Suara.com - Banyak sekali orang tua senang memberi anaknya jus buah, karena menganggap kaya vitamin dan nutrisi yang baik untuk si Kecil. Faktanya, anak di bawah usia 5 tahun atau balita lebih baik banyak minum susu dan air putih.
Hal ini berkaitan dengan jus buah yang dianggap memengaruhi berat badan anak. Karena itu, jus buah dianggap bukan minuman terbaik untuk anak-anak.
Menurut Rachel Freeman, seorang ahli diet dari McMaster Children's Hospital dikutip dari Today's Parent, pada dasarnya jus buah sama seperti air gula yang mengandung sedikit vitamin. Sehingga memberi anak jus buah sama seperti memberikan permen atau semacamnya yang tinggi gula dan bisa menyebabkan masalah mulut.
Di Amerika Serikat sendiri, ada sebuah peraturan bahwa balita usia 1-3 tahun tidak boleh minum jus buah lebih dari setengah cangkir. Sedangkan anak usia 4-6 tahun tidak boleh lebih dari 3/4 cangkir.
Kebiasaan minum jus buah yag terlalu sering dan banyak dianggap bisa menyebabkan kerusakan gigi, seperti gigi berlubang.
"Jus buah sama sekali bukan pilihan terbaik karena bisa merusak gigi anak yang masih dalam perkembangan dan tidak baik untuk nutrisi hariannya," jelasnya.
Selain gigi berlubang, jus buah juga mengandung kalori cair sehingga mengonsumsinya telalu banyak bisa menyebabkan masalah perut dan meningkatkan berat badan anak.
Apabila anak minum segelas jus apel, dia mungkin membantu menurunkan kadar gula, tetapi mereka tidak mendapatkan serat atau flavonoid dari jus apel.
"Kalori cair dari jus buah ini berkontribusi pada obesitas. Karena itu, jus buah tidak bisa menahan nafsu makan seseorang," jelas Karen Balko, ahli diet di Kindcare Pediatrics.
Baca Juga: 5 Menu Sarapan yang Tidak Sehat, Termasuk Roti dan Jus Buah!
Berkaca dari fakta di atas, ahli menyarankan agar orang tua memberikan anak-anak makanan padat alias buah dan sayuran utuh. Cara tersebut bisa membantu anak terbiasa dengan rasa dan tekstur buah-buahan maupun sayuran.
Tag
Berita Terkait
-
Saya Menumbalkan Lambung Demi Sesobek Saset Kopi Susu saat Sahur
-
6 Barang Wajib di Travel Kit Lebaran untuk Ibu yang Membawa Balita
-
Pentingnya Dukungan Asupan Nutrisi untuk Mendukung Perkembangan Anak Usia Sekolah
-
5 Rekomendasi Susu Kambing Etawa untuk Jaga Kesehatan Tulang dan Peradangan pada Sendi
-
Balita Rewel Bikin Perjalanan Pelik? Simak 6 Trik Cerdas Ini agar Mudik Lebaran 2026 Tetap Asik
Terpopuler
- Ratusan Warga Cianjur Gagal Rayakan Lebaran Gara-gara Kena Tipu Paket Sembako Bodong
- Lebaran 2026 Tanggal Berapa? Cek Jadwal Idulfitri Pemerintah, NU, Muhammadiyah, dan Negara Lain
- 61 Kode Redeem FF Max Terbaru 20 Maret 2026: Raih THR Idul Fitri, AK47 Lava, dan Joker
- 30 Link Twibbon Idul Fitri 2026 Simpel Elegan, Cocok Dibagikan ke Grup Kantor dan Rekan Kerja
- 7 HP Samsung Terbaik untuk Orang Tua: Layar Besar, Baterai Awet
Pilihan
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
-
Pak Menteri Siap Potong Gaji? Siasat Prabowo Hadapi Krisis Global Contek Pakistan
-
Kabar Duka! Pemilik Como 1907 Sekaligus Bos Djarum Meninggal Dunia
Terkini
-
Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini
-
Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi
-
Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!
-
Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?
-
Tips Mudik Aman untuk Pasien Gangguan Irama Jantung
-
Jangan Abaikan Kesehatan Saat Mudik, Ini Tips Agar Perjalanan Tetap Nyaman
-
Pelangi di Mars Tayang Jelang Lebaran, Film Anak yang Ajarkan Berani Bermimpi
-
Cedera Lutut hingga Bahu Paling Banyak Dialami Atlet dan Penggemar Olahraga
-
Jelang Lebaran, Korban Banjir Aceh Tamiang Dibayangi ISPA hingga Diare: Imunitas Harus Diperhatikan
-
Deteksi Dini dan Kebijakan Ramah Lingkungan: Solusi Terpadu untuk Menangani Penyakit Ginjal