Suara.com - Bersamaan dengan diresmikannya Tower 2 di Mayapada Hospital beberapa waktu lalu, diresmikan pula instalasi onkologi radiasi yang memberikan pelayanan radioterapi pada penderita kanker.
Yang istimewa, menurut Jonathan Tahir selaku Group CEO Mayapada Healthcare, instalasi onkologi radiasi yang terletak 2,5 meter di bawah tanah ini dilengkapi dengan sebuah mesin berteknologi mutakhir buatan Inggris, di mana Mayapada Hospital bekerjasama dengan CHC Grup dari Taiwan, yakni konsultan onkologi radiasi yang memberikan pelayanan radioterapi mulai dari sistem navigasi hingga perencanaan servis, untuk melayani pasien yang membutuhkan kelengkapan pengobatan kanker selain operasi dan kemoterapi.
Menurut dr. Ratna, SpOnkRad, Spesialis Onkologi Radiasi Mayapada Hospital Jakarta Selatan, mesin radioetrapi terbaru ini merupakan tipe Versa HD dan merupakan jenis mesin radioterapi yang paling mutakhir.
"Cara kerjanya, sederhananya seperti ini: Sinar pengion (sinar X energi tinggi) secara langsung akan memutuskan rantai DNA sel-sel tumor sehingga rusak, menyebabkan kematian sel dan menghentikan pertumbuhannya. Secara tidak langsung, sinar pengion juga menyebabkan terbentuknya radikal bebas (dari komponen air dalam tubuh manusia) yang akan merusak sel-sel tumor tersebut," kata dr. Ratna saat dihubungi Suara.com.
Hampir semua jenis kanker bisa diterapi menggunakan mesin ini. Dan menurut dr. Ratna, pada beberapa kasus, radioterapi dapat juga digunakan untuk beberapa tumor jinak seperti schwannoma, angiofibroma di nasofaring, serta post operasi keloid yang berulang.
Pasien bisa datang dengan dirujuk oleh dokter onkloginya, namun tidak menutup kemungkinan juga pasien datang sendiri untuk berkonsultasi.
Mesin ini juga mempunyai 3 keunggulan penting, yaitu tingkat keakuratan tinggi, serta proses tindakan yang cepat dan tidak menimbulkan rasa sakit bagi pasien yang sedang menjalani pengobatan.
Dikatakan Jonathan dalam pembukaan Mayapada Healthcare Jakarta Selatan (MHJS) Tower 2 beberapa waktu lalu, Mayapada Hospital merupakan rumah sakit pertama di Jakarta dan pulau Jawa yang memiliki fasilitas Radiotherapy LINAC tipe Versa HD. "Hal ini sebagai wujud profesionalisme dan komitmen kami untuk memberikan standar pelayanan kesehatan terbaik dan berkontribusi terhadap kemajuan sistem teknologi kesehatan di Indonesia," katanya.
Baca Juga: Aldi Taher Ungkap Efek Samping Radioterapi yang Dijalani Ria Irawan
Berita Terkait
Terpopuler
- Jokowi Sembuh dan Siap Keliling Indonesia, Pengamat: Misi Utamanya Loloskan PSI ke Senayan!
- Promo Long Weekend Alfamart, Diskon Camilan untuk Liburan sampai 60 Persen
- 6 Warna Pakaian yang Dipercaya Bawa Keberuntungan untuk Shio di Tahun Kuda Api 2026
- 5 HP Xiaomi RAM Besar Termurah, Baterai Awet untuk Multitasking Harian
- Siapa Ayu Aulia? Bongkar Ciri-ciri Bupati R yang Membuatnya Kehilangan Rahim
Pilihan
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
-
Keluar Kau Setan! Ricuh di Pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping
Terkini
-
Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus
-
Waspada Hantavirus, Ketahui Cara Membersihkan Kotoran Tikus yang Benar
-
Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?
-
Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan
-
Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis
-
Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat
-
Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi
-
Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang
-
Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia
-
Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?