Suara.com - Setelah mengumumkan kehamilannya pada Mei lalu, pasangan Irish Bella dan Ammar Zoni kembali mengumumkan tentang buah hati mereka.
Melalui unggahan video di kanal YouTube mereka, AishTV, Ammar Zoni menunjukkan layar USG yang memperlihatkan kedua janin di dalam perut Irish Bella pada Jumat (28/6/2019) kemarin.
Hamil dengan dua janin adalah hal yang cukup berisiko, baik bagi sang ibu maupun sang bayi sendiri. Menurut Very Well Family, banyak risiko bagi ibu juga risiko bagi bayi yang belum lahir, karena mereka dapat menyebabkan persalinan prematur, komplikasi, atau dalam kasus terburuk, kematian janin.
Beberapa risiko ini lebih merupakan gangguan daripada bahaya, sementara risiko lainnya dapat mengancam jiwa jika tidak ditangani.
1. Hipertensi yang diinduksi kehamilan (PIH) adalah tekanan darah tinggi selama kehamilan.
Sebanyak 37% ibu bersiko mengalami PIH tiga hingga 4 kali lebih besar dari kehamilan tunggal.
Jika tidak diobati, itu dapat menyebabkan persalinan prematur, bayi yang tidak tumbuh dengan baik, atau bayi yang mati mati. Ini juga bisa menjadi ancaman serius bagi kesehatan ibu, terutama jika berkembang menjadi preeklampsia.
2. Preeklamsia, suatu kondisi yang meliputi tekanan darah tinggi dan protein dalam urin. Gejala mungkin termasuk bengkak, sakit kepala parah, dan kenaikan berat badan yang cepat.
Kondisi ini dua kali lebih mungkin terjadi pada kehamilan kembar.
Baca Juga: Irish Bella Hamil Bayi Kembar, Hal Ini Perlu Dilakukan untuk Jaga Kesehatan
Jika tidak diobati, preeklampsia dapat menyebabkan eklampsia, juga dikenal sebagai toksemia. Eklampsia menyebabkan kejang dan dapat mengancam jiwa ibu dan bayi yang belum lahir.
3. Diabetes gestasional, kondisi di mana seorang wanita yang tidak menderita diabetes sebelum kehamilan mengalami kesulitan mempertahankan kadar gula darah normal.
Diabetes gestasional terjadi pada sekitar 5% kehamilan tunggal, tetapi wanita hamil bayi kembar dua kali lebih mungkin mengalaminya.
Diabetes gestasional biasanya dapat diobati dengan perubahan pola makan dan gaya hidup.
4. Mengalami masalah pendarahan sebelum atau selama persalinan.
5. Mual pagi yang intens lebih mungkin terjadi pada wanita hamil kembar. Bagi sebagian orang, ini lebih merupakan gangguan daripada bahaya, tetapi beberapa mungkin berisiko mengalami hiperemesis gravidarum.
Berita Terkait
-
Risiko Kesehatan Terbesar bagi Penggemar Piala Dunia 2026 Menurut Ahli
-
Program 3 Juta Rumah, Kredit Perumahan Rp500 Miliar Dapat Penguatan Mitigasi Risiko
-
Ditolak Hotel karena Takut Citra Angker, Film Dosa Bangun Set Sendiri hingga Sewa Dua Studio
-
Standar Keamanan Mobil Ternyata Belum Ramah Perempuan Risiko Cedera Jauh Lebih Tinggi
-
Risiko Bencana Alam, Bupati dan Wali Kota Jabar Diminta Hentikan Pembangunan di Hutan & Perkebunan
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- Daftar Pertanyaan Sensus Ekonomi 2026: Petugas BPS Datangi Rumah, Tanya Gaji dan Usaha
Pilihan
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
Terkini
-
El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?
-
Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis
-
WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global
-
Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!
-
Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens
-
Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?
-
Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak
-
Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh
-
Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi