Suara.com - Anak-anak, termasuk apa yang mereka konsumsi harus benar-benar diperhatikan.
Tetapi sayangnya, bahkan ketika Anda berpikir sudah mengemas makanan paling sehat, ada beberapa bahan makanan berbahaya yang masih mengintai kesehatan mereka.
Berikut beberapa bahan makana tersebut, melansir dari Reader's Digest.
1. Gula
Orang tua dapat mencoba membatasi makanan manis anak-anak dengan tidak memberi mereka permen atau es krim, tetapi ini tidak cukup, jelas Jessica Tosto, MS, RD, koordinator klinis nutrisi dan dietetika di College of Health Professions di Pace University.
Gula ditambahkan ke banyak makanan sehari-hari, misalnya kecap hingga roti. Bahkan daging olahan pun mengandung gula tambahan.
"Salah satu contoh utama yang sering diabaikan adalah yogurt, terutama varietas rasa buah yang mengandung sekitar 18 gram gula," kata Tosto.
Alih-alih menyajikan minuman manis seperti soda dan jus, katanya, cobalah memilih yogurt biasa (bukan vanila) dan tambahkan dengan irisan pisang dan blueberry yang sudah matang, irisan almond, atau kacang kenari, dan seperempat sendok teh ekstrak vanili.
2. Lemak padat
Baca Juga: CEO Grab Rela Jadi Botak demi Anak-Anak Penderita Kanker
"Lemak padat seperti jenis yang terkandung dalam daging merah dan olahan, makanan yang digoreng, susu dan keju, mentega, kue, dan kue meningkatkan risiko seseorang untuk penyakit jantung di kemudian hari, termasuk anak-anak," kata Natalie Digate Muth, MD, seorang dokter anak dan sesama dari American Academy of Pediatrics.
Ia merekomendasikan untuk mengganti opsi yang lebih sehat seperti daging tanpa lemak dan sayuran.
3. Sirup jagung tinggi fruktosa
Tosto menjelaskan bahwa sirup jagung tinggi fruktosa (HFCS) memiliki rasio fruktosa terhadap glukosa yang berbeda, sehingga sebenarnya lebih manis daripada gula.
"Ini juga jauh lebih murah, sehingga ditambahkan ke banyak makanan di AS dan merupakan pemanis kalori utama dalam soda," katanya.
Sementara FDA dan American Medical Association (AMA) menyatakan tidak ada bukti pasti bahwa sirup jagung tinggi fruktosa lebih buruk bagi kesehatan Anda daripada gula, madu, atau pemanis tradisional lainnya.
Berita Terkait
-
Industri Gula Amburadul, Swasembada Terancam Gagal?
-
Kekhawatiran Gula Anak Meningkat, Roti Berbasis Kini Stevia Jadi Pilihan Masyarakat
-
Pehatian Emak-emak! Harga Cabai Rawit Masih Tinggi Usai Lebaran
-
Friska, Lift Aneh, dan Lelaki Berbaju Hitam Pencari Gula Pasir
-
Duel Karbo Lebaran: Ketupat vs Nasi, Siapa yang Paling Bikin Gula Darah Meroket?
Terpopuler
- Janji Ringankan Kasus, Oknum Jaksa di Banten Ancam Korban Bayar Rp2 Miliar atau Dihukum Berat
- 5 HP Murah Terbaru Lolos Sertifikasi di Indonesia, Usung Baterai Jumbo hingga 7.800 mAh
- 6 Bedak Tabur Tahan Air, Makeup Tetap Mulus Meski Keringatan Seharian
- 69 Kode Redeem FF Max Terbaru 14 April 2026: Ada Skin Chromasonic dan Paket Bawah Laut
- 5 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Kulit Wajah di Indomaret dan Harganya
Pilihan
-
Timnas Indonesia U-17 Diganyang Malaysia, Kurniawan Ungkap Borok Kekalahan
-
Beban Ganda Wanita Saat WFH: Terjebak Laptop dan Pekerjaan Rumah Tangga
-
Hore! Jogja Berlakukan Perpanjangan STNK Tanpa KTP Asli, Calo PajakMakin Terhimpit
-
Daftar Starting XI Timnas Indonesia U-17 vs Malaysia: Dava Yunna Masih Jadi Tumpuan!
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
Terkini
-
Perempuan Berlari 2026: Integrasi Olahraga, Kesehatan Mental, dan Literasi Keuangan
-
Bukan Sekadar Sekolah, Anak Neurodivergent Butuh Dukungan Menyeluruh untuk Tumbuh
-
Awas Logam Berat! Ini 7 Deretan Risiko Kesehatan Jika Mengonsumsi Ikan Sapu-Sapu
-
Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa
-
Saat Screen Time Tak Bisa Dihindari, Ini Rekomendasi Tontonan Anak yang Aman dan Edukatif
-
Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak
-
Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat
-
Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan
-
Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan
-
96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan