Senjata Api
-
Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
-
Petir Bikin Duel Kepulauan Solomon vs Saint Kitts and Nevis di Stadion GBK Ditunda
Terkini
-
Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin
-
Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak
-
Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026
-
Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS
-
Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat
-
Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem
-
Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil
-
Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya
-
2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik