Suara.com - Jadi Korban Iklan Peninggi dan Pelangsing di Medsos? BPOM: Segera Laporkan
Jika kamu suka bermain instagram, maka kamu tidak asing dengan iklan peninggi badan, pemutih kulit, pelangsing, hingga pembesar payudara. Iklan-iklan ini ramai di kolom komentar, khususnya di akun-akun publik figur dengan pengikut yang banyak.
Banyak yang menakutkan produk ini adalah ilegal atau produk abal-abal yang tidak terdaftar di Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), dan bisa menimbulkan efek berbahaya.
Nah, buat kalian yang sudah menjadi korban dan merasa dirugikan BPOM mempersilahkan masyarakat untuk melaporkan akun-akun yang memperjualbelikannya.
"Silahkan banyak jalur (pelaporan), twitter, instagram, facebook, Halo BPOM, semua akses silahkan dipakai untuk melaporkan," ujar Deputi Bidang Pengawasan Obat Tradisional Suplemen Kesehatan dan Kosmetik BPOM, Maya Gustina Andarini di Kantor BPOM, Jalan Percetakan Negara, Rabu (19/2/2020).
Tidak hanya masalah akun, seringkali selebgram atau influencer juga ikut mempromosikan produk-produk ini. Jadi, kata Maya sudah seharusnya mereka ikut terlibat dan berhati-hati dalam menerima produk endorse atau iklan.
"Dan beberapa masyarakat pro aktif untuk jadi blogger, vlogger sampaikan ini nggak bener, dan juga hati-hati dengan endorsement publik figur itu. Tapi kita juga kerjasama agar para publik figur ini juga menyampaikan informasi mengenai kosmetik ini dengan benar," jelas Maya.
Selanjutnya BPOM juga mengaku sudah bekerjasama dengan Kemenkominfo yang melakukan penelusuran digital penjualan obat dan produk kosmetik ilegal di sosial media. Kata Maya sudah ribuan website yang di take down atau diblokir oleh Kemenkominfo, begitu juga dengan akun-akun penjual produk tersebut di sosial media.
"Ribuan website kita take down, kemudian dengan market palce kita juga kerjasama, jadi kalau kita melakukan peringatan ke suatu produk," ungkap Maya.
"Ya kita take down, bahkan ada beberapa industri yang kita take down website resminya juga, karena dia memproduksi produk yang tidak memenuhi syarat," sambungnya.
Baca Juga: Strategi "Langsing" dengan Bermain Game
Terakhir, BPOM meminta masyarakat untuk cerdas melakukan pengecekkan ada tidaknya nomor registrasi BPOM, juga ingridience atau kandungan produk di dalamnya. Pengecekkan bisa dilakukan di aplikasi Cek BPOM, maupun situs BPOM.
"Kita minta partisipasi masyarakat. Kalau mereka melihat, ini ada produk kosmetik yang dijual secara online, diprediksi tidak ada izin edar atau packingnya tidak lengkap silahkan laporkan, kami akan lakukan penindakkan," tutupnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP RAM 8 GB Harga di Bawah Rp1,5 Juta: Kamera Bagus, Performa Juara
- 4 Mobil Bekas Rp50 Jutaan yang Ideal untuk Harian: Irit, Gesit Pas di Gang Sempit
- 5 Cat Rambut untuk Menutupi Uban: Hasil Natural, Penampilan Lebih Muda
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
Pilihan
-
Nama Orang Meninggal Dicatut, Warga Bongkar Kejanggalan Izin Tanah Uruk di Sambeng Magelang
-
Di Reshuffle Prabowo, Orang Terkaya Dunia Ini Justru Pinang Sri Mulyani untuk Jabatan Strategis
-
Akun RHB Sekuritas Milik Wadirut Dijebol, Ada Transaksi Janggal 3,6 Juta Saham BOBA
-
Danantara Janji Bangkitkan Saham Blue Chip BUMN Tahun Ini
-
Gurita Bisnis Adik Prabowo, Kini Kuasai Blok Gas di Natuna
Terkini
-
Hati-hati saat Banjir! Jangan Biarkan 6 Penyakit Ini Menyerang Keluarga Anda
-
Pankreas, Organ yang Jarang Disapa Tapi Selalu Bekerja Diam-Diam
-
Perawatan Kulit Personal Berbasis Medis, Solusi Praktis di Tengah Rutinitas
-
Implan Gigi Jadi Solusi Modern Atasi Masalah Gigi Hilang, Ini Penjelasan Ahli
-
Apa Beda Super Flu dengan Flu Biasa? Penyakitnya Sudah Ada di Indonesia
-
5 Obat Sakit Lutut Terbaik untuk Usia di Atas 50 Tahun, Harga Mulai Rp 13 Ribu
-
Kalimantan Utara Mulai Vaksinasi Dengue Massal, Kenapa Anak Jadi Sasaran Utama?
-
Kesehatan Anak Dimulai Sejak Dini: Gizi, Anemia, dan Masalah Pencernaan Tak Boleh Diabaikan
-
Krisis Senyap Pascabencana: Ribuan Pasien Diabetes di Aceh dan Sumut Terancam Kehilangan Insulin
-
Fakta Super Flu Ditemukan di Indonesia, Apa Bedanya dengan Flu Biasa?