Suara.com - Pemerintah Filipina, Senin (16/3/2020), mengumumkan telah mendeteksi merebaknya flu burung H5N6 di sebuah peternakan burung puyuh di daerah Jaen, Provinsi Nueva Ecija di sebelah utara negeri itu.
Menteri Pertanian Filipina, William Dar, mengatakan virus flu burung H5N6 itu mirip dengan wabah pada 2017 di peternakan yang sama yang telah mematikan sekitar 1.500 ekor burung puyuh.
Sebanyak 12.000 ekor burung puyuh sudah dimusnahkan dan dibakar untuk mencegah penyebaran virus flu burung H5N6 itu, demikian kata Dar seperti dilansir dari Channel News Asia.
"Kami bisa mengendalikan situasi ini. Pemantauan di radius 1 - 7 kilometer akan dilakukan untuk memastikan penyakit ini tidak menyebar ke luar," jelas Dar leih lanjut.
Selain itu Pemerintah Filipina juga sudah mendirikan pos-pos karantina, untuk mengendalikan pengiriman semua unggas peliharaan dari dan ke area yang kini sedang diawasi itu.
"Kami menekankan bahwa ini adalah kasus tunggal yang terjadi di sebuah peternakan burung puyuh saja," tutup Dar.
Sementar itu menurut Arlene Vytiaco, pakar flu burung pada Departemen Pertanian Filipina mengatakan ada kemungkinan virus itu menjangkiti manusia, tetapi peluangnya sangat kecil.
Tag
Berita Terkait
-
Arab Saudi Larang Impor Unggas dan Telur dari Indonesia, Apa Sebab?
-
Telur Jadi Barang Mewah di AS, Harga Naik 2 Kali Lipat karena Flu Burung?
-
Wabah Flu Burung di AS, Jutaan Ayam Dimusnahkan, Harga Telur Melonjak Tajam
-
Kesiapsiagaan Flu Burung dan ISPA Ditingkatkan, Apa Kata Pakar?
-
Darurat Flu Burung! California Umumkan Status Darurat Setelah Kasus pada Sapi
Terpopuler
- 5 HP Xiaomi dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5, Terkencang di 2026!
- 7 Sepatu Lari Tahan Air Selevel Nike Vomero 18 GTX, Kualitas Top
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
- Foto Pangakalan Militer AS di Arab Saudi Hancur Beredar, Balas Dendam Usai Trump Hina MBS
Pilihan
-
Kepulangan Jenazah Praka Farizal dari Lebanon ke Kulon Progo Diestimasikan Tiba Jumat Lusa
-
Update Tarif Listrik per kWh April 2026, Apakah Ada Kenaikan Harga?
-
Mulai Besok! BPH Migas Resmi Batasi Pembelian Pertalite dan Solar, Cek Aturan Mainnya
-
Masyarakat Diminta Tak Resah, Mensesneg Prasetyo Hadi Tegaskan Harga BBM Belum Ada Kenaikan
-
Clara Shinta Minta Tolong, Nyawanya Terancam karena Suami Bawa Senjata Api
Terkini
-
Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia
-
Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin
-
Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak
-
Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026
-
Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS
-
Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat
-
Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem
-
Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil
-
Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya