Suara.com - Fungsi tubuh, yang termasuk bersin, kentut, sendawa, kebutuhan untuk buang air besar atau kecil adalah hal yang harus dikeluarkan karena semua itu kotoran.
Hal-hal seperti ini memang bisa menganggu, terlebih jika sedang di tengah banyak orang. Tetapi, keempat fungsi tubuh inilah yang seharusnya tidak boleh kita tahan untuk dikeluarkan.
"Namun, yang mungkin tidak disadari adalah bahwa hal itu dapat memiliki efek negatif pada kesehatan Anda. Fungsi tubuh seharusnya dikeluarkan, dan menahannya dapat menyebabkan infeksi atau masalah kesehatan yang serius," jelas Susan A. Werner, MD, penyedia obat di Geisinger.
Berikut fungsi tubuh yang harus dikeluarkan, dilansir dari geisinger.org.
1. Bersin
Meski mengganggu, tetapi menahan bersin justru lebih membahayakan kesehatan Anda.
"Ada kasus-kasus orang pecah tenggorokan mereka setelah bersin," kata Dr. Werner.
"Kekuatan itu cukup untuk menerobos tenggorokan Anda dan mendorong udara melalui jaringan lunak di leher Anda. Dalam kasus ini, mungkin perlu untuk tinggal di rumah sakit selama seminggu untuk sembuh sepenuhnya. ”
Meskipun ini adalah peristiwa yang jarang terjadi, tetap saja ini masih terjadi. Untungnya, hal ini dapat dihindari jika Anda membiarkan bersin keluar.
Baca Juga: Seorang Pria Klaim Temukan Pil untuk Ubah Bau Kentut, Seperti Apa?
Pastikan untuk bersin di tisu atau siku agar suara teredam.
2. Air kencing
Seiring waktu, menahan air kencing terlalu lama dapat melemahkan otot kandung kemih. Ini dapat menyebabkan masalah seperti inkontinensia dan retensi urine.
Menahan urine untuk jangka waktu yang sangat lama juga dapat menyebabkan infeksi saluran kemih karena penumpukan bakteri.
Selain itu, ini juga meningkatkan risiko penyakit ginjal dan dalam kasus yang jarang terjadi, ini dapat berisiko meledakan kandung kemih, suatu kondisi yang bisa mematikan.
3. Buang air besar
"Jangan menahan buang air besar," kata Dr. Werner.
Berita Terkait
-
Begini Cara Ular Buang Air Besar, Prosesnya Ternyata Unik dan Tak Disangka
-
Normalnya, Sehari Kentut Berapa Kali? Ini Kata Ahli Gizi soal Batas Jumlah yang Sehat
-
Benarkah Main HP Saat BAB Bisa Picu Ambeien? Ini Peringatan Ahli!
-
3 Fakta Tersangka Buang Air Besar di Mobil Polisi Bengkulu, Viral di Media Sosial!
-
Ironi Jakarta: Kota Metropolitan, Warganya BAB Tanpa Sanitasi Layak!
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Penyebab BRImo Sempat Terkendala Pagi Ini, Kini Layanan Pulih Sepenuhnya
- Harga Adidas Adizero Termurah Tipe Apa Saja? Ini 5 Varian Terbaiknya
Pilihan
-
Mencekam! SPBE di Cimuning Bekasi Terbakar Hebat, Langit Malam Berubah Merah
-
Buntut Polemik Suket Pendidikan Gibran, Subhan Palal Juga Gugat Pimpinan DPR-MPR
-
Tok! Eks Sekretaris MA Nurhadi Divonis 5 Tahun Penjara dan Wajib Bayar Uang Pengganti Rp137 Miliar
-
Aksi Tenang Nenek Beruban Curi TV 30 Inci di Jatinegara Viral, Korban Tak Tega Lapor Polisi
-
Panglima TNI: Tiga Prajurit yang Gugur di Lebanon Terima Santunan Miliaran dan Pangkat Anumerta
Terkini
-
Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia
-
Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien
-
Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia
-
Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin
-
Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak
-
Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026
-
Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS
-
Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat
-
Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem