Suara.com - Menstruasi Bisa Sebabkan Anemia Lho, Ini 4 Cara Mencegahnya
Tahukah Anda saat menstruasi, seorang perempuan bisa rentan terhadap anemia? Menstruasi berat yang berlangsung lebih lama dari periode normal bisa menurunkan jumlah sel darah merah secara drastis. Lambat laun, hemoglobin dan zat besi akan ikut menurun sehingga Anda rentan mengalami anemia.
Untungnya, ada sejumlah tips yang dapat membantu Anda mencegah anemia saat menstruasi dilansir Hello Sehat.
1. Mengonsumsi makanan tinggi zat besi
Zat besi adalah komponen penting pembentuk hemoglobin di dalam sel darah merah. Hemoglobin berfungsi mengikat oksigen dan membawanya ke seluruh tubuh. Tanpa asupan zat besi yang cukup, sel darah merah tidak bisa membawa oksigen dengan baik.
Hal ini membuat Anda rentan mengalami anemia defisiensi besi, terutama saat menstruasi. Guna mencegah anemia saat menstruasi, Anda sebaiknya menambah konsumsi makanan tinggi zat besi seperti:
Sayuran berwarna hijau, misalnya bayam, kangkung, kale, dan brokoli
Daging merah dan hati
Makanan laut, terutama kerang dan tiram
Kacang kedelai dan olahannya, kacang polong, kacang mede, lentil, serta chickpea
Biji labu dan quinoa
Bahan makanan lain yang telah diperkaya dengan zat besi
kekurangan zat besi
2. Mengonsumsi makanan yang membantu penyerapan zat besi
Mengonsumsi bahan makanan yang kaya zat besi saja terkadang belum cukup untuk mengantisipasi anemia. Pasalnya, penyerapan zat besi bisa terhambat oleh makanan tinggi kalsium, teh, kopi, serta produk susu yang Anda konsumsi setiap hari.
Baca Juga: Bisa Sebabkan Anemia, Ketahui Gejala Saat Kekurangan Hemoglobin!
Saat Anda mengalami menstruasi, coba batasi makanan dan minuman tersebut guna mencegah timbulnya anemia. Sebaliknya, Anda perlu mengonsumsi makanan yang dapat meningkatkan penyerapan zat besi. Di antaranya:
Jeruk, lemon, dan buah-buahan sitrus sejenisnya
Mangga, melon, pepaya, semangka, dan buah-buahan kaya vitamin C lainnya
Sumber vitamin A seperti paprika merah, wortel, dan aprikot
Daging ayam dan ikan
3. Menggunakan KB hormon
Pada siklus menstruasi normal, produksi progesteron meningkat beberapa hari sebelum menstruasi. Dinding rahim pun menebal agar siap menopang pertumbuhan embrio. Menjelang menstruasi, jumlah progesteron semakin turun. Dinding rahim kian menipis dan luruh selama menstruasi.
Ketidakseimbangan hormon dapat menyebabkan rahim menebal secara berlebihan. Akibatnya, Anda mengalami perdarahan menstruasi yang lebih parah. Kehilangan banyak darah selama menstruasi akhirnya membuat Anda rentan terhadap anemia.
KB hormon membantu mencegah anemia saat menstruasi dengan menyeimbangkan hormon dalam tubuh Anda. Alat KB yang Anda gunakan mengandung hormon yang dapat menipiskan rahim sehingga Anda tidak mengalami perdarahan secara berlebihan.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Jokowi Sembuh dan Siap Keliling Indonesia, Pengamat: Misi Utamanya Loloskan PSI ke Senayan!
- Promo Long Weekend Alfamart, Diskon Camilan untuk Liburan sampai 60 Persen
- 6 Warna Pakaian yang Dipercaya Bawa Keberuntungan untuk Shio di Tahun Kuda Api 2026
- 5 HP Xiaomi RAM Besar Termurah, Baterai Awet untuk Multitasking Harian
- Siapa Ayu Aulia? Bongkar Ciri-ciri Bupati R yang Membuatnya Kehilangan Rahim
Pilihan
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
Terkini
-
Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus
-
Waspada Hantavirus, Ketahui Cara Membersihkan Kotoran Tikus yang Benar
-
Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?
-
Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan
-
Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis
-
Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat
-
Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi
-
Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang
-
Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia
-
Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?