5. Jangan gunakan sandaran tangan yang lembut dan licin
Sandaran tangan mungkin tampak akan memberi dukungan kenyamanan, tetapi meletakkan apa pun di bawah pergelangan tangan Anda justru menambah kompresi pada tendon fleksor jari dan pada saraf median, yang dapat meningkatkan risiko sindrom carpal tunnel.
6. Alternatif antara mengetik/mousing dan menggunakan input suara
Aplikasi pembaca suara bagus untuk sebagian besar teks dan email. Ini memberi lengan, pergelangan tangan dan tangan Anda waktu untuk beristirahat.
7. Duduk di kursi
Pastikan bahwa Anda dapat duduk kembali di kursi sehingga sebagian berat tubuh akan ditopang oleh kursi belakang. Jika kursi tidak memiliki penyangga punggung bawah yang baik, gunakan bantal atau handuk gulung di belakang punggung bawah Anda.
8. Saat duduk, sandarkan telapak kaki pada penyangga atau lantai
Jika kaki Anda tidak mencapai lantai, gunakan kotak, tumpukan buku, bantal atau sandaran kaki. Jangan menarik kaki Anda ke belakang di bawah kursi atau membiarkannya menggantung di udara.
Ini akan membuat tekanan di bawah paha, membatasi aliran darah ke kaki dan kaki bagian bawah Anda dan meningkatkan risiko trombosis vena dalam.
9. Batasi waktu Anda bekerja di tempat tidur
Tempat tidur bahkan lebih buruk untuk Anda daripada kursi. Karena kaki Anda akan bersilang atau memanjang secara horizontal, bertindak sebagai penopang untuk laptop. Itu terlalu rendah untuk tampilan layar yang optimal, membuat Anda harus membungkuk.
10. Hindari penggunaan komputer dalam waktu lama.
Setiap 20 hingga 30 menit cobalah untuk berdiri, regangkan dan gerakkan badan selama satu atau dua menit untuk meningkatkan sirkulasi dan mengendurkan otot. Berjalanlah untuk mendapatkan segelas air atau membuat teh atau kopi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- Biodata dan Agama DJ Patricia Schuldtz yang Resmi Jadi Menantu Tommy Soeharto
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
- 5 Sepatu Jalan Lokal Terbaik Buat Si Kaki Lebar Usia 45 Tahun, Berjalan Nyaman Tanpa Nyeri
- DPUPKP Catat 47 Hektare Kawasan Kumuh di Kota Jogja, Mayoritas di Bantaran Sungai
Pilihan
-
Hari Ini Ngacir 8 Persen, Saham DIGI Telah Terbang 184 Persen
-
Mengapa Purbaya Tidak Pernah Kritik Program MBG?
-
Kuburan atau Tambang Emas? Menyingkap Fenomena Saham Gocap di Bursa Indonesia
-
Nama Orang Meninggal Dicatut, Warga Bongkar Kejanggalan Izin Tanah Uruk di Sambeng Magelang
-
Di Reshuffle Prabowo, Orang Terkaya Dunia Ini Justru Pinang Sri Mulyani untuk Jabatan Strategis
Terkini
-
Gaya Hidup Sedentari Tingkatkan Risiko Gangguan Muskuloskeletal, Fisioterapi Jadi Kunci Pencegahan
-
Hati-hati saat Banjir! Jangan Biarkan 6 Penyakit Ini Menyerang Keluarga Anda
-
Pankreas, Organ yang Jarang Disapa Tapi Selalu Bekerja Diam-Diam
-
Perawatan Kulit Personal Berbasis Medis, Solusi Praktis di Tengah Rutinitas
-
Implan Gigi Jadi Solusi Modern Atasi Masalah Gigi Hilang, Ini Penjelasan Ahli
-
Apa Beda Super Flu dengan Flu Biasa? Penyakitnya Sudah Ada di Indonesia
-
5 Obat Sakit Lutut Terbaik untuk Usia di Atas 50 Tahun, Harga Mulai Rp 13 Ribu
-
Kalimantan Utara Mulai Vaksinasi Dengue Massal, Kenapa Anak Jadi Sasaran Utama?
-
Kesehatan Anak Dimulai Sejak Dini: Gizi, Anemia, dan Masalah Pencernaan Tak Boleh Diabaikan
-
Krisis Senyap Pascabencana: Ribuan Pasien Diabetes di Aceh dan Sumut Terancam Kehilangan Insulin