Suara.com - Penularan virus corona Covid-19 bisa melalui mata, hidung dan mulut. Penyebaran virus corona Covid-19 melalui mata ini pun mendorong asosiasi dokter mata terbesar di dunia untuk mewaspadai tanda-tanda peringatan pada pasien.
American Academy of Ophthalmology, dilansir oleh today.com, mengatakan patogen bisa menyebabkan mata merah atau konjungtivitis, yakni radang jaringan bening yang menutupi bagian putih mata. Kondisi ini bisa terjadi pada sekitar 1-3 persen orang yang terinfeksi virus corona Covid-19.
Sebelumnya, sudah muncul peringatan bahwa partikel-partikel virus bisa ditemukan dalam sekresi mata. Tetapi, sebuah penelitian menunjukkan risiko penularan virus melalui air mata masih rendah.
Karena itu, dokter mata pun disarankan untuk memperhatian pasiennya yang mengeluhkan mata merah dengan gejala termasuk kemerahan, pembengkakan dan terkadang ada cairan lengket di satu atau kedua mata. Apalagi bila pasien mengalami demam, gejala pernapasan (batuk dan pilek) dan sesak napas.
Selain itu, dokter mata juga perlu mengetahui riwayat perjalanan pasien yang mengeluhkan masalah-masalah tersebut. Dokter mata perlu mewaspadai bila pasien pernah melakukan perjalanan ke wilayah yang terdampak corona Covid-19, yakni Korea Selatan, China, Italia, Iran hingga Amerika Serikat.
Jika pasien tidak melakukan perjalanan ke daerah yang terkena wabah, mungkin saja pasien berinteraksi dekat dengan anggota keluarga atau kerabatnya yang baru pulang dari tempat wabah virus corona Covid-19.
Jika benar, pasien sudah bisa diduga terinfeksi virus corona Covid-19. Sehingga dokter mata perlu mengambil tindakan pencegahan, karena orang yang mengalami mata merah tak kunjung mereda pasti akan mencari bantuannya.
Seorang perawat di Life Care Center di Kirkland, Washington pun telah mengamati banyak pasien virus corona Covid-19 yang mengalami mata merah.
"Mata mereka seperti terkena alergi. Bagian putih matanya memerah dan mereka seperti memakai eye shadow karena bagian luar matanya juga ikut memerah," kata Chelsy Earnest kepada CNN.
Baca Juga: Awas, Sering Minum Air Panas Bisa Sebabkan Kanker Tenggorokan!
Namun, Dr. Sonal Tuli, seorang juru bicara klinis untuk Akademi Oftalmologi Amerika berpendapat bahwa mata merah tidak cukup untuk mendeteksi seseorang terinfeksi virus corona Covid-19. Karena, belum ada cukup data bahwa mata merah termasuk salah satu gejala corona Covid-19.
Dr. Thomas Steinemann, dokter spesialis mata bersertifikat di MetroHealth Medical Center di Cleveland, Ohio juga mengatakan banyak virus yang bisa menyebabkan mata merah.
"Jika Anda melihat mata merah di setiap musim dingin di AS, sebagain besar kasus disebabkan oleh virus," jelasnya.
Tapi, tidak ada cara untuk mengetahui virus mana yang menyebabkan mata merah. Kecuali, dokter menyeka konjungtiva, yakni selaput lendir pada permukaan mata dan menguji spesimen.
Berita Terkait
Terpopuler
- Apakah Habis Pakai Cushion Perlu Pakai Bedak? Ini 5 Rekomendasi Cushion SPF 50
- Mulai Tahun Ini Warga RI Mulai Frustasi Hadapi Kondisi Ekonomi, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
- 34 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 20 Januari: Sikat TOTY 115-117 dan 20.000 Gems
- Deretan Mobil Bekas 80 Jutaan Punya Mesin Awet dan Bandel untuk Pemakaian Lama
- Jadwal M7 Mobile Legends Knockout Terbaru: AE di Upper, ONIC Cuma Punya 1 Nyawa
Pilihan
-
Rumor Panas Eks AC Milan ke Persib, Bobotoh Bersuara: Bojan Lebih Tahu Kebutuhan Tim
-
Ekonomi Tak Jelas, Gaji Rendah, Warga Jogja Berjuang untuk Hidup
-
Rebut Hadiah Berlimpah! Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel Jadi Penggerak Potensi Daerah
-
ASEAN Para Games 2025: Nurfendi Persembahkan Emas Pertama untuk Indonesia
-
Perbedaan Jaring-jaring Kubus dan Balok, Lengkap dengan Gambar
Terkini
-
Fokus Turunkan Stunting, PERSAGI Dorong Edukasi Anak Sekolah tentang Pola Makan Bergizi
-
Bukan Mistis, Ini Rahasia di Balik Kejang Epilepsi: Gangguan Listrik Otak yang Sering Terabaikan
-
Ramadan dan Tubuh yang Beradaptasi: Mengapa Keluhan Kesehatan Selalu Datang di Awal Puasa?
-
Rahasia Energi "Anti-Loyo" Anak Aktif: Lebih dari Sekadar Susu, Ini Soal Nutrisi yang Tepat!
-
Sinergi Medis Indonesia - India: Langkah Besar Kurangi Ketergantungan Berobat ke Luar Negeri
-
Maia Estianty Gaungkan Ageing Gracefully, Ajak Dewasa Aktif Waspada Bahaya Cacar Api
-
Kolesterol Tinggi, Risiko Diam-Diam yang Bisa Berujung Stroke dan Serangan Jantung
-
Telapak Kaki Datar pada Anak, Normal atau Perlu Diperiksa?
-
4 Rekomendasi Minuman Diabetes untuk Konsumsi Harian, Mana yang Lebih Aman?
-
Apa Itu Food Genomics, Diet Berbasis DNA yang Lagi Tren