Suara.com - Demi tampil cantik, seorang wanita usia 53 tahun dari Montana merasa hampir meninggal karena melakukan sedot lemak.
Wanita bernama Beatrix Searles ini menjadi korban sedot lemak gagal yang membuat daging di area perutnya membusuk.
Padahal ia sudah menghabiskan lebih dari Rp60 juta untuk menghilangkan lemak di bagian perut, kaki dan punggungnya di sebuah klinik di Kolombia.
Beberapa hari setelah sedot lemak, Beatrix langsung mengalami kulit di area perutnya berubah menjadi hitam dan membusuk.
Kondisi dagingnya di perutnya yang menghitam diduga kuat karena prosedur sedot lemak yang gagal dan membuatnya terkena infeksi. Beatrix pun diperkirakan mengidap penyakit necrotising fasciitis.
Karena kondisi yang memprihatinkan itu, Beatrix pun dianjurkan menjalani 7 operasi untuk memperbaiki operasi sedot lemaknya yang gagal dengan menghilangkan dagingnya yang membusuk.
Beatrix yang merasakan kesakitan akibat sedot lemak gagal pun menginginkan ahli bedah di klinik tempatnya operasi harus bertanggung jawab.
Bukan penampilan cantik yang diperolehnya, Beatrix justru merasakan siksaan yang sangat menyakitkan akibat sedot lemak yang dijalani di klinik Kolombia.
"Awalnya saya ingin operasi sedot lemak lebih dari 5 kilogram untuk meningkatkan kepercayaan diri. Karena itu, saya memutuskan sedot lemak di bagian kaki, perut dan punggung," ujarnya dikutip dari Daily Mail.
Baca Juga: Kenali Sedot Lemak Pipi yang Dilakukan Ratna Sarumpaet
Karena itu, Beatrix sempat mencari tahu informasi dan prosedur operasi sedot lemak untuk mempercantik penampilannya melalui internet dan youtube.
Ia pun sempat menyadari bahwa prosedur sedot lemak yang dijalaninya tidak sesuai dengan yang telah dilihatnya di internet.
Ternyata kekhawatirannya benar terjadi, praktik sedot lemak yang buruk di klinik pilihannya itulah yang membuat daging di area perutnya hitam dan membusuk.
Berita Terkait
-
Dihujat, Ria Ricis Jelaskan Oplas Hidung karena Lelah Pakai Obat
-
Terobosan Baru Penanganan Kanker Hati dan Pankreas Tanpa Bedah
-
Daftar Pemain Kolombia di Piala Dunia 2026, James Rodriguez dan Luis Diaz Jadi Tumpuan
-
Polisi Incar Pengendara yang Suka Akali Kamera ETLE di Operasi Patuh 2026
-
Viral Pantai Kartika di Konawe Selatan Hancur Digempur Tambang, Ini Perusahaan Pemilik Konsesinya
Terpopuler
- 7 HP Midrange Serasa Flagship 2026: Spesifikasi Premium dan Performa Juara
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 4 Sepatu Nike Tanpa Tali Serbaguna: Nyaman untuk Olahraga, Praktis buat Jalan Santai
- Danantara Sumberdaya Indonesia Batal Beroperasi Penuh, Pemerintah Mundurkan Skema Ekspor SDA di 2027
- Gugurkan Klaim Santriwati 'Hamil Tanpa Hubungan Badan', Polisi Tangkap Kiai di Pekalongan
Pilihan
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
-
Live 'Pocong Jadi-Jadian' Hebohkan Warga Sragen, 3 Pelajar Diamankan Polisi
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
Terkini
-
Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua
-
Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?
-
Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak
-
Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan
-
Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern
-
Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian
-
Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI
-
Mengapa Lupus Lebih Banyak Menyerang Wanita?
-
Hoops + Health Youth Basketball Festival 2026 Dorong Generasi Muda Hidup Sehat & Melek Finansial
-
Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien