Suara.com - Cegah Penyebaran Virus Corona dengan Tutup Bandara, China Dipuji WHO
Pemerintah China menutup bandara, stasiun, hingga pelabuhan di kota Wuhan, Provinsi Hubei, setelah jumlah kasus terinfeksi novel coronavirus (nCoV) atau virus corona mencapai lebih dari 500 orang, dengan 17 di antaranya meninggal dunia.
Langkah ini dinilai Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merupakan cara yang tepat untuk mencegah penyebaran virus corona meluas hingga ke daerah-daerah lain. Pujian pun dilontarkan WHO kepada China yang dinilai cepat merespons kasus ini.
"Apa yang mereka lakukan merupakan langkah yang sangat tepat dan penuh komitmen. Mereka melakukan aksi yang dinilai tepat sesuai situasi yang terjadi, dan ini sangat penting," tutur Direktur Jenderal WHO, Tedros Ahanom Ghebreyesus, dilansir Reuters, Kamis (23/1/2020).
WHO juga menilai langkah China dengan menutup pelabuhan hingga bandara menurunkan risiko penyebaran virus corona ke negara lain.
Apalagi seperti diketahui, libur Imlek membuat arus manusia dari dan ke China meningkat hingg awal bulan Februari.
"Kami menekankan pada mereka bahwa dengan mengambil langkah kuat, tidak hanya mereka bisa mengontrol penyebaran wabah di dalam negara sendiri, tapi juga meminimalisasi risiko penyakit ini menyebar secara internasional," tuturnya lagi.
Sebelumnya, Menteri Kesehatan China Li Bin mengatakan ada lebih dari 2.200 orang yang terindikasi melakukan kontak dengan pasien. Lebih dari 700 sudah dinyatakan sehat dan tidak terinfeksi, sementara sisanya masih menjalani pemantauan.
"Kami melihat adanya kemungkinan virus bermutasi dan menyebar lebih jauh," ujar Li Bin, sembari mengatakan risiko penularan meningkat jelang Tahun Baru Imlek.
Baca Juga: Antisipasi Ancaman Virus Corona, Indonesia Siagakan 100 Rumah Sakit
Gejala virus corona yang menyebabkan pneumonia ini antara lain demam, batuk, dan kesulitan bernapas.
Pihak kesehatan berpendapat bahwa wabah akibat virus Corona ini berkaitan dengan pasar makanan laut di Wuhan. Tetapi, beberapa pasien baru mau menghindari pasar ini setelah didiagnosis dengan virus Corona.
Sekarang ini belum tersedia vaksin untuk jenis virus Corona baru. Tetapi, perlu diwaspadai kalau gejalanya meliputi demam, kesulitan bernapas dan infiltrat pneumonik di paru-paru.
Berita Terkait
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Penyebab BRImo Sempat Terkendala Pagi Ini, Kini Layanan Pulih Sepenuhnya
- Harga Adidas Adizero Termurah Tipe Apa Saja? Ini 5 Varian Terbaiknya
Pilihan
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
-
Isak Tangis Pecah di Kulon Progo, Istri Praka Farizal Romadhon Tiba di Rumah Duka
-
Bareskrim Periksa Pasangan Artis Dude Herlino-Alyssa Terkait Skandal Kasus PT DSI Rp2,4 Triliun
-
BREAKING NEWS: Peringatan Dini Tsunami 3, BMKG Minta Evakuasi Warga
Terkini
-
Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit
-
Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata
-
Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia
-
Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien
-
Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia
-
Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin
-
Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak
-
Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026
-
Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS