Suara.com - Sindrom ovarium polikistik (PCOS) adalah gejala ketidakseimbangan hormon yang terjadi pada wanita di masa subur. Wanita dengan PCOS cenderung akan mengalami menstruasi tidak teratur, menstruasi jarang terjadi atau berlangsung lama.
Kondisi ini juga membuat wanita lebih susah hamil, karena ketidakseimbangan hormon yang dapat mencegah ovulasi. Selain itu, seseorang mungkin akan mengalami kenaikan berat badan ekstrem, perubahan suasana hati, jerawat hingga pertumbuhan rambut di wajah.
Hal ini sering kali membuat wanita atau pasangan yang menginginkan keturunan mengalami kegundahan. Tetapi, seorang ahli gizi dari Manchester, Norah Cozens dilansir dari mirror.co.uk mengklaim pola makan yang sesuai mungkin akan memengaruhi kesuburan wanita.
Cozens menganjurkan wanita dengan masalah kesuburan untuk makan sebanyak 4 kali dalam satu jam, artinya mereka harus ngemil sesuatu setiap 15 menit.
Saran Cozens memang terdengar aneh, tetapi ia telah menganalisa bahwa konsumsi makanan (termasuk makanan ringan) setiap 15 menit sekali dapat meningkatkan metabolisme tubuh yang akhirnya membantu memperbaiki hormon.
"Saya menemukan bahwa dengan konsumsi makanan sehat dan bergizi sekalipun makanan ringan setiap 15 menit dapat meningkatkan metabolisme tubuh dan menurunkan berat badan. Hal ini dapat membantu menyeimbangkan hormon dan mengatur menstruasi. Sehingga wanita bisa hamil secara alami," jelasnya.
Menurut Cozens, wanita dengan PCOS memiliki serangkaian tantangan lain dalam menurunkan berat badan dan meningkatkan kesuburan.
Sebagian besar wanita dengan PCOS resisten terhadap insulin, yakni hormon yang dibuat pankreas untuk mengolah gula dalam makanan sebagai sumber energi. Sehingga mereka dapat memproduksi lebih banyak untuk mengimbanginya.
Di sisi lain, kelebihan insulin dapat menyebabkan metabolisme lambat sehingga berat badan mudah naik dan sulit menurunkannya.
Baca Juga: Menunggu 7,5 Tahun, Shandy Aulia Akhirnya Hamil
Sebab seseorang lebih sensitif karbohidrat. Hal ini juga bisa meningkatkan kadar hormon testosteron pria yang menyebabkan tumbuh jerawat, rambut berlebih dan periode menstruasi tidak teratur.
Karena itu, Cozens menyarankan wanita dalam kondisi ini untuk diet rendah gula, karbohidrat putih yang menyebabkan lonjakan insulin dan perbanyak protein untuk mengontrol gula darah.
Salah satu kunci keberhasilan dari upaya ini dengan konsumsi makanan sesering mungkin meskipun dalam jumlah sedikit.
"Makan setiap 15 menit sekali membantu metabolisme anda kembali normal dalam waktu 4x1 jam. Karena anda terus membakar lemak," katanya.
Saat berat badan turun dan kadar tertosteron berukuran maka hormon kembali normal lalu mengatur periode menstruasi.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
Terkini
-
Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?
-
Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial
-
Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?
-
Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak
-
Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa
-
Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak
-
Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?
-
Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia
-
Hasil Investigasi KKI: 92% Konsumen Keluhkan Galon Tua, Ternyata Ini Dampak Buruknya bagi Tubuh
-
Tips Memilih Susu Berkualitas, Nutrisionis: Perhatikan Sumber dan Kandungannya