Suara.com - Seorang ibu yang baru saja meninggal telah menyelamatkan empat nyawa, termasuk dua anak setelah dirinya menyumbangkan organnya.
Wanita bernama Krystal Emily Ann (32) itu telah sakit selama bertahun-tahun. Pada 12 Juli lalu ia pingsan dan meninggal dua hari kemudian.
Duka yang dirasakan oleh putranya, Tyler (16) sedikit berkurang saat mengetahui hati ibunya telah menyelamatkan dua anak, sementara jantung dan paru-parunya telah didonorkan kepada dua pria.
Ibu tunggal dari Dartford, Kent, Inggris itu telah menderita diabetes dan membutuhkan transplantasi ginjal dan pankreas, tetapi ia tak berhasil diselamatkan. Hal ini diungkap oleh temannya, Jaki Karrata. "Ini adalah harapannya. Jika nyawanya tak tertolong, ia ingin membantu orang lain tanpa pamrih sampai akhir," katanya dikutip dari mirror.
Lebih lanjut Jaki mengatakan, Krystal adalah seorang ibu tunggal yang tidak bekerja karena kesehatannya yang buruk sehingga keluarganya tak memiliki uang untuk biaya pemakamannya.
"Dia sangat dicintai oleh banyak orang dan meninggalkan duka di hati semua orang yang mengenal dan mencintainya. Dia hidup dan 'berapi-api'. Jika dia masuk ke sebuah ruangan, kamu tahu dia ada di sana," lanjutnya.
Untuk itu, Jaki pun berharap sumbangan untuk membantu biaya pemakaman Krystal dan dana untuk kedua putranya, Tyler dan Leighton. "Dia (Krystal, -red) sangat ramah dan bersahabat, dan ibu yang luar biasa bagi Tyler dan Leighton," imbuhnya.
Menurut Jaki, meski dalam pengobatan, Krystal tetap meluangkan waktu untuk anak-anaknya. Ia bahkan sempat mengajak anak-anaknya ke pasar malam pada malam sebelum ia meninggal dunia.
Laman GoFundMe kini telah mengumpulkan 6.095 poundsterling atau sekitar Rp104 juta dari target 10.000 poundsterling atau Rp170 juta untuk biaya pemakanan Krystal dan perawatan kedua anaknya.
Baca Juga: Bolehkah Pasien Diabetes Mengonsumsi Telur? Ini Penjelasannya
Berita Terkait
-
7 Smartwatch yang Bisa Mengukur Tekanan Darah dan Detak Jantung
-
Sempat Dikira Tidur, Pria di Depan Gedung HNSI Juanda Ternyata Sudah Tak Bernyawa
-
Waspada 'Serangan Diam-Diam' saat Mudik, Pakar Ingatkan Risiko Jantung dan Stroke di Perjalanan
-
Tips Mudik Aman untuk Pasien Gangguan Irama Jantung
-
5 Varian Nastar Rendah Gula untuk Penderita Diabetes, Cemilan Aman untuk Lebaran
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Harga Adidas Adizero Termurah Tipe Apa Saja? Ini 5 Varian Terbaiknya
- 7 Rekomendasi Parfum Lokal Tahan Lama dengan Wangi Musky
Pilihan
-
Buntut Polemik Suket Pendidikan Gibran, Subhan Palal Juga Gugat Pimpinan DPR-MPR
-
Tok! Eks Sekretaris MA Nurhadi Divonis 5 Tahun Penjara dan Wajib Bayar Uang Pengganti Rp137 Miliar
-
Aksi Tenang Nenek Beruban Curi TV 30 Inci di Jatinegara Viral, Korban Tak Tega Lapor Polisi
-
Panglima TNI: Tiga Prajurit yang Gugur di Lebanon Terima Santunan Miliaran dan Pangkat Anumerta
-
Swasta Diimbau Ikut WFH, Tak Ada Sanksi Menanti
Terkini
-
Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia
-
Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien
-
Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia
-
Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin
-
Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak
-
Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026
-
Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS
-
Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat
-
Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem