Suara.com - Dalam hidup, kita pasti pernah menemui seseorang yang senang menyalahkan orang lain atau mengomentari hal negatif tentang orang lain alias nyinyir.
Ternyata, kebiasaan nyinyir ini bisa berdampak buruk pada kesehatan. Para peneliti dari Universitas Concordia berusaha meneliti hubungan kebiasaan menyalahkan orang lain atau nyinyir dengan kondisi kesehatan.
Carsten Wrosch, seorang profesor di Departemen Psikologi Universitas Concordia, dilansir dari concordia.ca, menemukan kebiasaan nyinyir memberikan dalam buruk pada kesehatan diri sendiri.
Beda halnya dengan menyalahkan diri sendiri, nyinyir pada orang lain justru menandakan adanya gangguan fisiologis yang memengaruhi metabolisme, respons imun, dan fungsi organ.
Michael Linden, kepala klinik psikiatrik di Free University of Berlin pun menyatakan kebiasaan menyalahkan orang lain atau nyinyir bisa menyebabkan penyakit mental.
Linden beranggapan kebiasaan buruk ini berawal dari kepahitan di masa lalu yang menyebabkan gangguan medis, tepatnya gangguan Post-traumatic Embitterment Disorder (PTED).
Menurutnya, orang dengan gangguan PTED ini bisa memiliki kontrol diri atau pandangan positif pada dirinya sendiri karena kebiasaannya nyinyir atau menyalahkan orang lain.
Nyinyir atau menyalahkan orang lain adalah caranya untuk melindungi harga diri dan traumanya akan kepahitan di masa lalu.
Padahal kebiasaan nyinyir yang menimbulkan pertengkaran dan memancing emosi di lingkungan sekitar orang bersangkutan ini justru memberikan dampak buruk pada kesehatan fisik jika terus-menerus dibiarkan terjadi.
Baca Juga: Curhat Jadi Korban Pelecehan, Aktris Bollywood Ini Malah Panen Nyinyiran
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Wajah Bercahaya
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Pemulihan Optimal Setelah Operasi Dimulai dari Asupan Nutrisi yang Tepat
-
Diet Vegan Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca Hingga 55 Persen, Apa Buktinya?
-
Lebih dari Sekadar Nutrisi, Protein Jadi Kunci Hidup Aktif dan Sehat
-
Kisah Dera Bantu Suami Melawan Penyakit GERD Melalui Pendekatan Holistik
-
Dari Antre Panjang ke Serba Cepat, Smart Hospital Ubah Cara Rumah Sakit Layani Pasien
-
Berat Badan Tak Kunjung Naik? Susu Flyon Jadi Salah Satu Solusi yang Dilirik
-
Lebih Banyak Belum Tentu Lebih Baik: Fakta Mengejutkan di Balik Kebiasaan Konsumsi Suplemen Anda
-
Nyeri Lutut pada Perempuan Tak Boleh Dianggap Sepele, Mesti Waspada Hal Ini
-
Olahraga Bukan Hanya Soal Kompetisi bagi Anak: Bisa Jadi Cara Seru Membangun Gaya Hidup Aktif
-
Studi Ungkap Mikroplastik Ditemukan di Dalam Tubuh Manusia, Bisa Picu Gangguan Pencernaan