Suara.com - Tes Psikologi Menggambar Rumah, Pohon & Manusia Bisa Ungkap Kepribadianmu
Pernahkah kamu diminta menggambar rumah, pohon dan manusia dalam sebuah tes psikologi untuk mendapatkan pekerjaan?
Jika ya, mungkin kamu penasaran, apa sih makna tersirat dari tes tersebut? Mengapa kita harus menggambar rumah, pohon dan manusia. Adakah cara menggambar tiga hal tersebut secara benar?
Dilansir Suara.com dari Bright Side, ternyata tidak ada cara yang benar untuk menggambar ketiga hal tersebut.
Hanya saja, sama seperti tanda tangan dan bentuk tulisan, gambar dan coretan kecil juga dapat berfungsi sebagai sumber informasi unik yang berbicara tentang diri kita.
Ketika kita menggambar, tanpa sadar kita telah memproyeksikan karakteristik kepribadian utama kita dalam selembar kertas. Itu sebabnya menggambar menjadi salah satu tes psikologi yang sangat penting.
Ujian House-Tree-Person atau HTP juga merupakan teknik proyektif yang dirancang untuk menentukan ciri-ciri kepribadian seseorang.
Nah, supaya kamu bisa tahu kepribadianmu sendiri lebih dalam, coba sekarang ambil selembar kertas kosong dan mulailah menggambar rumah, pohon dan manusia.
Jika sudah selesai, mari kita analisis bersama dan lihat kepribadianmu lebih dalam!
Baca Juga: Tes Kepribadian: Optimis atau Sensitif, yang Mana Kualitas Diri Anda?
1. Analisis gambar rumah
Rumah mewakili hubungan keluarga dan bagaimana kamu melihat serta menafsirkan kehidupan keluarga.
Gambar rumah dipercaya dapat mengatakan banyak tentang bagaimana perasaanmu tentang nilai-nilai keluarga secara umum dan keluargamu secara khusus.
Atap: mewakili kehidupan intelektual, fantasi, dan spiritual.
Cerobong asap: kehidupan afektif dan seksual. Asap yang keluar dari cerobong melambangkan adanya ketegangan internal.
Ruang: ketegasan dan kekuatan kepribadianmu.
Pintu dan jendela: hubungan dengan dunia sekitarnya, konteks sosial, tingkat integrasi. Misalnya, pintu yang sangat besar menunjukkan bahwa Anda sangat ketergantungan.
Jalan Kaki: keterbukaan, akses ke kehidupan keluarga yang terbuka dan akrab.
Lingkungan: stabilitas dan kontak dengan kenyataan.
2. Analisis gambar pohon
Pohon itu melambangkan aspek terdalam dan paling tidak disadari dari kepribadianmu.
Gambar pohon dapat mewakili hal-hal yang biasanya kamu simpan untuk diri sendiri.
Mahkota atau kerimbunan daun: ide, pikiran, konsep diri. Misalnya, kepadatan mahkota atau kerimbunan terhubung langsung dengan produktivitas mental.
Cabang pohon: kontak sosial, aspirasi, dan tingkat kepuasan atau frustrasi.
Batang melambangkan perasaan diri, keutuhan kepribadian. Jika melengkung, itu berarti kamu fleksibel dan mudah beradaptasi.
Akar: terkait dengan dunia batin yang tidak disadari dan naluriah, pengujian realitas, dan orientasi.
Pijakan: kontak dengan kenyataan dan stabilitas. Misalnya, ketidakmampuan atau kesulitan dalam menghadapi kenyataan.
3. Analisis citra gambar manusia
Manusia mewakili konsep ideal diri kamu sendiri. Gambar ini menunjukkan sikapmu terhadap dunia bagaimana kehidupan sosialmu dan dunia batinmu.
Kepala: kecerdasan, komunikasi, imajinasi, kemampuan bersosialisasi. Misalnya, jika kepala lebih besar dari tubuh, itu berarti kamu memiliki kemampuan intelektual yang mengesankan.
Rambut: seksualitas, kejantanan, dan sensualitas.
Mata: komunikasi sosial dan persepsimu tentang dunia sekitar.
Mulut: sensualitas, seksualitas, dan komunikasi verbal. Jika mulut pada gambarnu hanya garis lurus, itu berarti kamu agresif secara verbal.
Hidung: simbol phallic.
Tangan: keefektifan, agresivitas.
Catatan: kontrol impuls.
Tangan: adaptasi dan integrasi dengan dunia sosial. Badan: kontak dengan realitas, dukungan, stabilitas, dan keamanan.
Kaki: seksualitas dan agresivitas.
Berita Terkait
Terpopuler
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- Biodata dan Agama DJ Patricia Schuldtz yang Resmi Jadi Menantu Tommy Soeharto
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
- 5 Sepatu Jalan Lokal Terbaik Buat Si Kaki Lebar Usia 45 Tahun, Berjalan Nyaman Tanpa Nyeri
- DPUPKP Catat 47 Hektare Kawasan Kumuh di Kota Jogja, Mayoritas di Bantaran Sungai
Pilihan
-
Dari 'Kargo Gelap' Garuda ke Nakhoda Humpuss: Kembalinya Ari Askhara di Imperium Tommy Soeharto
-
Tanpa Bintang Eropa, Inilah Wajah Baru Timnas Indonesia Era John Herdman di Piala AFF 2026
-
Hari Ini Ngacir 8 Persen, Saham DIGI Telah Terbang 184 Persen
-
Mengapa Purbaya Tidak Pernah Kritik Program MBG?
-
Kuburan atau Tambang Emas? Menyingkap Fenomena Saham Gocap di Bursa Indonesia
Terkini
-
Gaya Hidup Sedentari Tingkatkan Risiko Gangguan Muskuloskeletal, Fisioterapi Jadi Kunci Pencegahan
-
Hati-hati saat Banjir! Jangan Biarkan 6 Penyakit Ini Menyerang Keluarga Anda
-
Pankreas, Organ yang Jarang Disapa Tapi Selalu Bekerja Diam-Diam
-
Perawatan Kulit Personal Berbasis Medis, Solusi Praktis di Tengah Rutinitas
-
Implan Gigi Jadi Solusi Modern Atasi Masalah Gigi Hilang, Ini Penjelasan Ahli
-
Apa Beda Super Flu dengan Flu Biasa? Penyakitnya Sudah Ada di Indonesia
-
5 Obat Sakit Lutut Terbaik untuk Usia di Atas 50 Tahun, Harga Mulai Rp 13 Ribu
-
Kalimantan Utara Mulai Vaksinasi Dengue Massal, Kenapa Anak Jadi Sasaran Utama?
-
Kesehatan Anak Dimulai Sejak Dini: Gizi, Anemia, dan Masalah Pencernaan Tak Boleh Diabaikan
-
Krisis Senyap Pascabencana: Ribuan Pasien Diabetes di Aceh dan Sumut Terancam Kehilangan Insulin