Suara.com - Jangan berpikir sumber alergi hanyalah udara dingin di luar rumah, atau debu yang beterbangan di pinggir jalan yang ramai. Pemicu alergi, atau biasa disebut alergen, dalam jumlahterbesar justru ditemukan di dalam ruangan
Jadi, langkah para orangtua yang menjaga si kecil tetap berada di dalam rumah saat serangan alergi datang, adalah tidak tepat.
Memang sulit menciptakan rumah yang bebas dari alergen. Tapi setidaknya Anda harus tahu alergen apa saja yang tersembunyi di dalam rumah. Berikut adalah 4 jenis alergen di dalam rumah yang dapat memicu alergi pada anak-anak, seperti dilansir dari Parent Circle.
1. Tungau debu
Tungau debu adalah kerabat mikroskopis dari keluarga arakhnida (laba-laba, kalajengking, dll). Mereka hidup di kasur, tempat tidur, karpet, dan tirai. Mereka memakan serpihan kulit mati manusia dan hewan peliharaan, serta tumbuh subur di lingkungan yang hangat dan lembap.
Faktanya, tidak ada proses pembersihan yang dapat membuat rumah sepenuhnya bebas dari tungau debu. Tapi, untuk menangkal tungau debu, ahli alergi merekomendasikan penggunaan bahan anti alergi untuk kasur dan bantal. Kemudian jangan lupa mencuci semua sprei dan selimut di dalam air panas setidaknya seminggu sekali, dan menjaga tingkat kelembapan di ruangan di bawah 50%.
Jika si kecil memiliki boneka atau mainan, rutinlah mencucinya. Anda juga disarankan untuk selalu menggunakan pel basah untuk menghilangkan debu, karena menggunakan kain kering dapat menerbangkan tungau debu ke udara.
2. Hewan peliharaan
Bulu hewan peliharaan merupakan salah satu alergen yang buruk pada anak. Dan, alergi buku hewan peliharaan akan diperburuk oleh:
- protein yang disekresikan oleh kelenjar minyak dan luruh sebagai ketombe
- protein dalam air liur yang menempel pada bulu ketika hewan peliharaan menjilat diri mereka sendiri
- partikel padat pada urin jenis binatang pengerat
Alergen dari hewan peliharaan adalah partikel yang sangat kecil. Jadi, bahkan ketika Anda sudah menyingkirkan hewan peliharaan, alergennya dapat tetap berada di udara, karpet, dan furnitur untuk waktu yang lama. Untuk mencegah alergi dari hewan peliharaan, letakkan hewan peliharaan di pekarangan dan jangan biarkan masuk ke dalam rumah. Jauhkan hewan peliharaan dari kamar tidur, area berkarpet, dan furnitur berlapis kain. Mandikan hewan peliharaan Anda setidaknya sekali seminggu untuk mengurangi jumlah alergen.
3. Jamur
Alergi jamur bisa sulit dihindari, karena mereka dapat tumbuh di banyak tempat seperti kamar mandi, di bawah wastafel, lantai, atau rumput yang belum dipotong. Untuk mencegah alergi jamur, gunakan pengatur kelembapan udara, exhaust fan, perbaiki kebocoran di dinding atau langit-langit rumah, dan pastikan aliran drainase jauh dari pondasi rumah Anda.
Baca Juga: Anak Alergi Susu Sapi, Orang Tua Harus Bagaimana?
4. Kecoak
Hama ini biasa ditemukan di rumah. Ada hubungan yang kuat antara kecoak dan peningkatan keparahan asma. Protein pemicu alergi ditemukan dalam air liur kecoa, pada tubuh kecoa, serta kotorannya. Untuk mencegah kutu kecoak, gunakan pestisida yang ramah lingkungan, dan perbaiki saluran air yang bocor. Juga, jangan biarkan makanan terbuka di dapur dan bersihkan secara teratur bagian bawah kompor dan lemari es.
Gejala alergi pada anak-anak baru diketahui setelah mereka menderita penyakit ini selama beberapa waktu. Penting untuk diingat bahwa jika seorang anak mengalami alergi, diagnosis dan perawatan dini dapat membuatnya lebih mudah untuk mengelola gejala dan meminimalkan efeknya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 HP Helio G99 Termurah di Awal Tahun 2026, Anti Lemot
- 6 Rekomendasi HP OPPO Murah dengan Performa Cepat, RAM 8 GB Mulai Rp2 Jutaan
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
Pilihan
-
6 HP Murah dengan Kamera Terbaik Januari 2026, Harga Mulai 2 Jutaan
-
Cek Fakta: Yaqut Cholil Qoumas Minta KPK Periksa Jokowi karena Uang Kuota Haji, Ini Faktanya
-
Kontroversi Grok AI dan Ancaman Kekerasan Berbasis Gender di Ruang Digital
-
Hasil Akhir: Kalahkan Persija, Persib Bandung Juara Paruh Musim
-
Babak Pertama: Beckham Putra Bawa Persib Bandung Unggul atas Persija
Terkini
-
Apa Beda Super Flu dengan Flu Biasa? Penyakitnya Sudah Ada di Indonesia
-
5 Obat Sakit Lutut Terbaik untuk Usia di Atas 50 Tahun, Harga Mulai Rp 13 Ribu
-
Kalimantan Utara Mulai Vaksinasi Dengue Massal, Kenapa Anak Jadi Sasaran Utama?
-
Kesehatan Anak Dimulai Sejak Dini: Gizi, Anemia, dan Masalah Pencernaan Tak Boleh Diabaikan
-
Krisis Senyap Pascabencana: Ribuan Pasien Diabetes di Aceh dan Sumut Terancam Kehilangan Insulin
-
Fakta Super Flu Ditemukan di Indonesia, Apa Bedanya dengan Flu Biasa?
-
Soroti Isu Perempuan hingga Diskriminasi, IHDC buat Kajian Soroti Partisipasi Kesehatan Indonesia
-
Mengapa Layanan Wellness dan Preventif Jadi Kunci Hidup Sehat di 2026
-
Ancaman Kuman dari Botol Susu dan Peralatan Makan Bayi yang Sering Diabaikan
-
Terlalu Sibuk Kerja Hingga Lupa Kesehatan? Ini Isu 'Tak Terlihat' Pria Produktif yang Berbahaya