Suara.com - Beberapa hari lalu Dinar Candy mengunggah video Instagram sedang mencoba susu sapi segar. Bukan susu sapi segar yang sudah diolah, Dinar Candy minum susu segar itu langsung dari sapinya.
Dalam video terlihat seorang pria membantu memeras susu sapi. Lalu, Dinar Candy yang berada di samping pria tersebut langsung membuka mulut dan meminum susu sapi itu.
"Susu murni mantap!!" tulis Dinar Candy di Instagram.
Aksi Dinar Candy minum susu langsung dari sapi tanpa proses pengolahan tentu mengundang perhatian publik. Anda mungkin bertanya-tanya, apakah minum susu sapi segar tanpa proses pengolahan atau masih mentah tidak berbahaya?
Perlu dipahami, susu sapi mentah artinya susu baru saja diperah dan belum melalui proses pengolahan. Sebenarnya dilansir dari Hello Sehat, susu sapi yang belum diperah masih bersifat steril dari bakteri dan kotoran.
Namun, proses pemerahan membuat susu sapi bisa saja terkontaminasi bakteri dari kulit, feses sapi, peralatan perah, tangan pemerah dan tempat penyimpanan susu.
Namun, banyak yang mengklaim kalau susu sapi mentah mengandung lebih banyak nutrisi dibandingkan susu hasil pasteurisasi. Susu sapi murni kaya kandungan nutrisi, air dan memiliki tingkat keasaman yang netral.
Kondisi itulah yang membuat susu sapi mentah bisa menjadi tempat ideal bagi bakteri berkembang biak. Bakteri berbahaya yang terdapat dalam susu sapi mentah ini termasuk salmonella, e. coli, campylobacter, s.aureus, yersinia enterocolitica dan listeria monocytogenes.
Sejumlah bakteri tersebut akan mati ketika susu sapi segar dipanaskan atau melalui proses pasteurisasi. Jika tidak, bakteri dalam susu sapi mentah bisa menyebabkan masalah kesehatan.
Baca Juga: Mewarnai Baik untuk Orang Dewasa, Ketahui 5 Manfaatnya!
Adapun masalah kesehatan yang paling umum seperti keracunan makanan. Gejalanya bisa berupa mual, muntah, diare, nyeri perut, demam dan dehidrasi.
Bahaya minum susu mentah juga lebih berisiko pada anak-anak, lansia, wanita hamil dan orang-orang yang memiliki sistem kekebalan tubuh lemah.
Susu sapi mentah bisa berbahaya bagi wanita hamil karena mengandung bakteri listeria. Bakteri tersebut bisa menyebabkan penyakit pada janin, keguguran hingga kematian bayi yang baru lahir.
Bahkan, wanita hamil bisa juga mengalami gangguan kesehatan dan komplikasi kehamilan akibat infeksi bakteri tersebut. Karena itu, Anda khususnya wanita hamil tidak disarankan minum susu sapi yang masih mentah.
Berita Terkait
Terpopuler
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 18 Maret 2026: Raih Pulsa, Skin Trogon Rose, dan Diamond
- 7 HP Baru 2026 Paling Murah Jelang Lebaran, Spek Gahar Mulai Rp1 Jutaan
- Ratusan Warga Cianjur Gagal Rayakan Lebaran Gara-gara Kena Tipu Paket Sembako Bodong
- Lebaran 2026 Tanggal Berapa? Cek Jadwal Idulfitri Pemerintah, NU, Muhammadiyah, dan Negara Lain
- Update Posisi Hilal Jelang Idulfitri, Ini Prediksi Lebaran 2026 Pemerintah dan NU
Pilihan
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
-
Pak Menteri Siap Potong Gaji? Siasat Prabowo Hadapi Krisis Global Contek Pakistan
-
Kabar Duka! Pemilik Como 1907 Sekaligus Bos Djarum Meninggal Dunia
-
Resmi! Hasil Sidang Isbat Pemerintah Tetapkan Idulfitri 1447 H Jatuh pada Sabtu 21 Maret 2026
Terkini
-
Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini
-
Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi
-
Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!
-
Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?
-
Tips Mudik Aman untuk Pasien Gangguan Irama Jantung
-
Jangan Abaikan Kesehatan Saat Mudik, Ini Tips Agar Perjalanan Tetap Nyaman
-
Pelangi di Mars Tayang Jelang Lebaran, Film Anak yang Ajarkan Berani Bermimpi
-
Cedera Lutut hingga Bahu Paling Banyak Dialami Atlet dan Penggemar Olahraga
-
Jelang Lebaran, Korban Banjir Aceh Tamiang Dibayangi ISPA hingga Diare: Imunitas Harus Diperhatikan
-
Deteksi Dini dan Kebijakan Ramah Lingkungan: Solusi Terpadu untuk Menangani Penyakit Ginjal