Suara.com - Keren, Mahasiwi UI Temukan Manfaat Racun Ikan Lionfish untuk Obat Kanker Serviks
Setelah sempat ramai temuan akar bajakah oleh siswa SMA di Palangka Raya, Kalimantan Tengah sebagai obat kanker payudara, kini muncul lagi temuan serupa yang diteliti oleh mahasiswi Universitas Indonesia.
Sebuah penelitian terbaru dilakukan oleh tiga orang mahasiswi dari jurusan Teknik Bioproses, Fakultas Teknik UI. Mustika Sari, Sarah Salsabila, dan She Liza Noer berhasil menemukan manfaat duri ikan lionfish yang bisa digunakan sebagai bahan obat kanker serviks.
Mustika Sari mengatakan penemuan ini diharapkan dapat menjadi salah satu langkah mengurangi kematian akibat kanker serviks di Indonesia.
"Berdasarkan data tahun 2018 yang dikeluarkan Globocan menyatakan bahwa terdapat 32.469 kasus dan 18.279 di antaranya meninggal dunia," kata Mustika kepada wartawan di UI, Kota Depok, Jawa Barat, Jumat (23/8/2019).
Obat kanker serviks ini dibuat dari ikan Lionfish. Lionfish saat ini mengalami ledakan peningkatan populasi luar biasa di laut, menyebabkan ketidak seimbangan ekosistem dan penurunan populasi ikan lokal sehingga dapat merugikan nelayan sekitar.
"Berangkat dari permasalahan tersebut, kami menggali literatur terkait penggunaan Lionfish sebagai alternatif obat dari bahan alam," jelasnya.
Hasil uji laboratorium memperlihatkan racun dari duri ikan lionfish memiliki sifat yang bisa melawan sel kanker.
"Penggunaan lionfish disini merupakan upaya kami untuk ikut serta menjaga ekosistem laut, karena ikan tersebut merupakan salah satu ikan yang merugikan nelayan. Melalui uji laboratorium, hasil menunjukkan bahwa racun Lionfish berhasil membunuh sel kanker,” paparnya.
Baca Juga: Optimis Kurangi Impor, Menkes Apresiasi Produsen Obat Kanker Lokal
Racun duri lionfish disebut mengandung peptida yang memiliki sifat aktif antiproliferatif terhadap sel kanker dengan mekanisme induksi apoptosis. Dengan kata lain, senyawa ini membantu menghambat proses penyebaran sel kanker di dalam tubuh.
Untuk mendapatkan protein yang memiliki sifat apoptosis terhadap sel kanker serviks, tiga mahasiswa tersebut mengekstrak racun duri Lionfish yang kemudian dimurnikan dengan presipitasi ammonium sulfat dengan proses pemanasan.
"Ekstrak racun dari duri lionfish yang telah diperoleh kemudian diujikan secara in vitro terhadap sel kanker. Hasil yang diperoleh dari pengujian in vitro terlihat adanya efek inhibisi terhadap sel kanker serviks. Efek inhibisi ini menunjukkan pengujian berhasil membunuh sel kanker yang ada," urainya.
Dia pun berharap agar melalui penelitian dapat menjadi solusi untuk alternatif pengobatan kanker serviks berbahan alam. Selain itu, bahan dasar ikan lionfish saat ini mudah didapat di laut, dan tidak dalam status terancam.
"Penelitian ini mendapatkan pembiayaan dari Kementerian Riset, Teknologi, dan Perguruan Tinggi dan tengah dalam tahap presentasi di ajang Pekan Ilmiah Mahasiwa Nasional yang akan diselenggarakan akhir Agustus 2019 di Bali," pungkasnya.
Kontributor : Supriyadi
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Harga Adidas Adizero Termurah Tipe Apa Saja? Ini 5 Varian Terbaiknya
- 7 Rekomendasi Parfum Lokal Tahan Lama dengan Wangi Musky
Pilihan
-
Buntut Polemik Suket Pendidikan Gibran, Subhan Palal Juga Gugat Pimpinan DPR-MPR
-
Tok! Eks Sekretaris MA Nurhadi Divonis 5 Tahun Penjara dan Wajib Bayar Uang Pengganti Rp137 Miliar
-
Aksi Tenang Nenek Beruban Curi TV 30 Inci di Jatinegara Viral, Korban Tak Tega Lapor Polisi
-
Panglima TNI: Tiga Prajurit yang Gugur di Lebanon Terima Santunan Miliaran dan Pangkat Anumerta
-
Swasta Diimbau Ikut WFH, Tak Ada Sanksi Menanti
Terkini
-
Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia
-
Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien
-
Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia
-
Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin
-
Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak
-
Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026
-
Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS
-
Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat
-
Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem