Sampai akhirnya mimpi buruk Joshua dan istrinya pun terjadi. Suatu ketika pengasuh tersebut memberi bayinya makan berlebihan dengan maksud agar membuat anaknya tidur lebih lama.
Mulanya, Joshua dan istrinya masih terdiam karena mengira tidak akan terjadi masalah besar. Apalagi ia mengira teman-temannya yang memakai jasa pengasuh tersebut tidak pernah terlihat memiliki masalah apapun.
Setelah cukup lama, wajah anak Joshua justru berubah menjadi ungu dan menangis sangat keras seolah merasa sangat kesakitan.
"Kami bertanya kepada pengasuh apa yang terjadi pada anak kami, dia justru menjawab bahwa bayi kami hanya berpura-pura menangis dan anak membaik dalam beberapa jam," paparnya.
Joshua mulai tidak bisa diam, mana mungkin bayi yang baru berusia 8 hari sudah bisa berpura-pura menangis kesakitan.
Bahkan pengasuh itu justru menyalahkan Joshua bahwa anaknya demam tinggi karena rumah mereka tidak banyak ventilasi dan hangat.
Joshua pun segera mengambil termometer dan mengukur suhu tubuh anaknya sudah mencapai 38,3 derajat. Panas tinggi itulah yang membuat wajah bayinya berubah menjadi ungu.
Ia segera membawa bayinya ke rumah sakit dan dokter mendiagnosis anaknya menderita pneumonia karena susu di paru-parunya.
"Hal itu terjadi karena pengasuh kami memberikan terlalu banyak susu hingga anak kami tersedak. Bahkan tim dokter pun terkejut dengan cara pengasuh kami merawat dan memberi makan bayiku," jelasnya.
Baca Juga: Sakit Pneumonia, Bayi 2 Tahun Ini Meninggal di Pelukan Orangtuanya
Saat itu hati Joshua dan istrinya sangat hancur melihat bayinya yang baru satu minggu sudah menjalani perawatan intensif di ICU karena penyakit yang cukup mengerikan.
Ia juga memilih memecat pengasuhnya tanpa menuntut karena belum cukup banyak bukti yang memperlihatkan kelakuan pengasuhnya.
Bahkan Joshua juga baru mengetahui kalau setiap orang tua yang mempekerjakan pengasuh tersebut selalu bermasalah dengan pola asuhnya. Sayangnya, Joshua baru mengetahui setelah semuanya terjadi.
Berita Terkait
-
Anggota DPR Minta Hukuman Maksimal untuk Pengasuh Ponpes Pati Tersangka Pencabulan Santriwati
-
Kejar Setoran di Balik Siksaan, Satu Pengasuh Daycare Little Aresha Bisa Handle Lebih dari 8 Anak
-
Dear Pak Prabowo! Utang RI Tembus Rp7.509 Triliun, Bayi Baru Lahir Langsung Menanggung Rp26 Juta
-
Vidi Aldiano Sempat Pneumonia Sebulan Sebelum Meninggal, Ini Bahayanya bagi Pasien Kanker Ginjal
-
Bukan Lagi Sekadar Penjaga Anak: Inilah Standar Baru Menjadi "Nanny Premium" di Ibu Kota
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
Terkini
-
Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?
-
Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak
-
Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa
-
Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak
-
Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?
-
Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia
-
Hasil Investigasi KKI: 92% Konsumen Keluhkan Galon Tua, Ternyata Ini Dampak Buruknya bagi Tubuh
-
Tips Memilih Susu Berkualitas, Nutrisionis: Perhatikan Sumber dan Kandungannya
-
Pemulihan Optimal Setelah Operasi Dimulai dari Asupan Nutrisi yang Tepat
-
Diet Vegan Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca Hingga 55 Persen, Apa Buktinya?