Suara.com - Pengguna media sosial tengah dihebohkan dengan kabar 77 siswa Nusa Tenggara Timur (NTT) yang dihukum makan kotoran manusia. Puluhan siswa itu berasal dari Seminari Menengah Santa Maria Bunda Segala Bangsa (BSB) Maumere, Kabupaten Sikka, NTT
Mereka adalah murid kelas VII yang dihukum oleh kakak kelasnya makan kotoran manusia. Kejadian ini berawal dari seorang siswa kelas VII membuang kotorannya di kantong plastik dan meletakkan di kamar tidur unit bina SMP Kelas VII.
Dua siswa kelas XII pun marah, tetapi tak ada seorang pun dari siswa kelas VII yang mengaku. Sampai akhirnya mereka mengambil tindakan dengan menghukum semua siswa menjilat kotoran tersebut.
Padahal menghirup, menjilat maupun memakan kotoran manusia atau hewan sangat tidak disarankan. Khususnya kotoran manusia, mengandung banyak bakteri yang menyebabkan penyakit, seperti hepatitis A.
Seseorang yang terkontaminasi bakteri dari feses bisa mengalami gejala mual, diare, muntah hingga demam. Kontaminasi bakteri ini bisa dengan cara menghirupnya, memakannya atau tidak mencuci tangan setelah BAB.
Tetapi, orangtua yang anaknya mengonsumsi kotoran tidak perlu panik. Dilansir dari Healthline, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk meredakan gejala dan mencegah penyakit.
1. Beri anak air minum sebanyak mungkin
2. Cuci muka dan tangan mereka sampai bersih
3. Amati gejala yang dialami mereka seperti keracunan makanan
Meskipun gejala setelah makan kotoran tidak terlalu parah, tetapi beberapa orang mungkin mengalami kondisi berbeda. Orangtua perlu membawa anak ke dokter jika mengalami gejala berikut ini.
1. Dehidrasi
2. Diare berdarah atau darah dalam tinja
3. Kesulitan bernapas
4. Anak terlihat kebingungan
Baca Juga: Makan Putih Telur Baik untuk Tekanan Darah Tinggi, Ini Alasannya
Jika Anak menunjukkan gejala-gejala itu atau gejala tidak reda dalam beberapa minggu, maka mereka sangat membutuhkan bantuan medis.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Promo Alfamart Hari Ini 7 Mei 2026, Body Care Fair Diskon hingga 40 Persen
- 5 Pilihan HP Android Kamera Stabil untuk Hasil Video Minim Jitter Mei 2026, Terbaik di Kelasnya
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Dokter Penyakit Dalam Ingatkan Wabah Seperti Hantavirus Rentan pada Diabetes: Makanannya Gula!
-
Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman
-
Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?
-
Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?
-
Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial
-
Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?
-
Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak
-
Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa
-
Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak
-
Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?