Suara.com - Cegah Penyebaran Penyakit, Ketahui Cara Kerja Vaksin Melindungi Tubuh
Sekarang ini banyak ilmuwan yang sedang mencoba menemukan vaksin virus Corona Covid-19. Sementara beberapa peneliti juga sedang melakukan uji coba pada beberapa vaksin yang sudah ada untuk mengobati pasien terinfeksi virus corona baru.
Pakar kesehatan menyebut vaksin adalah cara paling efektif untuk mencegah penyebaran penyakit.
Di samping itu, Badan Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan vaksin menghentikan dua hingga tiga juta kematian setiap tahun. Kemungkinan ini juga terjadi karena banyaknya imunisasi yang telah diberikan.
Setelah membaca berbagai pemberitaan mengenai vaksin, tapi apakah Anda sudah tahu apa sebenarnya vaksin itu?
Dilansir Insider, vaksin adalah bagian dari virus atau bakteri yang dipaparkan ke tubuh secara aman dan efektif. Seringnya vaksin dibuat dari mikroorganisme yang telah dilemahkan atau mati di laboratorium.
Kemudian, ketika tubuh 'bertemu' dengan kuman tersebut dalam kehidupan sehari-hari, sistem kekebalan tubuh akan tahu persis bagaimana cara melawannya.
Saat kuman atau patogen memasuki tubuh, sistem kekebalan tubuh akan secara cepat mengenali adanya 'penyusup', sehingga mereka akan bekerja untuk mencegah penyebarannya.
Ketika upaya ini terjadi, mereka akan membuat sel-sel memori khusus atau sel T yang dapat memanggil kembali kuman yang sudah ada di dalam tubuh.
Baca Juga: Vaksin BCG untuk Covid-19 Tak Dapat Digunakan pada Semua Orang
"Di lain waktu ketika patogen atau kuman yang sama masuk ke tubuh kita, sel-sel memori dapat merespon lebih cepat," jelas Joseph Comber, PhD, seorang profesor biologi di Universitas Villanova.
Vaksin meniru proses alami ini dengan memperkenalkan patogen ke sistem kekebalan tubuh dalam bentuk yang tidak menyebabkan penyakit.
"Tanpa pernah menyebabkan sakit, kami 'mendidik' sistem imun agar mereka ingat terhadap kuman," sambungnya.
Merancang dan menguji vaksin adalah proses yang panjang. Tetapi begitu vaksin tersedia, ini akan memperlambat penyebaran virus, membatasi kebutuhan isolasi diri, dan memungkinkan dunia untuk hidup kembali seperti biasa.
"Pandemi Covid-19 adalah bukti hidup akan kebutuhan vaksin," kata Kirsten Hokeness , PhD, profesor dan ketua departemen ilmu pengetahuan dan teknologi di Bryant University.
Berita Terkait
-
Pandemi Senyap 2026: Mengapa Anak Indonesia Kembali Diserang Campak?
-
Tak Hanya Anak, Vaksin Campak Kini Bisa Digunakan Orang Dewasa
-
BPOM Perluas Vaksin Campak untuk Dewasa, Tenaga Kesehatan Jadi Prioritas
-
2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik
-
WFH demi Hemat BBM: Solusi Visioner atau Sekadar Geser Beban ke Rakyat?
Terpopuler
- 5 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Kulit Wajah di Indomaret dan Harganya
- 7 Sabun Cuci Muka dengan Kolagen untuk Kencangkan Wajah, Bikin Kulit Kenyal dan Glowing
- Oki Setiana Dewi Jadi Kunci Kasus Pelecehan Syekh Ahmad Al Misry Terbongkar Lagi, Ini Perannya
- 6 HP Realme Kamera Bagus dan RAM Besar, Paling Murah Mulai Rp1 Jutaan
- Cushion Apa yang Tahan 12 Jam Tanpa Luntur? Ini 4 Pilihan Terbaiknya
Pilihan
-
BREAKING NEWS! Iran Resmi Buka Blokade Selat Hormuz Sepenuhnya
-
Kisah di Balik Korban Helikopter Sekadau, Perjalanan Terakhir yang Tak Pernah Sampai
-
DPR Minta Ombudsman RI Segera Konsolidasi Internal Usai Ketua Jadi Tersangka Korupsi Nikel
-
Siti Nurhaliza Alami Kecelakaan Beruntun di Jalan Tol
-
Timnas Indonesia U-17 Diganyang Malaysia, Kurniawan Ungkap Borok Kekalahan
Terkini
-
Ini Bahaya Tersembunyi Ikan Sapu-Sapu yang Mengancam Ekosistem Jakarta
-
Apakah Ikan Sapu-Sapu Bisa Dimakan? Ini Bahaya untuk Manusia dan Ekosistem
-
Varises Bukan Sekadar Masalah Estetika, Kenali Sinyal Bahaya Sebelum Jadi Komplikasi Serius
-
Tren Lari Meningkat, Waspadai Risiko Cedera Otot dan Memar Ikut Mengintai
-
Perempuan Berlari 2026: Integrasi Olahraga, Kesehatan Mental, dan Literasi Keuangan
-
Bukan Sekadar Sekolah, Anak Neurodivergent Butuh Dukungan Menyeluruh untuk Tumbuh
-
Awas Logam Berat! Ini 7 Deretan Risiko Kesehatan Jika Mengonsumsi Ikan Sapu-Sapu
-
Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa
-
Saat Screen Time Tak Bisa Dihindari, Ini Rekomendasi Tontonan Anak yang Aman dan Edukatif
-
Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak