Suara.com - Sejak pemerintah mengumumkan virus Corona baru Covid-19 sudah masuk ke Indonesia, Senin (2/3/2020), masyarakat seketika menjadi panik hingga melakukan panic buying.
Sebenarnya, fenomena ini tidak hanya terjadi di Indonesia saja. Di negara lain yang juga terindikasi adanya kasus virus corona pun warganya melakukan hal yang sama, tak terkecuali AS.
Barang-barang yang tentunya menjadi sasaran adalah masker serta hand sanitizer.
Menurut psikolog klinis Hong Kong, Dr Cindy Chan, fenomena panic buying ini terjadi akibat orang-orang berusaha mendapatkan rasa kontrol.
Ada begitu banyak faktor yang menganggu seputar wabah Covid-19, sehingga orang-orang merasa mereka kehilangan kendali atas hidup mereka.
"Orang-orang merasa mereka perlu kontrol, jadi mereka pergi keluar dan membeli barang-barang dan merasa mereka melakukan apa yang mereka bisa untuk diri mereka sendiri, mendapatkan rasa kontrol. Ini adalah fenomena pemikiran kelompok, mentalitas kelompok," tuturnya, dilansir South China Morning Post, Rabu (4/3/2020).
Dari perspektif ilmu saraf, ketika seseorang menghadapi ancaman seperti Covid-19, bagian otak yang memproses rasa takut dan emosi (amygdala) sudah terlalu aktif. Aktivasi tinggi ini mematikan pemikiran rasional untuk sementara waktu.
"Kita tidak dapat bernalar secara rasional, kita lebih mudah dipengaruhi oleh pemikiran kelompok, perilaku kita menjadi lebih irasional," sambungnya.
Di sisi lain, ada bukti yang mengungkap bahwa fokus pada pembelian barang-barang ini merupakan reaksi perilaku terhadap perilaku stres dan ketidakpastian.
Baca Juga: Update Corona Covid-19: Sembuh 48.587 Jiwa , Meninggal 3.168 Jiwa
"Anggap saja sebagai bentuk terapi ritel, alih-alih membelanjakan pakaian terkini, konsumen membeli produk yang dibutuhkan terkait dengan penyelesaian masalah, yang dapat meningkatkan rasa kontrol mereka," tulis asisten profesor Organisational Behaviour di INSEAD, Andy J Yap, dalam laman knowledge.insead.edu.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
Terkini
-
Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?
-
Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial
-
Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?
-
Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak
-
Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa
-
Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak
-
Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?
-
Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia
-
Hasil Investigasi KKI: 92% Konsumen Keluhkan Galon Tua, Ternyata Ini Dampak Buruknya bagi Tubuh
-
Tips Memilih Susu Berkualitas, Nutrisionis: Perhatikan Sumber dan Kandungannya