Suara.com - Penelitian memeringatkan, orang dewasa dengan penyakit gusi berisiko lebih tinggi terkena stroke. Maka dari itu, dianjurkan untuk rajin sikat gigi setiap hari.
Dilansir dari Daily Mail, orang sehat dengan penyakit gusi dua kali lebih mungkin memiliki penyumbatan pembuluh darah di otak.
Penyakit gusi diyakini berkontribusi ketika sistem kekebalan tubuh merespon bakteri yang memasuki aliran darah. Arteri menyempit untuk menjebak bakteri, menurut British Heart Foundation.
Ketika arteri otak tersumbat dengan zat lengket, itu membatasi aliran darah dan dapat menyebabkan stroke.
Peradangan gusi diyakini memicu proses dengan mempengaruhi aliran darah dan secara perlahan merusak cara kerja pembuluh darah.
Membersihkan plak dari gigi setiap hari adalah cara termudah untuk mencoba dan menghindarinya, dan direkomendasikan oleh badan amal kesehatan jantung terkemuka.
Penyakit gusi, kadang-kadang disebut penyakit periodontal, adalah infeksi yang disebabkan oleh bakteri dan penimbunan plak. Gusi berdarah adalah tanda yang paling jelas.
Jika tidak dirawat, dapat berkembang ke jaringan yang mendukung tulang rahang dan gigi bisa rontok. Penyakit gusi telah dikaitkan dengan banyak komplikasi kesehatan, termasuk stroke, diabetes dan penyakit jantung.
"Penyakit gusi adalah infeksi bakteri kronis yang mempengaruhi struktur lunak dan keras yang menopang gigi dan berhubungan dengan peradangan," kata Dr. Souvik Sen, dari Fakultas Kedokteran Universitas Carolina Selatan di Columbia.
Baca Juga: Mengidap Cleidocranial Dysplasia, Aktor Stranger Things Cabut 14 Gigi
Dalam salah satu studi, peneliti mengamati 1.145 orang yang tidak mengalami stroke dengan usia rata-rata 76 tahun. Mereka menggunakan pemindaian otak MRI untuk mengukur penyumbatan arteri di dalam otak.
Orang dengan gingivitis (radang gusi) dua kali lebih mungkin memiliki beberapa bentuk arteri otak yang menyempit akibat penumpukan plak dibandingkan dengan mereka yang tidak memiliki penyakit gusi.
Setelah disesuaikan dengan faktor-faktor risiko seperti usia, tekanan darah tinggi dan kolesterol tinggi, orang dengan gingivitis adalah 2,4 kali lebih mungkin untuk mengalami 'penyumbatan pembuluh otak otak'.
Studi kedua melibatkan 265 pasien stroke dengan usia rata-rata 64 tahun. Pasien dengan penyakit gusi tiga kali lebih mungkin untuk mengalami stroke yang melibatkan pembuluh darah di bagian belakang otak, yang mengontrol penglihatan dan koordinasi, daripada pasien stroke yang tidak memiliki penyakit gusi.
Stroke arteri besar akibat pengerasan arteri dua kali lebih umum pada pasien dengan penyakit gusi seperti pada mereka yang tidak.
Berita Terkait
Terpopuler
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- 5 HP Memori 256 GB Harga di Bawah Rp2 Juta, Bisa Simpan Ribuan File dan Gaming
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
Pilihan
-
Pelatih Timnas Iran Desak Infantino Tegas Terhadap AS: Perlakuan Mereka Buruk!
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
Terkini
-
World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak
-
Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern
-
Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua
-
Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan
-
Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif
-
El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?
-
Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis
-
WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global
-
Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!