Suara.com - Heboh Penyakit Demam Keong, Pemda Poso Dirikan 2 Laboraturium Khusus
Pemerintah Kabupaten Poso di Sulawesi Tengah mendirikan dua laboraturium khusus Schistosomiasis di Kecamatan Lore Barat dan Lore Utara, sebagai upaya memberantas habis penyakit "demam keong".
Di Indonesia, penyakit ini hanya ditemukan di dataran tingga Napu dan Bada, Kabupaten Poso, serta dataran tinggi Lindu, di Kabupaten Sigi, provinsi Sulawesi Tengah.
Pemerintah Kabupaten Poso Provinsi Sulawesi Tengah membangun dua laboratorium schistosomiasis di dua kecamatan di Poso yang akan memudahkan masyarakat di 23 desa melakukan deteksi dini infeksi cacing schistosoma japonicum.
"Pendirian dua laboratorim itu untuk mendukung pemda mencapai target eradikasi penyakit yang dikenal dengan sebutan "demam keong" pada 2025," seru Bupati Poso Darmin Agustinus Sigilipu seperti mengutip VOAIndonesia usai peresmian dua laboratorium itu di Kecamatan Lore Barat, Selasa, 6 Agustus 2019.
Masyarakat bisa memeriksakan tinjanya setiap enam bulan sekali di kedua fasilitas tersebut. Bila hasil tes positif terjangkit, warga bisa segera mendapatkan pengobatan.
“Di Indonesia penyakit Schistosomiasis ini dikatakan penyakit yang terabaikan. Kami berjuang sehingga didirikanlah dua lab Schisto, baik yang ada di sini, di Lore Barat maupun di Lore Utara. Mudah-mudahan dengan dua lokasi ini bisa meng-cover penyakit yang berada di sekitaran lembah Bada dan Napu,” lanjut Darmin.
Seseorang bisa terinfeksi schistosomiasis bila stadium larva (serkaria), yang berasal dari keong oncomelania hupensis lindoensis, menembus kulit ketika berada di area fokus keong. Gejala stadium awal ditandai dengan gatal-gatal karena serkaria menembus kulit.
Pada stadium akut, yang dimulai sejak cacing betina bertelur, gejala yang timbul adalah demam, diare, berat badan menurun, dan disentri. Pembesaran hati dan limfa dapat terjadi lebih dini pada stadium akut tersebut.
Baca Juga: Mengenal Fibromyalgia, Penyakit Langka yang Diidap Lady Gaga
Bila penyakit sudah menahun, bisa menimbulkan kerusakan hati atau sirosis hati dan limfa yang menyebabkan penderita menjadi lemah. Bila tidak diobati bisa menyebabkan kematian.
Di Indonesia, schistosomiasis hanya ditemukan di dataran tinggi Napu dan Bada di Kabupaten Poso serta di dataran tinggi Lindu Kabupaten Sigi, Provinsi Sulawesi Tengah.
Taufan Karwur, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Poso menjelaskan kondisi alam di tempat itu memungkinkan keberlangsungan hidup keong oncomelania hupensis lindoensis, yang berukuran antara sebulir padi hingga biji jagung itu, sebagai inang dari larva cacing schistosoma. Sehingga, penyakit schistosomiasis hanya ditemukan wilayah itu.
"Ada karakteristik alam yang mendukung, sehingga keong perantara cuma ada di sana, di Napu dan Sigi,” papar Taufan Karwur. Karakteristik alam itu antara lain, temperatur, suhu, vegetasi, ph (derajat keasaman) tanah dan air," tambah Taufan.
“Dia (schistosomiasis) kategorinya adalah penyakit purbakala yang sudah ditemukan seribu tahun sebelum masehi. Itu sudah ditemukan di salah satu mumi,” tutur Bupati Poso Darmin.
Taufan mengakui banyaknya jumlah sebaran fokus keong Oncomelania hupensis lindoensis yang mencapai 269 lokasi di 23 desa di lima kecamatan, menjadi tantangan upaya pemberantasan demam keong. Selain di kabupaten Poso, juga terdapat 14 area fokus keong di lima desa di dataran tinggi Lindu, Kabupaten Sigi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
- 6 Rekomendasi Sepeda 1 Jutaan Terbaru yang Cocok untuk Bapak-Bapak
- 5 Bedak Tabur Translucent Lokal yang Bikin Makeup Tampak Halus dan Tahan Lama
Pilihan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
Terkini
-
BPOM Catat 10 Kematian Akibat Campak, Akses Vaksin Inovatif Dikebut
-
15 Tanaman Penghambat Sel Kanker Menurut Penelitian, dari Kunyit hingga Daun Sirsak
-
Dokter Penyakit Dalam Ingatkan Wabah Seperti Hantavirus Rentan pada Diabetes: Makanannya Gula!
-
Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman
-
Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?
-
Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?
-
Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial
-
Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?
-
Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak
-
Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa