Suara.com - Wabah virus corona masih membuat sejumlah orang takut dan khawatir jika terinfeksi oleh orang yang sedang sakit. Hal ini membuat sebagian orang berusaha melindungi diri dari virus corona dengan berbagai cara.
Mulai dari pemakaian masker, tidak berpergian hingga menjaga daya tahan tubuh. Tetapi, ada pula orang-orang yang justru hilang empati terhadap sesama manusia demi melindungi diri dari virus corona.
Seperti kejadian yang dialami oleh sejumlah perawat di China yang diusir dari MRT hanya karena mengenakan seragam perawat dan orang-orang takut jika tertular virus corona.
Padahal perawat juga berada di garis terdepan dalam melawan virus corona dengan menolong puluhan ribu orang yang positig terinfeksi.
"Seorang perawat mengenakan seragam dan masker di kereta (MRT). Lalu dua penumpang wanita memarahinya dengan bahasa yang sangat keras dan mereka menyebut perawat ini telah mengontaminasi kereta," tulis seorang perawat menceritakan perawat lainnya yang diserang penumpang melalui media sosial dikutip dari worldofbuzz.com.
Karena merasa satu profesi, wanita ini pun berusaha membela dan membantu perawat yang sedang dipojokkan oleh seorang penumpang di kereta.
Tetapi, usaha wanita ini membantu rekan seprofesinya (perawat) ketika dipojokkan oleh penumpang tidak membuahkan hasil. Mereka justru semakin dimaki oleh penumpang tersebut dengan kata-kata lebih kasar.
Hanya karena profesi mereka sebagai perawat, penumpang kereta memandangnya kotor, mengontaminasi kereta dan bisa menyebarkan virus corona di dalam transportasi publik.
Kejadian ini membuat mereka merasa miris. Petugas kesehatan yang sudah berjuang keras melawan virus corona seharusnya diperlakukan lebih baik.
Baca Juga: Gerebek Ganja Sintetis Industri Rumahan,13 Orang Jadi Tersangka
Karena, mereka telah mendedikasikan diri dan merelakan nyawanya dalam bahaya demi menolong korban virus corona. Mereka juga mungkin rela kehilangan waktu istirahat dan meninggalkan keluarga demi melawan virus mematikan ini.
Bahkan mereka mungkin juga sudah mengambil langkah-langkah perlindungan yang diperlukan untuk mencegah penularan virus corona.
Sementara itu, Kementerian Kesehatan Singapura mengumumkan bahwa mereka telah meningkatkan Kondisi Sistem Penanggulangan Wabah Penyakit (DORSCON) menjadi Code Orange, tetapi bukan berarti orang-orang harus takut dengan keberadaan staf medis.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- Ibu-Ibu Baku Hantam di Tengah Khotbah Idulfitri, Diduga Dipicu Masa Lalu
- Pakai Paspor Belanda saat Perpanjang Kontrak 2025, Status WNI Dean James Bisa Gugur?
- Pajaknya Nggak Bikin Sengsara: Cek 5 Mobil Bekas Bandel di Bawah 70 Juta untuk Pemula
Pilihan
-
Yaqut Kembali Ditahan di Rutan KPK
-
Dean James Masih Terdaftar sebagai Warga Negara Belanda
-
Diskon Tarif Tol 30 Persen Arus Balik: Jadwal, Tanggal dan Rute Lengkap
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
Terkini
-
Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini
-
Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi
-
Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!
-
Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?
-
Tips Mudik Aman untuk Pasien Gangguan Irama Jantung
-
Jangan Abaikan Kesehatan Saat Mudik, Ini Tips Agar Perjalanan Tetap Nyaman
-
Pelangi di Mars Tayang Jelang Lebaran, Film Anak yang Ajarkan Berani Bermimpi
-
Cedera Lutut hingga Bahu Paling Banyak Dialami Atlet dan Penggemar Olahraga
-
Jelang Lebaran, Korban Banjir Aceh Tamiang Dibayangi ISPA hingga Diare: Imunitas Harus Diperhatikan
-
Deteksi Dini dan Kebijakan Ramah Lingkungan: Solusi Terpadu untuk Menangani Penyakit Ginjal