Suara.com - Para peneliti dari Murdoch Children's Research Institute di Australia (MCRI) mulai menyelenggarakan uji coba. Mereka menyelidiki apakah vaksin tuberkulosis (TB) yang dikenal sebagai Bacille Calmette-Guerin (BCG) dapat berfungsi pada Covid-19.
Melansir dari Medical News Today, para peneliti berencana untuk menguji coba vaksin pada sekitar 4.000 staf medis garis depan di rumah sakit di seluruh Australia.
"Kami berharap melihat pengurangan dalam prevalensi dan keparahan gejala Covid-19 pada petugas layanan kesehatan yang menerima vaksinasi BCG," kata pemimpin penelitian, Nigel Curtis dari MCRI.
Vaksin BCG sendiri merupakan vaksin TB, penyakit menular yang paling umum menyerang paru-paru. Bakteri TB yang disebut dengan Mycobacterium tuberculosis.
BCG dapat mengurangi kemungkinan bakteri menginfeksi seseorang. Ini juga mengurangi keparahan penyakit pada mereka yang terkena.
Vaksin BCG pertama kali tersedia pada tahun 1921 dan muncul pada daftar obat esensial Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Lebih dari 100 juta bayi menerima vaksinasi BCG setiap tahun.
Selain TBC, vaksin BCG juga melindungi terhadap kondisi lain yang melibatkan mikobakterium, termasuk kusta. Para ilmuwan menghasilkan vaksin menggunakan bovis Mycobacterium hidup yang diambil dari sapi yang telah mereka atur untuk mengurangi kejantanannya.
Dilansir dari Medical News Today, para peneliti tertarik untuk menyelidiki vaksin BCG terhadap Covid-19 karena penelitian sebelumnya menunjukkan, bahwa BCG mungkin mengurangi risiko beberapa infeksi pernapasan yang sama sekali tidak terkait dengan TB.
Misalnya, sebuah penelitian yang dilakukan para ilmuwan di Guinea-Bissau menyimpulkan bahwa vaksinasi BCG mungkin memiliki efek perlindungan yang tidak ditargetkan terhadap [infeksi saluran pernapasan bawah akut], efek yang paling menonjol pada anak perempuan.
Baca Juga: Wall Street Ikut Terperosok Imbas Amblesnya Harga Minyak Dunia
Dalam penelitian lain, para peneliti menggali data retrospektif dari rumah sakit Spanyol. Mereka menyimpulkan bahwa vaksinasi BCG saat lahir dapat mengurangi rawat inap karena infeksi pernapasan dan sepsis.
Masih belum jelas persis bagaimana dan mengapa ini disebut efek heterolog dari vaksin BCG. Namun, itu tampaknya disebabkan oleh peningkatan respons imun yang tidak spesifik.
Meskipun tidak ada penelitian yang selesai menyelidiki pengaruh vaksin BCG terhadap SARS-CoV-2, para ilmuwan berharap bahwa BCG bisa sedikt berhasil. Jika vaksin BCG dapat meningkatkan sistem kekebalan, itu mungkin mengurangi tingkat infeksi SARS-CoV-2 atau mengurangi keparahan Covid-19.
Berita Terkait
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- 26 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Januari 2026: Buru Gullit 117 OVR dan Voucher Draft Gratis
- 5 Mobil Toyota Dikenal Paling Jarang Rewel, Ideal untuk Mobil Pertama
- 5 HP Murah Alternatif Redmi Note 15 5G, Spek Tinggi buat Multitasking
- 6 Moisturizer Pencerah Wajah Kusam di Indomaret, Harga di Bawah Rp50 Ribu
Pilihan
-
Pintu Langit Dibuka Malam Ini, Jangan Lewatkan 5 Amalan Kunci di Malam Nisfu Syaban
-
Siapa Jeffrey Hendrik yang Ditunjuk Jadi Pjs Dirut BEI?
-
Harga Pertamax Turun Drastis per 1 Februari 2026, Tapi Hanya 6 Daerah Ini
-
Tragis! Bocah 6 Tahun Tewas Jadi Korban Perampokan di Boyolali, Ibunya dalam Kondisi Kritis
-
Pasar Modal Bergejolak, OJK Imbau Investor Rasional di Tengah Mundurnya Dirut BEI
Terkini
-
Solusi Bijak Agar Ibu Bekerja Bisa Tenang, Tanpa Harus Mengorbankan Kualitas Pengasuhan Anak
-
Dokter Saraf Ungkap Bahaya Penyalahgunaan Gas Tawa N2O pada Whip Pink: Ganggu Fungsi Otak!
-
Tidak Semua Orang Cocok di Gym Umum, Ini Tips untuk Olahraga Bagi 'Introvert'
-
Dehidrasi Ringan Bisa Berakibat Serius, Kenali Tanda dan Solusinya
-
Indonesia Masih Kekurangan Ahli Gizi, Anemia hingga Obesitas Masih Jadi PR Besar
-
Cedera Tendon Achilles: Jangan Abaikan Nyeri di Belakang Tumit
-
Super Flu: Ancaman Baru yang Perlu Diwaspadai
-
3D Echocardiography: Teknologi Kunci untuk Diagnosis dan Penanganan Penyakit Jantung Bawaan
-
Diam-Diam Menggerogoti Penglihatan: Saat Penyakit Mata Datang Tanpa Gejala di Era Layar Digital
-
Virus Nipah Sudah Menyebar di Sejumlah Negara Asia, Belum Ada Obatnya