Suara.com - Demi menjauhkan generasi mudanya terhadap paparan rokok, sebuah kota di Australia, yaitu Hobart di Tasmania, membuat gebrakan luar biasa yaitu menjadi kota bebas asap rokok pada tahun 2020 mendatang.
Hingga kini, dewan kota telah menambahkan tiga daerah bebas asap yaitu Franklin Square, Legacy Park, dan University Rose Garden.
Untuk memastikan masyarakat mematuhi aturan baru tersebut, otoritas kota Hobart telah mempekerjakan petugas antirokok untuk 'memberantas' para perokok.
Mereka akan bertugas dengan berpatroli di zona bebas rokok. Mereka juga berhak menarik denda $ 338 atau Rp 3,2 juta kepada orang-orang yang tertangkap basah melanggar undang-undang baru tersebut.
Meski demikian, Wakil Wali Kota Hobart, Helen Burnet, mengatakan menerapkan denda bukan fokus utama melainkan menjalani peran dan memberi pendidikan serta kesadaran akan bahaya rokok.
"Ini tentang memberi tahu orang-orang tentang daerah bebas asap rokok dan mengapa mereka ada. Kami juga menyediakan informasi dan dukungan bagi orang-orang yang ingin berhenti merokok. Kami ingin mendukung orang untuk mengurangi kebiasaan merokok dan membantu mereka berkontribusi pada Hobart yang lebih bersih dan lebih sehat bagi penduduk dan pengunjung. "
Kata Helen, petugas antirokok memiliki SOP kerja yaitu "melindungi dan meningkatkan kesehatan masyarakat dengan menegakkan daerah bebas rokok".
Sebelumnya, pihak otoritas mengatakan tingkat merokok masih cukup tinggi di Hobart. Menurut Survei Kesehatan Nasional Australia pada 2014-2015, Tasmania memiliki tingkat merokok tertinggi kedua di negara tersebut.
Hampir 20 persen penduduknya merokok, dibandingkan dengan 16 persen secara nasional.
Baca Juga: Viral Bapak Buang Asap Rokok di Wajah Anaknya, Ketahui Risikonya!
"Memperkenalkan tiga area baru ini merupakan kelanjutan dari kebijakan kota bebas asap rokok untuk mendorong penghuni dan tamu membuat pilihan yang sehat sehingga semua orang dapat menikmati udara segar. Bahkan kontak singkat dengan asap rokok dapat membawa berbagai dampak negatif bagi kesehatan. Membatasi paparan pada lingkungan rokok akan membantu mengurangi bahaya dari merokok," tulis otoritas setempat.
Aturan ini berlaku untuk rokok herbal, tembakau, dan rokok elektrik. Jadi, kalau berkunjung ke sini, jangan coba-coba melanggar peraturan ya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Terpopuler: Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Sepatu New Balance Tanpa Tali untuk Jalan Jauh
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
Pilihan
-
Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend
-
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
-
Insiden Noni Madueke Tanpa Penalti, Eks Wasit Liga Inggris Buka Suara
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
Terkini
-
Waspada! Ini Tanda Kelebihan Vitamin B6, dari Kesemutan hingga Kerusakan Saraf
-
Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining
-
Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem
-
Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua
-
Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?
-
Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak
-
Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan
-
Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern
-
Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian
-
Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI