Suara.com - Video seorang bocah tersedak rambutan ketika membuat video bersama 3 temannya kembali viral di media sosial Instagram melalui akun Paundra Karna, @gphpaundrakarna1.
Mulanya bocah laki-laki itu terlihat bersemangat bernyanyi dan berekspresi di depan kamera bersama 3 temannya. Di tengah menyanyi, bocah tersebut mendadak terdiam dan berusaha mengeluarkan sesuatu dari mulut.
Ternyata bocah itu terdiam karena tersedak buah rambutan. Sontak warganet merasa terhibur sekaligus kasihan melihat video bocah tersedak rambutan tersebut.
"Eduaaannnn..keselek beneraann?? Aslliiii ngakakkkkkk akuu Po," tulis @yessiharyanda.
"Duhh knapa adek, awas ketelen beneran," tulis @elisj649.
Melansir dari Emedicine Health, tersedak adalah penyumbatan jalan napas karena makanan atau benda lain yang membuat seseorang kesulitan bernapas. Tersedak bisa menyebabkan seseorang batuk, tetapi pada kondisi serius juga bisa menyebabkan kematian jika jalan napas tersumbat total.
Karena itu, tersedak termasuk keadaan darurat medis yang membutuhkan tindakan cepat dan tepat. Jika pertolongan tidak tepat waktu, orang yang tersedak mungkin saja kehilangan nyawanya.
Ketika seseorang tersedak dengan jalan napas yang tersumbat total, tidak ada oksigen yang bisa masuk ke paru-paru. Pada akhirnya, otak juga akan kekurangan oksigen dan bisa mati dalam waktu 4 menit.
Sehingga pertolongan pertama pada orang tersedak harus dilakukan dengan cepat sebelum terjadinya kematian otak yang bisa terjadi dalam waktu 10 menit.
Baca Juga: Disangka Tersedak, Ternyata Ada Popcorn Masuk ke Paru-paru Bocah Ini
Perlu diketahui pula, tersedak disebabkan ketika sepotong makanan atau benda tersangkut di saluran napas bagian atas. Makanan atau benda apapun yang berakhir di jalan napas, tidak akan bisa turun atau macet jika jalan napas menyempit.
Pada orang dewasa, biasanya tersedak terjadi ketika makanan tidak dikunyah dengan benar. Selain itu, berbicara atau tertawa saat makan juga bisa menyebabkan makanan turun melalui jalur yang salah.
Sementara itu, tersedak pada anak-anak sering terjadi karena mengunyah makanan tidak lengkap. Mereka berusaha makan terlalu banyak pada satu waktu. Akibatnya, makanan mungkin saja tersangkut di tenggorokannya.
Berita Terkait
-
Menyembuhkan Luka yang Belum Usai di Novel Restart
-
Review Serial The Boroughs: Refleksi Filosofis tentang Waktu dan Kematian!
-
Kaca Pecah, Bus Transjakarta Ditabrak Sesama Armada di Depo Kampung Rambutan
-
WHO Tetapkan Wabah Ebola di Kongo Darurat Internasional, Risiko Kematian 32,5 Persen
-
Novel Ziarah, Sebuah Perenungan tentang Hidup dan Kematian
Terpopuler
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- Peluang Baru Terbuka, Kehidupan 4 Shio Ini Diprediksi Semakin Membaik Mulai 10 Juni 2026
- Beredar 24 Nama Terseret Kasus BGN, Kuasa Hukum Sony Sonjaya: Nama Itu Sudah Diserahkan ke Penyidik
Pilihan
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
-
'Kalau Semua Diam, Siapa yang Akan Bicara?' Alasan Zaskia Adya Mecca Dukung Aksi Mahasiswa
-
Silakan Tabrak Kami! Polisi Tantang Massa Mahasiswa UI yang Nekat ke Bundaran HI
-
Mahasiswa Belum Muncul, Begini Kondisi Terkini Bundaran HI Jelang Aksi 12 Juni
-
Harry de Fretes Bagikan Kabar Haji Bolot Meninggal, Keluarga: Hoaks, Itu Orang Kurang Kerjaan
Terkini
-
Anak Sering Ruam atau Diare Setelah Minum Susu? Bisa Jadi Tanda Alergi Susu Sapi
-
Metoo Hadirkan Senyum di Tengah Mobilitas Jakarta lewat Aktivasi Interaktif di CSW
-
Dorong Pola Makan Seimbang, Konsumsi Buah dan Sayur Masih Jadi Tantangan di Indonesia
-
Saat Lambung Mulai Sensitif, Ini Pilihan Makanan yang Lebih Ramah di Perut
-
Quinn Salman Selalu Sempatkan Waktu Bermain Bersama Keluarga, Ternyata Manfaatnya Bagus Banget?
-
Mobilitas Tinggi Bikin Kulit Lebih Rentan Terpapar Kuman, Kapan Perlu Antiseptik?
-
Ancaman Tak Terlihat bagi Lingkungan Perairan: Residu Antidepresan Meningkat di Sungai
-
Layanan Ortopedi Dalam Negeri Kian Dekat dengan Standar Internasional
-
Pengembangan Vaksin Dalam Negeri Kian Maju, Perlindungan terhadap HPV Jadi Fokus
-
Mikroplastik Ada di Makanan, Minuman, hingga Udara: Seberapa Besar Risikonya bagi Kesehatan?