Suara.com - Es krim memang mengenakkan, apalagi jika dikonsumsi saat cuaca terik. Tapi, pernahkah Anda merasa sakit kepala ketika mengonsumsinya?
Sakit kepala ini biasanya berlangsung selama 10 detik hingga 30 detik saja.
Melansir Live Science, sensasi brain freeze berasal dari makanan dingin menyentuh area langit-langit mulut yang dipenuhi saraf.
Salah satu wilayahnya yaitu saraf trigeminal, merupakan saraf kranial terbesar.
Tiga cabang dari saraf ini bekerja bersama untuk merasakan dan mengomunikasikan informasi antara otak dan berbagai bagian depan kepala, termasuk gigi, lidah dan langit-langit mulut.
Meski atap mulut yang terkena dingin, rasa dingin dari makan es krim cepat bermanifestasi di kepala.
Meski tidak berbahaya, sensasi rasa sakit di kepala ini dapat membuat tidak nyaman, bahkan oleh balita sekali pun.
Apabila Si Kecil mengalaminya, katakan pada mereka untuk makan es krim secara perlahan atau kurangi es krim yang mereka konsumsi.
Cara lainnya adalah untuk didiamkan dahulu di lidah sebelum menelannya atau meminum minuman yang lebih hangat terlebih dahulu.
Baca Juga: 5 Fakta Unik Soal Mimpi Buruk, Keju dan Es Krim Jadi Penyebab?
Tetapi apabila sakit kepala Si Kecil berlangsung lebih dari beberapa menit, kemudian memicu demam, muntah, dan semua itu tidak berkaitan dengan makanan dingin, segera bicarakan dengan dokter.
Mungkin saja ini bukan sakit kepala es krim yang sederhana.
Berita Terkait
-
Bedak Dingin untuk Apa? Cek 7 Rekomendasi yang Bagus dan Murah, Mulai Rp2 Ribuan
-
Oleh-oleh Suara.com dari Swiss: Hidup Tenang Tanpa Klakson, Begini Rasanya Slow Living di Zurich
-
4 Pilihan Mobil Bekas dengan AC Paling Dingin, Harga Mulai Rp50 Jutaan
-
Pindah Agensi, Mees Hilgers Bisa Akhiri Perang Dingin dengan FC Twente?
-
4 Ide OOTD Musim Dingin ala Seulgi Red Velvet, Nyaman dan Tetap Gaya!
Terpopuler
- Bedak Apa yang Tahan Lama? Ini 5 Produk yang Bisa Awet hingga 12 Jam
- 5 Pemain Top Dunia yang Berpotensi Ikuti Jejak Layvin Kurzawa Main di Super League
- Pasca Penonaktifan, 3.000 Warga Kota Yogyakarta Geruduk MPP untuk Reaktivasi PBI JK
- 10 HP OPPO RAM 8 GB dari yang Termurah hingga Flagship 2026
- 4 Pilihan Smart TV 32 Inci Rp1 Jutaan, Kualitas HD dan Hemat Daya
Pilihan
-
Bocah-bocah di Sarang Polisi: Asal Tangkap Perkara Aksi Agustus
-
Selamat Jalan 'Babeh' Romi Jahat: Ikon Rock N Roll Kotor Indonesia Tutup Usia
-
Sidang Adat Pandji Pragiwaksono di Toraja Dijaga Ketat
-
Ziarah Telepon Selular: HP Sultan Motorola Aura Sampai Nokia Bunglon
-
Ucap Sumpah di atas Alkitab, Keponakan Prabowo Sah Jabat Deputi Gubernur BI
Terkini
-
Lantai Licin di Rumah, Ancaman Diam-Diam bagi Keselamatan Anak
-
Zero-Fluoroscopy, Solusi Minim Risiko Tangani Penyakit Jantung Bawaan Anak hingga Dewasa
-
Olahraga Saat Puasa? Ini Panduan Lengkap dari Ahli untuk Tetap Bugar Tanpa Mengganggu Ibadah
-
Google dan Meta Dituntut Karena Desain Aplikasi Bikin Anak Kecanduan
-
Bergerak dengan Benar, Kunci Hidup Lebih Berkualitas
-
Direkomendasikan Para Dokter, Ini Kandungan Jamtens Tangani Hipertensi dan Kolesterol
-
Perubahan Iklim Bikin Nyamuk DBD Makin Ganas, Dokter: Kini Bisa Berulang 2 Tahunan
-
Mengenal Ultra Low Contrast PCI, Pendekatan Tindakan Jantung yang Lebih Ramah Ginjal
-
Bukan Sekadar Timbangan: Mengapa Obesitas Resmi Jadi Penyakit Kronis di 2026?
-
Bayi Sering Gumoh? Umumnya Normal, Tapi Wajib Kenali Tanda Bahaya GERD