Suara.com - Catat! Kata Ilmuwan 5 Buah-buahan Ini Bisa Mencegah Kanker
Kanker merupakan salah satu penyakit yang sangat ditakuti semua orang, karena selain biaya pengobatannya tinggi, tingkat harapan hidup penderitanya pun kecil bila jenis kanker apapun yang dideritanya sudah stadium lanjut.
Inilah yang menjadi alasan mengapa langkah pencegahan kanker sangat penting dilakukan, salah satunya menerapkan gaya hidup sehat dengan olahraga, menjauhi kebiasaan buruk, mengelola stres, istirahat berkualitas, dan mengonsumsi makanan sehat dengan gizi seimbang.
Anda juga perlu mengetahui bahwa dari sekian banyak makanan sehat, ada buah-buahan yang berkhasiat mencegah atau mengurangi risiko kanker. Lantas, buah-buahan apa saja yang menurut ilmuwan dapat mencegah kanker? Berikut rangkumannya yang dihimpun Suara.com.
1. Rutin Konsumsi Apel Setiap Hari Turunkan Risiko Kanker dan Masalah Jantung!
Beruntung lah bagi Anda pecinta apel dan rutin mengonsumsinya, setidaknya satu buah setiap hari!
Menurut penelitian dari Universitas Edith Cowan, Australia, mereka yang mengonsumsi setidaknya 500 miligram flavonoid (senyawa di dalam apel) dalam sehari lebih kecil kemungkinannya untuk meninggal karena kanker atau penyakit jantung.
2. Jangan Dibuang, Biji Pepaya Bisa Diolah untuk Mencegah Kanker
Baca Juga: Dari Kanker Paru hingga Prostat, Berikut 5 Kanker Paling 'Memakan Korban'
Biji pepaya biasanya dibuang saat kita akan mengonsumsi buahnya. Padahal faktanya, biji pepaya juga bisa dimakan dan sarat dengan nutrisi.
Ya, biji pepaya merupakan sumber nutrisi yang sangat baik, seperti fosfor, kalsium, magnesium, serat, protein, dan antioksidan. Tak hanya itu, biji pepaya juga tinggi lemak dan mengandung asam lemak tak jenuh tunggal termasuk asam oleat.
3. Studi: Tomat Mencegah Kanker Perut
Tomat merupakan salah satu bahan pokok global dan dapat ditemukan di setiap dapur di seluruh dunia. Dalam bentuk padat atau cair, tomat cukup serbaguna dalam dunia kuliner.
Bahkan dalam bidang kesehatan, tomat juga memiliki banyak manfaat untuk yang ditawarkan. Misalnya, mencegah penyakit jantung, memurnikan darah dan menghilangkan racun, menurunkan kadar kolesterol jahat, memperbaiki penglihatan, dan masih banyak lagi.
Sebuah studi terbaru mengungkapkan, bagaimanapun, telah mempromosikan tomat satu tingkat lebih tinggi lagi karena dipercaya dapat melawan penyakit yang lebih mematikan seperti kanker perut.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
- Promo Long Weekend Alfamart, Diskon Camilan untuk Liburan sampai 60 Persen
- 5 HP Baterai 7000 mAh Terbaru 2026, Tahan Seharian dan Kencang Mulai Rp1 Jutaan
- Siapa Ayu Aulia? Bongkar Ciri-ciri Bupati R yang Membuatnya Kehilangan Rahim
Pilihan
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
-
Keluar Kau Setan! Ricuh di Pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
Terkini
-
Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus
-
Waspada Hantavirus, Ketahui Cara Membersihkan Kotoran Tikus yang Benar
-
Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?
-
Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan
-
Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis
-
Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat
-
Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi
-
Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang
-
Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia
-
Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?